Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Nyonya besar


__ADS_3

"Udah dong nangis nya sayang, tuduhan Sintia kan nggak benar" bujuk Pras


"Mas kenapa bersama kamu malah banyak yang menyudutkan ku mas, padahal kamu dan Bara sama-sama kaya"isak Zizi


"Itu hanya yang tidak suka saja sayang, sudah lah kamu jangan memikirkan apapun"


"Bagaimana dengan pekerjaan ku mas?"


"Sayang, kamu itu harus kuat,tidak akan ada yang berani menyepelekan mu di kantor karena kamu menduduki peringkat pertama di sana,aku hanya pemilik nya tapi kamu nyonya besar nya, derajat mu lebih tinggi sayang jangan takut! kamu harus tunjukkan pada orang di luar sana kalau kamu pantas bersanding dengan ku" ujar Pras memberikan semangat


Pras menghapus air mata istri nya ini dan mencium Zizi lembut.


***


"Ma,aku dan Arum akan bercerai" ujar Bara di meja makan


"Itu urusan kalian yang jelas jangan ganggu Pras dan Zizi karena mereka sudah memiliki rumah tangga sendiri" tekan bu Indah


Arum hanya tertunduk,semalam mereka sudah berbicara tentang perceraian dan dengan berat hati Arum mengikuti kemauan Bara.

__ADS_1


"Tapi aku mau Zizi kembali pada ku ma"


"Jangan egois Bara,kamu lah yang membuat Zizi jatuh ke pelukan Pras, kamu mencampakkan nya dan membuat nya hampir putus asa, Untung nya Pras mau menutupi Aib mu dengan cara menikahi Zizi,jadi apa salah jika mereka orang yang selalu bersama jatuh cinta?"


"Aku yakin mereka sudah berselingkuh lama di belakang ku!"


tuduh Bara


"Pras bukan kamu,dia seorang lelaki yang bertanggung jawab dan menjaga kehormatan perempuan jadi jangan menuduh tanpa bukti"


"Kenapa mama selalu membela mas Pras,apa aku bukan anak kandung mama" kesal Bara


Mama Indah tidak dapat lagi menahan emosi nya pada Bara yang selalu berkata semau nya.


"Jika kau bukan anak kandung ku untuk apa aku membesarkan mu sampai kau menjadi dokter,mama cuma hanya ingin kamu menjadi lelaki bertanggung jawab Bar, lelaki yang tidak hanya bisa menyakiti wanita,cukup sudah Zizi yang kamu sakiti jangan lagi Arum" ujar mama Indah lalu pergi meninggalkan Bara dan Arum


Arum hanya tertunduk menangis.


****

__ADS_1


Kali ini berbeda dari biasanya Zizi menggandeng tangan Pras mulai dari keluar pintu mobil dia tak segan lagi memamerkan kemesraan nya dan Pras karena memang sejatinya dia istri sah Pras tidak ada celah untuk pelakor lagi.


Menurut Zizi selesai sudah jadwal main-main nya dan kini semua orang harus menghormati nya sebagai nyonya Pras bukan lagi Zizi sang sekretaris.


Para karyawan melihat dengan mata iri karena Zizi bebas menggandeng bos tampan mereka.


"Hiksss...hikss...sumpah patah hati gue" isak Nita


"Kan lo tau Zizi lebih cantik dari loe ya jelas pak Pras lebih pilih Zizi lah" ujar Karyawan lain nya.


Zizi masuk ke dalam lift dengan tangan yang tak lepas dari lengan Pras membuat lelaki itu jug ikut tersenyum,dia suka Zizi yang begini meskipun terkesan sombong tapi Zizi terlihat mencintai nya dan tak ingin berpisah dari dia.


"Sayang masih mau di gandeng tangan mas nya" goda Pras saat mereka sampai dengan depan pintu ruangan Pras


Zizi segera melepas kan nya dan berbisik pada Pras


"Jangan nakal karena kamu sudah punya pawang nya"


Pras mengangguk patuh dan segera masuk, sebenarnya tidak bermaksud pamer tapi mau bagaimana lagi Zizi memang ingin semua perempuan tau kalau Pras sudah ada yang punya.

__ADS_1


__ADS_2