Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Cemburu


__ADS_3

"Zi..... boleh mas bicara?" tanya Pras sambil memberikan segelas teh hangat.


"Terima kasih mas, boleh" ujar Zizi meraih teh nya


"Kamu sedang apa?" tanya Pras basa-basi karena dia melihat Zizi melamun,Pras berpikir Zizi masih melamun kan Bara padahal perempuan cantik itu tengah berpikir bagaimana nasib nya jika di campakan oleh Pras,apa dia harus menjadi janda perawan.



"Sedang memikirkan ibu mas" alasan Zizi


"Kenapa,ibu sakit?" tanya Pras mulai khawatir


"Tidak! tiba-tiba rindu ibu" jawab Zizi lagi


"Mas tadi mau bicara apa?"


"Lusa Bara dan Arum akan menikah,mas harus menghadiri nya jika kamu tidak keberatan mau menemani mas?" tanya Pras,Zizi terlihat berpikir sejenak.


"Akhirnya mereka menikah juga,apa aku dan Mas Pras akan bercerai setelah ini?" batin Zizi


"Zi....kenapa? jika kamu tidak mau pergi tidak masalah Zi,Mas bisa mengerti kalau kamu belum bisa move on dari Bara"ucap Pras tersenyum kecut



"Mungkin lain kali mas akan mengajak kamu jalan-jalan untuk menghilangkan rasa sakit itu" lanjut Pras menggenggam tangan Zizi mencoba memberikan semangat.

__ADS_1


"Mas kebelakang dulu" pamit Pras membawa gelas kosong nya,dia sedikit kecewa dan cemburu karena Zizi belum bisa move on dari adiknya padahal mereka sudah menikah.


Pras berdiri didepan wastafel dia bingung harus berbuat apa saat ini, mungkin memang Zizi tidak akan bisa menerima nya.


"Mas" panggil Zizi pelan


"Iya" jawab Pras langsung mengalihkan pandangannya pada Zizi yang sudah berdiri di belakang nya.


"Aku ikut" jawab Zizi singkat


"Kamu yakin Zi?" tanya Pras tak percaya


"Ya...aku ingin ikut mas,apa kamu mau membawa ku sebagai pasangan mu?" tanya Zizi,dia sudah tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya lagi


"Maksud mu?"


Pras nampak bingung menatap Zizi


"Jika kamu tak mau mengakui ku kenapa tidak menceraikan ku saja mas"


Pras mendekat pada Zizi,dia tidak suka jika Zizi berbicara masalah perceraian karena itu tidak akan pernah terjadi meskipun Zizi memaksa nya.


"Jangan pernah bicara kata cerai Zi,mas tidak akan pernah menceraikan mu"tegas Pras


"Lalu kenapa mas tidak ingin mengakui ku,apa mas takut jika para karyawan tau dan fans mas akan berkurang" kesal Zizi

__ADS_1


"Maksud mu?" tanya Pras benar-benar tidak mengerti dengan ucapan Zizi,selama ini dia tidak pernah memperhatikan karyawan kantor,dia hanya bertegur sapa seperti layaknya bos dan atasan.


"Hampir semua karyawan perempuan di kantor mengagumi mas bahkan menyukai mu"


"Kamu cemburu?" tanya Pras yang mulai menangkap arah pembicaraannya Zizi


"Tidak!!" elak Zizi cepat,dia terlalu malu mengakui nya


"Lalu kenapa malah marah"


"Siapa yang marah" jawab Zizi memalingkan wajahnya


"Hey, kalau suami sendang bicara lihat wajah nya" ucap Pras mengalihkan wajah Zizi pada nya dengan mengangkat tangan wanita ini hingga mata mereka saling pandang membuat Zizi terpana dengan ketampanan suaminya ini.



"Kamu mau aku mengakui mu sebagai istri ku?" tanya Pras serius tapi tak di jawab oleh Zizi


Pras mendekat kan wajah mereka semakin dekat hingga Zizi memejamkan mata nya dan kali ini benar terjadi Zizi merasa kan bibir nya basah karena di kecup oleh Pras.


"OMG.... apakah ini mimpi" batin Zizi


Zizi memberanikan diri membuka mata nya perlahan,Pras yang melihat tidak ada penolakan dari Zizi menerus kan aksi nya, perlahan tapi pasti Pras memainkan lidah nya di dalam rongga mulut Zizi membuat perempuan cantik ini merasakan getaran aneh dari tubuh nya.


Perlahan Pras menuntun Zizi ke arah tangga tanpa melepaskan tautan bibir mereka.

__ADS_1



Meskipun Zizi sangat amatir Pras bisa menikmati semua nya,Zizi perempuan yang dia cintai selama ini setelah kematian mendiang istrinya.


__ADS_2