Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Jatuh


__ADS_3

"Hanya stres biasa pak,saya sudah resep kan Vitamin dan obat sesak nya juga jangan lupa di berikan pada beliau" ucap dokter Herman.


"Terimakasih dok,maaf jadi merepotkan anda" ujar Bara, karena dia yang meminta dokter Herman untuk datang memeriksa kondisi mama nya, sampai saat ini mama nya tidak mau berbicara pada nya.


"Kalau begitu saya pamit dulu pak Bara,jangan lupa berikan makanan yang bergizi, beliau hanya lelah dan sering telat makan, untuk beberapa hari ini saya sarankan untuk istirahat total ya" ingat dokter Herman dan diangguki Bara mengerti.


Bara berjalan ke arah kamar mama nya mengusap lembut kepala perempuan tua itu,Bara mengerti semua ini karena dirinya.


"Ma...maaf kan aku" bisik Bara lembut di telinga perempuan yang sudah melahirkan nya ini,dia sangat merasa bersalah sudah menyakiti dua perempuan yang dia cintai.


"Ma...." panggil Pras di depan pintu kamar mama nya


Bara melihat kearah sumber suara,dia tau itu suara Pras kakak nya tapi Bara terkejut saat melihat Zizi yang ada di belakang Pras.



Bara menarik sudut bibirnya kecil saat melihat wajah mantan kekasih nya itu baik-baik saja.


Zizi tersenyum kaku melihat mertua lelaki nya dan Bara secara bergantian, meskipun masih ada perasaan canggung Zizi mencoba menepis nya.


__ADS_1


"Mama kenapa pa?" tanya Pras khawatir


"Mama mu kelelahan dan sedikit Stress"


"Ma..ini aku ma,aku pulang ma" bisik Pras lalu mencium kening mama nya.


"Pras...ini kamu nak" panggil Indah pelan lalu membuka mata nya perlahan


"Ma,coba lihat aku bawa siapa" bisik Pras pelan


Zizi berjalan ke arah Pras dan Indah


"Mama" panggil Zizi pelan


Zizi duduk di atas ranjang tempat Indah berbaring, sambil memegang tangan Indah dan mencium nya.


"Aku juga rindu mama,jangan bersedih lagi aku akan sering datang kemari mengunjungi mama" ucap Zizi membuat Indah tersenyum manis, meskipun belum tau apa yang terjadi Indah sudah bahagia di datangi oleh Zizi.


Berulang kali Indah meletakkan tangan Zizi di pipi nya,hal ini bisa di lihat oleh Arum langsung saat Arum hendak menengok keadaan sang mertua karena ada Zizi,Arum hanya menunggu di luar.


Bara sengaja ingin keluar karena dia tak kuasa melihat mama nya yang terus menangis dan memegang pipi Zizi.

__ADS_1


Melihat Bara yang hendak keluar Arum segera pergi tapi karena tergesa-gesa Arum justru terpeleset dan terjatuh dari tangga.


"Aaaaakkkkkkk" pekik Arum terguling sampai ke lantai bawah.


"Arummmm!!!" pekik Bara yang melihat sang Istri tergeletak di lantai dengan darah yang mengalir dari pangkal paha nya.


"Arum" gumam Zizi pelan karena mendengar suara pekikan Bara


Mereka semua keluar melihat apa yang terjadi, ternyata Arum sudah jatuh dan terbaring di lantai,Bara segera berlari dan menggendong Arum.


"Pa..aku bawa Arum ke rumah sakit dulu" pamit Bara yang mulai khawatir.


"Apa yang terjadi pa?" tanya Indah


"Nanti kita susul saja ma,papa juga tidak tau" jawab papa Bara


"Ayo mas kita lihat Arum,aku takut terjadi apa-apa pada nya" ajak Zizi, bagaimana pun juga Arum sedang mengandung,dan Arum adalah sepupu nya.


Pras mengangguk kan kepala nya


"Ma,di rumah saja,biar aku dan Zizi melihat Arum, kondisi mama masih sangat lemah,tidak baik jika harus ikut ke rumah sakit,papa jaga mama di rumah" ucap Pras

__ADS_1


Indah ikut khawatir dengan keadaan Arum karena Arum sedang mengandung cucu nya.


__ADS_2