
"Mas....." pekik Zizi saat melihat sang suami tidak ada di atas ranjang mereka pagi ini
"Kenapa sayang?"tanya Pras yang baru keluar dari kamar mandi
"Aku pikir kamu kemana"
"Mas mau kekantor,tadi mau bangun kan kamu tapi lihat kamu tidur nya nyenyak giti jadi nggak tega sayang"
"Aku ikut mas"
"Kamu lagi nggak sehat sayang, sebaiknya di rumah saja"
"Tapi aku mau ikut mas,nanti banyak perempuan yang lihatin kamu,aku nggak rela" rengek Zizi,Dulu Zizi tidak begini kenapa sekarang dia jadi posesif pikir Pras
"Ya sudah siap-siap sana mas tunggu di luar ya" ujar Pras sambil memasang pakaian nya.
Pras memang berniat akan mencari kan sekretaris lain agar Zizi tidak begitu kerepotan mengurusi nya,tapi hingga saat ini belum ada kriteria yang cocok apalagi seorang lelaki.
****
Dari parkiran jalan Zizi sudah menggandeng tangan Pras mesra dia ingin menunjukkan pada semua orang kalau Pras adalah milik nya.
Pras merasa aneh sendiri dengan sikap Zizi yang tidak seperti biasanya.
"Mas aku mau di dalam ruangan kamu saja" ujar Zizi membuat Pras bengong,benar ada yang salah dengan istri nya ini.
__ADS_1
"Sayang,kamu baik-baik saja?" tanya Pras
"Baik"
"Tapi sepertinya ada sesuatu yang berbeda sayang tidak seperti biasanya"
"Perasaan kamu saja mas,ayo masuk" ajak Zizi dan diikuti Pras
Pras memulai pekerjaan nya sedang kan Zizi duduk di sofa dengan membuka beberapa majalah bisnis, biasanya Zizi langsung membuka komputer nya dan meja mungkin dia lelah bekerja dan itu tidak di permasalahkan oleh Pras.
Pras Keluar dari ruangan nya mencari Daniel.
"Bagaimana Dan,apa sudah ada kandidat nya?"
"Kenapa buru-buru Pak Pras bukan nya Bu Zizi masih mau bekerja?" tanya Daniel balik
"Ya,tapi saya tidak bisa memaksa Zizi sepenuhnya,dia punya rasa bosan apalagi sekarang dia sudah menjadi istri sah saya mungkin ada rasa segan pada kalian jika berurusan dengan Zizi" jelas Pras dan diangguki Daniel setuju
"Jangan!!! saya tidak mau Zizi curiga,cari lelaki saja" tegas Pras lalu segera pergi
***
"Huek....huek....."
"Sayang,kamu kenapa? kita ke dokter ya, seperti nya masuk angin nya tambah parah,mas takut kamu kenapa-napa"ujar Pras menuntun Zizi keluar kamar mandi
"Mas, badan ku serasa meriang, kepala pusing"
__ADS_1
"Ayo kita berobat sayang"
"Nanti saja mas sepulang kerja"
"Bagaimana mau kerja kalau kamu nya begini dari tadi sayang,mas tidak bisa konsentrasi"
"Mas aku pengen makan soto Jakarta mas" pinta Zizi tiba-tiba
"Sebentar mas telpon Pak Nurdin di bawah biar dia belikan untuk kamu"
"Yang pedes ya mas,terus kuah sama emping melinjo nya di pisah,jangan pake cuka dan nggak boleh lama, udah lemes soalnya,satu lagi mau jus Mangga mas nggak pake gula,susu aja!"pinta Zizi membuat kepala Pras pusing
"Di catat saja sayang biar pak Nurdin bawa catatan nya nanti takut lupa lagi kamu malah marah"
"Ya sudah bawa sini kertas nya" ujar Zizi
Pras segera mengambil pulpen dan kertas setelah itu turun ke lantai bawah untuk memberikan pesanan pada Pak Nurdin OB kantor nya.
"Buat bu Zizi pak?" tanya Pak Nurdin
"Iya pak, tolong ya jangan sampai salah pesanan nya,ini uang nya.Bapak naik taksi saja biar cepat takut nya kelamaan nunggu istri saya"
"Bu Zizi ngidam pak?"
"Ngidam!!"
"Iya hamil, biasanya orang hamil yang permintaan nya nggak boleh salah pak terus mau nya cepet" jawab pak Nurdin
__ADS_1
"Ngaco bapak!!! mama saya juga begitu pak kalau minta beli sesuatu nggak boleh salah dan mau nya cepat,ya sudah tolong beli cepat ya pak istri saya sudah lemes mau makan"
"Iya pak" sahut pak Nurdin cepat lalu segera pergi.