Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
lelaki bertanggung jawab


__ADS_3

"Maaf jadi merepotkan ibu"


"Jangan sungkan buk,kita sudah jadi besan, saya senang kalian mau datang ke mari,ibu tau waktu Bara dan Zizi batal menikah membuat saya syock,saya pikir Zizi akan benci pada saya dan kami tidak akan bertemu lagi tapi rupanya Zizi dan Pras menikah di kampung" cerita Mama Indah


"Maaf ya bu untuk itu, awalnya Nak Pras mau bantu kami tapi-"


"Bu....ini sudah kehendak Allah,saya sangat bersyukur sekali Pras dan Zizi menikah,saya jadi punya anak perempuan sebaik Zizi,saya sudah klik dari awal sama Zizi bu" potong mama Indah


"Yang sudah berlalu jangan lagi di ingat ya bu,saya malu" aku mama Indah


"Tapi sekarang sejak mereka menikah saya sedikit tenang bu,Zizi bisa menjadi istri yang baik untuk Pras begitu juga sebaliknya"


"Iya bu, terimakasih sudah menerima Zizi di keluarga ini"


"Kalau ibu perlu apa-apa jangan sungkan telpon saya bu,saya siap membantu"


***


Bara duduk termenung sendiri, sudah beberapa hari ini dia memikirkan bagaimana cara kembali pada Zizi tapi seperti nya semua percuma Zizi benar-benar tak menghiraukan nya lagi.

__ADS_1



Apa dia harus merelakan Zizi pada kakak nya Pras dan Apa dia sanggup menganggap Zizi sebagai ipar nya nanti? berbagi pemikiran di benak Bara saat ini.


Jangankan untuk menganggap Zizi sebagai ipar untuk datang ke acara Zizi dan Pras besok saja Bara tidak akan kuat,Ntah apa alasan yang akan dia berikan nanti.


Bara meremas rambut nya kasar,dia tak mampu lagi berpikir saat ini, Bara akui ini semua karena kecerobohan dia yang bermain api dengan Arum membuat nya kehilangan Zizi untuk selamanya.


***


"Zean suka?" tanya Pras dan diangguki keponakan Zizi ini


"Jangan Pras nanti Zean malah kebiasaan beli mainan" tolak Dimas halus


"Iya kalau ada Pras kalau nggak"


"Kalau ke Jakarta biar om yang belikan mainan nya ya Ze,hadiah buat Zean,ayo pilih yang mana Zean suka" pinta Pras membuat Zean tersenyum bahagia


Ayah Zizi melihat semua kelakuan Pras membuat nya tersentuh, lelaki yang bertanggung jawab serta bisa membawa Zizi menjadi lebih baik.

__ADS_1


"Sering-sering ke Jakarta ya Ze biar sering om belikan mainan,atau Zean mau sekolah di Jakarta?" tanya Pras


"Kalau kakek dan oma mau Zean mau" jawab bocah ini polos karena memang dia lebih dekat pada nenek dan kakek nya ini.


"Bujuk dong kakek nya,nanti kalau Aunty Zizi punya bayi pasti rame Ze,Zean harus sayang sama dedek bayi nya ya"


****


"Beruntung kamu ya Zi,apa kata mbak dulu pak Duda memang baik kan,dari awal Mbak udah senang kalau kalian jadian tapi kamu tetap ngotot sama Bara mu itu nah sekarang terbukti kan pak Duda lebih dari segalanya" ujar Nisya saat mereka melakukan treatment kecantikan di rumah Zizi


"Iya mbak,aku bahagia nikah sama dia Mbak,fix jadi ratu dia kantor pun Mas Pras mau nya nempel mulu, terkadang sampai aku nya malu dia nya mah cuek aja"


"Jadi kabar Bara gimana Zi?"


"Aku nggak mau tau mbak,cuma ada beberapa kali bertemu di rumah mama Indah,itu pun aku nggak hiraukan dia"


"Bagus lah Zi, sudah ada Pras juga nggak usah kamu tanggepin hama-hama di luar sana Zi, kalau mau rumah tangga kamu adem ayem,ibu juga senang banget Zi saat tau kamu dan Pras mau resepsi"cerita Nisya


"Aku justru nggak ngeh lo mbak, rupanya mas Pras sudah menghubungi kalian semua"

__ADS_1


"Itu bedanya lelaki bertanggung jawab sama lelaki cuma mau enak nya aja Zi"


Zizi mengangguk kan kepala nya setuju memang selama ini Pras sangat bertanggung jawab dengan nya,tak perlu Zizi minta dia sudah memberikan apa yang menjadi kebutuhan Zizi.


__ADS_2