Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Bertemu lagi


__ADS_3

Pagi ini Bu Indah dan suaminya datang mengunjungi Arum.


"Dia masih lemah ma,baru sadar 2 jam yang lalu" cerita Bara


"Ma maaf" ucap Arum pelan


"Mungkin ini teguran dari Tuhan untuk kalian" jawab Indah pelan


"Ma, sudah! Arum sedang sakit jangan membuat nya tambah sedih ma" ingat papa Bara


Indah menghela nafas panjang.


"Mas Pras mana ma?" tanya Bara yang tidak melihat Pras dan Zizi


"Masih di rumah, mereka akan bersiap pulang"


"Semalam Zizi menginap di rumah kita?" tanya Bara tak percaya


"Iya,Zizi tidur dengan mama" jawab Indah membuat Bara sedikit lega


"Ma,aku lihat Mas Pras dan Zizi semakin dekat-"


"Jangan mengurus mereka,bukan nya sudah biasa Zizi dan Pras dekat selama ini,jika untuk hubungan khusus biar mereka saja yang memutuskan yang jelas Pras bukan kamu yang akan menghamili Zizi tanpa rasa bersalah" ketus Bu Indah membuat Bara terdiam


"Ma....sudah! kita ke sini mau lihat Arum bukan, kenapa malah berdebat"

__ADS_1


"Kamu tidak hamil lagi Rum, setelah pulih pikirkan tempat tinggal kalian,mama tidak mau di rumah mama" ketus bu Indah lagi membuat Arum menitikkan air mata nya


Hidup nya benar-benar hancur saat ini, sudah pasti dia akan di campakan Bara,dan Bara Memilih kembali pada Zizi secara tak ada lagi kekuatan untuk Arum bertahan,anak nya telah hilang.


"Bara papa dan mama pulang dulu ya,jaga Arum kasihan dia,jangan menambah beban pikiran nya Bar, setidaknya mengalah dulu sampai dia sembuh" pesan Papa nya dan di anggukki Bara pelan.


****


"Ma,jangan begitu.Bara anak kita ma,Arum menantu kita kalau bukan kita yang mengarah kan mereka siapa lagi" ucap sang Suami pelan


"Pa..mama hanya masih kesal saja pa,kamu lihat bukan semalam betapa baik nya Zizi masih mau menjaga mama, menemani mama padahal dia sudah di sakiti oleh Bara"


"Bagaimana pun juga Bara anak kita ma, setiap manusia punya kesalahan-"


"Ya....sama seperti kamu yang punya kesalahan fatal dan kini justru turun pada Bara,dosa apa aku sampai kehidupan ku begini buruk nya" oceh Indah membuat suaminya hanya diam saja tak berani menjawab lagi


***


Bara menepikan mobilnya di salah satu Supermarket lengkap yang dekat dengan apartemen mereka.


"Mas tunggu di sini saja,aku hanya belanja sebentar" ujar Zizi yang masih takut jika ada orang kantor yang memergoki mereka karena ini hari libur


"Nanti kamu malah kesulitan sayang"


"Tidak,aku bisa sendiri mas,hanya belanja kecil nanti aku minta langsung pelayanan nya bawa ke mobil" ucap Zizi dan akhirnya Pras mengalah

__ADS_1


"Sayang,bawa ini" Pras menyodorkan kartu kredit nya pada Zizi dan diambil Zizi,Zizi tidak munafik harus menolak seperti di sinetron istri yang baik karena memang tugas suami harus menafkahi istri nya toh Zizi juga sudah memberikan kewajiban nya sebagai seorang istri, berbeda dengan awal menikah Zizi memang berniat mengembalikan uang mahar nya karena mereka belum saling mengungkapkan rasa tapi kini sudah berbalik 180°, Mereka sudah saling cinta hanya saja belum ada perencanaan matang setelah ini untuk kelangsungan rumah tangga mereka.


Zizi berjalan memilih sayuran segar dan beberapa cemilan serta kebutuhan dapur,layak nya seorang istri Zizi sibuk memilih kebutuhan rumah tangga nya,mulai dari sampo dia dan Pras,lalu sampai dengan facial wash untuk dia dan Pras semua Zizi beli lengkap tanpa ada yang ketinggalan,saat membayar Zizi mengeluarkan kartu kredit yang di berikan Pras.


"Waah......wah.... ternyata enak ya jadi simpanan,hanya perlu mengangkang saja kartu kredit sudah di dapat kan" sindir Sintia sinis yang tidak sengaja bertemu Zizi saat sedang membayar belanjaan



Zizi menghela nafas panjang ternyata perempuan ini tidak ada habisnya menjadi pengganggu.


"Saya rasa siapa saja akan berbuat demikian jika sedang berada di posisi saya" jawab Zizi santai


"Kamu tidak mencintai Pras,kamu hanya menginginkan uang nya" tuduh Sintia


Zizi membayar semua belanja nya dan segera meminta pelayanan membawa keluar dan menunjuk pada Pras yang sedang menunggu nya di luar.


"Berikan pada suami saya di sana pak" ucap Zizi dan di anggukki pelayanan tersebut



Sebelum pergi Zizi mendekati Sintia.


"Masih banyak lelaki yang lebih kaya,jangan dekati suami saya" tekan Zizi


"Jangan halu kamu,Pras tidak akan mau menikah dengan kamu,aku akan rebut Pras kembali pada ku" ucap Sintia kesal

__ADS_1


Zizi tersenyum kecil dan melambaikan tangan pada Sintia sambil berkata" coba saja kalau bisa!"


Sintia mengepalkan tangannya kesal pada ucapan Zizi.


__ADS_2