Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Rasa bersalah


__ADS_3

"Mas...mau aku bantu" tawar Arum


"Tidak perlu! aku bisa sendiri" jawab Bara ketus



"Aku sengaja membuat soto kesukaan mu mas,agar kamu bisa makan,Dari semalam aku perhatikan kamu tidak menyentuh nasi sedikit pun" ucap Arum,saat ini mereka sedang berada di meja makan untuk sarapan


"Ma,di makan soto nya" tawar Arum pada Bu Indah


"Saya tidak suka soto " jawab bu Indah ketus


"Sejak kapan mama tidak suka soto ma,bukan nya mama sering membuat soto" jawab papa Bara


"Mama buat untuk Bara bukan buat mama" jawab Bu indah sengit sambil melotot kan mata pada Suaminya

__ADS_1


"Maaf aku belum bisa memasak kesukaan mama karena aku belum tau mama mau nya apa" jawab Arum pelan


"Tidak perlu tau, karena sudah ada Zizi yang bisa membuatkan nya untuk ku"


"Ma,maaf jika mama tidak menyukai ku,aku mengaku salah pada keluarga kalian tapi semua ini juga bukan kemauan ku sendiri ma,Bara ikut berperan dalam hal ini,rasa nya tidak adil jika mama selalu menyalahkan ku sendiri" ucap Arum menitikkan air mata nya


"Pyar....."


Bu Indah membanting piring nya,dia terlalu muak melihat wajah Arum yang menangis di hadapan nya.


"Dimana hati kalian! jika saya bisa memilih saya tidak ingin melihat wajah kamu dan Bara tapi saya masih punya hati,saya tidak mau anak yang kamu kandung menderita nanti nya" tekan bu Indah lalu segera pergi


Sampai saat ini dia belum bisa menerima Arum sebagai menantu nya karena Bu Indah terus di liputi rasa bersalah pada Zizi, mungkin rasa bersalah itu bisa hilang saat melihat Zizi sudah menemukan pendamping hidup yang lebih baik dari Bara kelak.


Yang masih membingungkan untuk bu Indah bagaimana cara menjelaskan pada keluarga Zizi tentang pembatalan pernikahan Bara dan Zizi karena sampai saat ini belum ada obrolan ke sana,apa keluarga Zizi masih berharap pada Bara jika ia sangat berdosa besar dia sebagai seorang ibu memberikan harapan palsu untuk keluarga Zizi yang menunggu kedatangan nya hingga saat ini.

__ADS_1


Rasa nya tidak adil jika nanti tiba-tiba keluarga Zizi menghubungi nya mengatakan kalau persiapan pernikahan dari keluarga mereka sudah selesai sedangkan dari keluarga nya hanya bisa mengatakan Maaf,tapi memang kata itu yang bisa dia ucapkan saat ini.


Andai saja waktu bisa di putar kembali Indah ingin mengenalkan Zizi pada Pras anak sulung nya,Pras memiliki jiwa yang bertanggung jawab dan tulus,Indah ingat betul bagaimana perjuangan Airin melawan penyakit kanker nya tak sekali pun Pras berselingkuh padahal jelas-jelas dokter mengatakan kalau Airin tidak bisa hamil Pras menerima dengan lapang dada, meskipun semua keluarga meminta nya meninggalkan Airin tapi Pras tetap setia pada Airin kenapa Bara tidak bisa begitu!! apa sifat Bara di dapati dari papa nya yang dulu juga pernah berselingkuh dari dirinya,tapi kenapa harus gadis cantik seperti Zizi yang menjadi korban nya.


Indah tidak bisa berpikir jernih saat ini, perasan bersalah nya begitu kental hingga dia sendiri takut,takut suatu saat karma ini akan di dapati oleh Pras atau diri nya.


****


Kali ini Zizi pulang sendiri lagi tanpa menunggu Pras,ntah kenapa rasa dada nya begitu sesak,dia tidak bisa menyembunyikan lagi rasa cemburunya,apa dia harus mengakui kalau dia mencintai Pras,tapi bagaimana jika Pras tak mencintai nya? Jika Pras hanya menganggap dia sebagai adik yang perlu di lindungi sesuai janji kepada orang tua nya, apalagi kini sudah hadir Sintia di tengah-tengah hubungan mereka.


"Gila!!! lama-lama aku bisa gila tinggal di sini" kesal Zizi


"Hufs....." Zizi menghela nafas berat dan berpikir sejenak.


"Oke... seperti nya aku harus menjauh dari mas Pras agar perasaan ini tidak terus berkembang,bisa mati berdiri aku melihat kebersamaan Pras dan mantan nya itu" oceh Zizi

__ADS_1


Zizi segera mengemasi semua pakaian nya dan pikiran nya sudah bulat harus meninggalkan Pras,mau tidak mau Pras menceraikan nya dia tetap akan pergi.


__ADS_2