Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
kesal


__ADS_3

"Mas, apa-apa sih langsung di rubah gitu peraturan nya?" tanya Zizi sedikit kesal


"Sayang biar mereka tau kalau kamu milik Mas,jadi tidak ada yang heboh berkomentar lagi,bukan nya kamu masih ingin bekerja"


"Tapi tidak sekarang juga mas,ini masih sangat mendadak pasti pada heboh deh"


"Sudah lah,mas sudah pikirkan semua nya, setelah pulang dari rumah sakit nanti kita mampir sebentar ke rumah mama,mas akan katakan kalau kita sudah menikah jadi mama bisa tenang,kamu lihat kan bagaimana reaksi mama saat kamu tidur dengan nya,dia sangat bahagia sayang" jelas Pras


"Untuk resepsi mas sudah pikirkan sayang, keluarga mu di bawa ke sini semua,mas sudah bicara dengan Mbak Nisya seperti nya mereka setuju"


"Mas sudah menghubungi mbak Nisya?" tanya Zizi terkejut


"Hmmm....kamu kalah cepat" ejek Pras tersenyum kecil



"Mas kamu curang!!" kesal Zizi membuat Pras tertawa


"Habis nya kamu kelamaan sayang,mas kan nggak sabaran orang nya" aku Pras


Zizi segera keluar ruangan Pras dengan wajah kesal,bukan nya Zizi tidak mau di akui Pras tapi Zizi berpikir belum saat nya karena pasti banyak yang mengira Zizi mencari pelampiasan karena di tinggal kan oleh Bara.


"Zi... sudah ada gebetan belum?" tanya Ratih pelan


"Kenapa harus bahas itu sih Tih"


"Kalau belum Robby kirim salam Zi"jawab Ratih lagi


"Robby anak produksi?"


"Hmmm,dia udah lama naksir kamu,tapi karena peraturan kantor jadi nggak bisa dekat,kata dia mau traktir kita sepulang kantor nanti?"


Zizi nampak berpikir sejenak,dia sedang kesal pada Pras sebaiknya dia ikut,tapi dia sudah janji untuk menjenguk Arum"


"Seperti nya menjenguk Arum harus di pending dulu,aku mau lihat reaksi mas Pras kalau di tinggal" batin Zizi


"Boleh Tih, kasih kabar aja nanti" jawab Zizi tersenyum kecil.


"Yes.... setidaknya aku bisa mengorek tentang pak Pras dari Zizi" ucap Ratih tersenyum manis membayangkan kalau dia akan segera mendapatkan hati pak Pras.


"Salah sediri kenapa membuat ku kesal" gumam Zizi

__ADS_1


****


"Sayang,di mana?" pesan Pras pada Zizi,dia sudah menunggu lama di parkiran


"Maaf mas,tadi Ratih ngajak makan-makan dulu dengan yang lain, sudah lama nggak kumpul! kamu pulang duluan ya,nanti aku pulang naik taksi, untuk kunjungan ke rumah sakit besok saja" balas Zizi


"Sayang,mana bisa begitu"


"Please kali ini saja 😥" jawab Zizi dengan emoticon memohon membuat Pras tidak bisa membalas nya lagi.


Pras menghubungi Daniel menanyakan di mana tempat para karyawan nya nongkrong hari ini, ternyata Daniel juga ikut.


"Enak saja mau pergi tanpa aku" gumam Pras tersenyum kecil


****



Robi dari tadi terus memperhatikan Zizi yang terlihat ceria.


"Zi,kamu makin cantik " puji nya


"Hmmm....hmmm.... buaya cari umpan Zi" celetuk Ratih membuat Zizi tertawa kecil


"Itu Zi, karena perubahan peraturan kantor,kata Robby jadi bisa gaet perempuan-perempuan cantik" celetuk Ratih lagi membuat Robby melotot kan mata nya pada Ratih yang mulutnya terlalu ember.


"Nggak kok Zi,cuma baru dapat bonus aja" elak Robby


"Kenapa yang lain nggak di ajak Rob kalau dapat bonus?" tanya Zizi


"Kata nya hari ini khusus buat mangsa kamu Zi" sahut Vina lagi membuat Robby mati kutu


"Daging Zizi dikit nggak enak Rob,mending si Sarah agak gedean atau Nita bohay" sindir Ratih membuat Robby tidak bisa berkata apa-apa lagi, teman-teman nya ini terlalu ember untuk di ajak cerita.


"Selamat malam" sapa Pras membuat semua terkejut dengan kehadiran bos tampan nya ini, apalagi Ratih yang tidak bisa berkata apa-apa.


"Pucuk di cinta ulam pun tiba" batin nya


Zizi yang sedang makan pin terdiam


"Boleh saya gabung?" tanya Pras lembut

__ADS_1


"Bo-leh pak" jawab Ratih yang tak henti memandang Pras yang terlihat tampan berkali lipat.


"Gila Ratih segitu nya natap mas Pras,mas Pras kenapa pakai ke sini lagi" batin Zizi kesal


"Duduk pak Pras,ini sebelah saya" tawar Vina sambil tersipu malu


"Di cicip pak Pras"Tawar Vina lagi


"Apa nya Vin?"


"Makanan nya pak,masa saya nya" canda Vina membuat Zizi geram



Pras segera mencicipi makanan nya, selera makan Zizi tiba-tiba hilang begitu saja, bisa-bisa nya Pras datang dan mengacaukan konsentrasi semua nya.


"Tumben pak sampai kesini?" tanya Ratih yang dari tadi tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya karena kedatangan Pras.


"Tadi mau cari makan tau-tau nya lihat kalian ,eh jadi pengen gabung siapa tau ada yang lagi traktir gitu" tebak Pras


"Iya pak kebetulan Robby yang lagi traktir kita sekarang,kata nya lagi bahagia karena-"


Robby segera menendang kaki Ratih dari bawah sana


"Aww....."


"Kenapa tih?" tanya Vina


"Nggak,ada semut nakal" jawab Ratih


"Karena apa tih?" tanya Pras penasaran


"Robby ulang tahun pak "jawab Ratih asal karena sudah dapat pelototan dari Robby


Akhirnya mereka makan dengan diam karena segan pada Pras,satu persatu pamit pulang setelah makan malam nya.



"Yakin Zi nggak pulang bareng saya?" tanya Robby membuat Zizi gelagapan


"Nggak Rob, terimakasih"

__ADS_1


"Zizi dan saya satu arah jadi kami pulang dan pergi bersama"jawab Pras membuat Ratih cemburu,ingin rasa nya memindahkan rumah nya bersebelahan dengan Pras agar bisa pergi bersama, tapi apalah daya hanya angan-angan saja.


Setelah semua nya pamit Pras naik ke dalam mobil dan di ikuti Zizi.


__ADS_2