Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
main di kantor


__ADS_3

"Sayang ini bukan kemauan ku,dia yang datang sendiri kamu dengar bukan kalau mas tidak pernah mengangkat saat dia menghubungi mas"jelas Pras berusaha membujuk Zizi


"Aku tidak suka dia mas!"


"Iya mas tau kamu tidak suka dia tapi mas tidak bisa berbuat lebih sayang,dia perempuan! tidak mungkin mas memukul atau pun menjambak nya bukan"


"Ini ponsel mas,hapus sendiri nama nya kalau perlu kamu blokir semua nama perempuan di sana agar tak ada yang bisa mengganggu mas" ujar Pras memberikan ponsel nya pada Zizi


"Aku tidak seposesif itu mas, kamu tau bukan kisah hidup ku bagaimana,aku tidak menyukai pengkhianatan dan jangan sesekali berpikir bisa berkhianat dari ku" tegas Zizi mengambil ponsel Pras dan membuka nya,Zizi membelakan mata nya melihat ponsel Pras,Pras tidak mengunci ponselnya dan terpanjang jelas foto Zizi di layar ponsel nya.


Zizi membuka folder foto dan melihat satu folder my~wife yang mana penuh dengan foto nya mulai dari bekerja,makan dan saat duduk di apartemen semua nya nya di abadikan Pras,mulai dari wajah Zizi masih sangat polos hingga wajah Zizi mulai dewasa,tanpa sadar perempuan bertubuh langsing ini menarik sudut bibirnya kecil.


"Mas kamu menjadi penguntit?" tanya Zizi sambil memperlihatkan foto nya pada Pras.


"Bukan penguntit sayang tapi bisa di bilang Fans berat dan sekarang bisa jadi istri" jawab Pras memeluk tubuh Zizi dari belakang dan mencium pipi nya.


"Mas ini kantor nanti ada yang masuk" ingat Zizi ingin menjauh tapi di tahan oleh Pras


"Tidak akan ada yang berani masuk kalau itu bukan kamu" jawab Pras santai


"Memang nya aku begitu?" tanya Zizi menoleh kan kepala nya pada Pras.

__ADS_1


Cup...


Satu kecupan singkat di berikan oleh Pras di bibir Zizi


"Mas!!"


"Kamu ingat saat pertama kali Sintia datang ke ruangan ku,tanpa mengetuk pintu kamu langsung masuk" ujar Pras membuat Zizi malu karena ternyata Pras memperhatikan nya.


"Mama saja jika ke mari akan menanyakan dulu pada mu,tapi kamu tidak! jadi beranian mana kamu sama mama" goda Pras membuat Zizi mencubit kecil perut suami nya ini.


"Aww.... sakit sayang" ringis Pras manja


"Sayang" panggil Pras manja


"Hmmmm"


"Sayang seperti nya main di kantor perlu di coba" goda Pras membuat bulu kuduk Zizi berdiri


"Ini" ujar Zizi memberikan kembali ponsel Pras


"Jangan aneh-aneh mas ,aku tidak mau orang curiga pada kita" jawab Zizi segera memukul lengan suaminya lalu keluar, Jika berlama-lama di dalam ruangan Pras bisa-bisa dia terkena bujuk rayu atasan nya itu.

__ADS_1


Pras terkekeh kecil saat melihat Zizi berlari keluar ruangan nya.


"Ra-tih...." ucap Zizi gugup saat dia keluar dari ruangan Pras sudah ada sahabat nya itu.


"Zi.....ada pak Pras di dalam"? tanya Ratih dan di anggukki Zizi pelan,Zizi berharap Ratih tidak mendengar obrolan mereka di dalam.


"Kamu sakit Zi,pucat gitu?" tanya Ratih


"Nggak....cuma lelah aja Tih"


"Tadi kenapa Zi? kok sampai heboh gitu"


"Hanya salah paham biasa" jawab Zizi cepat


"Makanya cepet-cepet cari ganti Bara ,biar kamu nggak di tuduh pelakor lagi Zi"


Zizi hanya tersenyum menanggapi ucapan sahabat nya ini.


"Tapi kalau aku jadi kamu Zi,udah ku gaet pak Pras orang dia emang cakep, baik,tajir lagi, kurang apa coba" ucap Ratih terkekeh kecil


"Ngaco kamu" ucap Zizi menggeleng kecil lalu berjalan ke meja kerja nya.

__ADS_1


__ADS_2