Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Bertengkar


__ADS_3

"Jadi telat kan mas, kamu sih pake acara ganggu aku" oceh Zizi di dalam mobil sambil berdandan kecik karena sudah pukul 8 lewat.


"Sudah,,bos nya kan mas juga sayang" jawab Pras santai


"Bukan begitu mas nanti di kira kita ada apa-apa lagi datang telat berdua"


"Memang kita ada apa-apa nya,kamu lupa kalau kita suami istri" ucap Pras santai


"Kamu ya,udah ah malas ngomong nya" jawab Zizi terus merias wajah nya


"Ya ngambek" Pras menarik tangan Zizi lalu menciumi nya


"Mas,nanti di kantor biasa aja ya?"


"Kenapa? bukan nya kamu mau nya di akui,bukan Simpanan?" tanya Pras bingung kenapa Zizi tiba-tiba berkata demikian


"Aku lupa mas kalau peraturan kantor nggak boleh ada terlibat asmara,aku belum mau berhenti bekerja,aku masih menyukai pekerjaan ini"


"Lalu?"


"Untuk sementara waktu ya diam-diam dulu jangan ada yang tau kalau kita suami-istri sampai waktu nya tiba "jawab Zizi dan diangguki Pras setuju,memang benar dari kepemimpinan papa nya dulu melarang untuk berhubungan sesama karyawan.


"Yakin??" tanya Pras


"Yakin lah asal kamu jaga mata dan jaga hati"


"Pasti sayang" jawab Pras menarik tangan Zizi lalu mencium nya


"Ya mas kan jadi berantakan" keluh Zizi karena dandanan nya terganggu


"Sudah jangan cantik-cantik ntar ada yang naksir lagi,mas nggak suka" jawab Pras tersenyum kecil


***


"Mas,siang ini aku antar kan makan siang ke rumah sakit ya?" ujar Arum lembut


"Tidak usah!"Tolak Bara cepat


"Tapi aku mau mas"

__ADS_1


"Aku ada jadwal operasi nanti aku tidak bisa menemui mu"


"Tapi anak kita-"


"Jangan jadikan anak itu alasan Rum,jangan meminta apapun dari ku!" potong Bara lagi


"Mas aku sudah berusaha menjadi istri yang baik mas,aku sudah berusaha terus memperhatikan mu tapi kenapa kamu malah terus menyiksa batin ku begini mas, ingat aku sedang mengandung anak mu!" bentak Arum


Bara mencengkeram kuat lengan Arum hingga membuat perempuan itu kesakitan


"Kamu ingat bagaimana kamu menggoda ku pertama kali? kamu ingat kamu mengatakan tidak akan menuntut apa-apa dari ku dan kamu ingat kamu tidak perawan saat pertama kali aku dapati" ujar Bara membuat Arum menangis


"Kamu ingat bukan? jadi jangan menyalahkan ku dalam hal ini,aku tidak mencintai mu dan tidak akan pernah mencintai mu, setelah anak itu lahir aku akan menceraikan mu"


"Jadi kamu menganggap ku apa mas selama ini?" isak Arum


"Kamu mau tau aku menganggap mu apa? kamu hanya seorang ****** bagi ku rum! kamu tidak berarti apa-apa untuk ku" tekan Bara lalu segera pergi meninggalkan Arum yang menangis sendiri


Apa ini yang harus dia dapatkan di saat hamil,Arum ingin di sayang dan di manja layaknya seorang istri tapi kenapa justru Bara hanya menikmati tubuh nya saja.


"Bar kamu mau kemana?" tanya Indah yang melihat Bara sudah bersiap pergi


"Rumah sakit ma" jawab Bara dingin lalu segera pergi


***


"Ada sedikit pekerjaan tadi di rumah" jawab Pras dan melirik ke arah Zizi yang terlihat menunduk.


"Pak Daniel tolong siapkan semua laporan mingguan lalu,saya mau langsung ke lapangan untuk mengecek nya" pinta Pras dan di anggukki Daniel.



Zizi dan Pras hendak masuk ke dalam Lift tapi panggilan untuk Pras membuat mereka terhenti.


"Mas"



"Sintia"gumam Pras pelan

__ADS_1


"Ken-apa kamu kemari?" tanya Pras sedikit gugup karena takut Zizi marah,baru saja semalam Zizi mengatakan kalau dia cemburu dan tidak suka pada Sintia, sekarang justru perempuan ini sudah ada di hadapan mereka.


"Aku sudah menghubungi mu beberapa kali tapi kamu tidak menjawab nya mas, setelah pernikahan Bara kamu sulit di temui mas"



Zizi menatap lekat pada Sintia dia benar-benar tidak menyukai perempuan ini.


"Aku ke atas duluan mas" ujar Zizi membuat Sintia mengerutkan keningnya, bukan kah mereka sekertaris dan bos kenapa bisa sedekat itu sampai memanggil Mas.


"Hey kamu!!" panggil Sintia membuat Zizi menoleh kembali


"Kamu hanya sekretaris Pras,jangan berlagak sok akrab "


Zizi melangkah kan kaki nya mendekati Sintia ingin dia berteriak di hadapan perempuan itu mengatakan kalau dia istri sah Pras tapi Zizi masih menyadari kalau ini di kantor,dia masih ingin bekerja dan peraturan mengatakan tidak boleh berpasangan dalam satu kantor.


"Apa salah sekretaris memanggil atasan nya mas?" tanya Zizi


"Wanita penggoda!!!" kesal Sintia membuat Zizi naik pitam


"Kau atau aku yang penggoda,jika belum tau asal usul nya jangan asal bicara" kesal Zizi


melihat istri nya yang sudah kesal Pras segera mendekat.


Sintia mendorong Zizi kuat hingga perempuan mungil ini memundurkan langkah nya untung saja Pras menangkap Zizi kalau tidak sudah pasti dia akan terjatuh, kegaduhan terjadi dan banyak pasangan mata yang melihat nya mereka.



"Stop Sintia!!" pekik Pras


"Mas usir dia,aku tidak mau melihat wajah nya lagi" kesal Zizi


"Apa kata mu,kamu minta Pras buat mengusir aku,hahaha......Pras lebih dulu mengenal ku dari pada kamu,kamu yang akan di pecat,Mas pecat dia!" ucap Sintia menatap Pras


"Sudah...... silahkan keluar Sintia ini kantor,Saya tidak mau ada keributan di kantor saya, keluar sebelum saya panggil Satpam untuk mengusir kamu" marah Pras


"Mas kamu mengusir ku?" tanya Sinta tidak percaya membuat Zizi tersenyum sinis


Andai saja tidak ada peraturan itu sudah pasti saat ini Zizi akan mengatakan kalau dia istri sah Pras bukan sekretaris ataupun simpanan.

__ADS_1


Pras menarik tangan Zizi lalu membawa nya masuk kedalam Lift sedangkan Sintia menghentak kan kaki nya kesal.


"Apa yang sudah di berikan perempuan itu pada Pras hingga Pras begitu menurut pada nya" kesal Sintia


__ADS_2