
Benar saja pagi-pagi sekali mama Indah sudah datang membawa banyak sekali sayur mayur segar dia ingin masak di rumah sang anak hari ini.
"Zi....Zizi....Pras" pekik Mama Indah membuat Zizi dan Pras terbangun
"Mas,suara mama" ucap Zizi merasa lengan Pras
"Nggak mungkin sayang ini masih pagi,mas masih ngantuk" jawab Pras karena semalam Zizi minta Pras untuk terus menggosok punggung nya hingga malam hari
"Iya mas,aku keluar dulu" ujar Zizi hendak bangkit tapi di tahan oleh Pras, lelaki tampan ini justru menarik Zizi untuk di peluknya
"Mas,,lepas biar aku lihat dulu"
"Nanti saja mas masih mau begini dulu" ujar Pras
"Mas,kamu nggak ke kantor ini sudah pukul delapan lo"
"Nggak,aku mau peluk-peluk kamu saja" jawab Pras sambil memejamkan mata nya membuat Zizi menghela nafas panjang,tadi dia mendengar jelas suara mertua tapi kenapa sekarang sudah tidak ada,apa memang hanya halusinasi nya saja.
__ADS_1
"Bi anak-anak belum bangun?" tanya Mama Indah
"Belum bu"
"Ya sudah bantu saya masak ya bi,saya mau bikin makanan sehat untuk Zizi" ucap Mama Indah dan di anggukki dua pembantu Zizi
***
Arum berjalan menuju halte menunggu angkutan umum yang datang agar bisa pergi bekerja, dulu perempuan ini hidup dengan kemewahan oleh Bara tapi kini berbanding terbalik,Arum harus hidup mandiri,dia tidak bisa bersenang-senang seperti dulu lagi karena Arum harus berusaha keras menghidupi dirinya.
Panas matahari pagi mulai menyinarinya membuat Arum menutup wajah nya dengan tas.
Memang benar kata orang barang rampasan tidak akan bertahan lama ini lah yang di rasakan Arum saat ini, ingin sekali bertemu dengan Zizi dan meminta maaf atas semua kesalahannya dulu mungkin saja Arum bisa hidup lebih tenang lagi meskipun tanpa Bara pikir nya.
***
Wangi masakan membuat Zizi membuka mata nya, meskipun sedang hamil Zizi tak pernah menolak untuk makan hanya sesekali saat mandi dia akan muntah beruntung nya sang suami selalu ada untuk nya,Pras tak mau meninggalkan Zizi dalam waktu lama.
__ADS_1
Zizi segera bangkit dan ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak berapa lama dia keluar dengan memakai dress bunga berwarna pink membuat wajah nya semakin cantik.
Zizi mengecup sekilas bibir Pras lalu turun duluan ke bawah karena perut nya sudah terasa lapar..
"Mama!!"
"Sayang,kamu sudah bangun? ini mama masakan makanan bergizi untuk kamu dan calon cucu mama,ada sayuran,lauk nya juga ada,mama tadi buatkan kamu puding sama salad buah,itu susu hamil nya juga sudah mama siapkan" ujar Mama Indah membuat Zizi tak enak hati,sang mertua memang sangat baik dari dulu di tambah lagi dia hamil mungkin mertua nya akan bertambah sayang pagi pada nya.
"Ma kenapa repot-repot begini,kan sudah ada bibi"
"Mama ingin membuat kan makanan sehat untuk cucu mama sayang, tidak apa-apa lah"
"Pras mana?"tanya mama Indah
"Masih di atas ma,biar aku bangunkan"
__ADS_1
"Nggak usah nanti kamu capek lagi,biar mama saja,kamu minum dulu susu nya ya,kalau lapar makan duluan sayang nggak usah nunggu Pras" ucap sang Mertua lalu pergi meninggalkan Zizi
Alangkah bahagianya Zizi saat ini,tak bisa diungkapkan dengan kata-kata lagi, pengkhianat yang di berikan Bara di balas tunai dengan kebahagiaan yang di berikan Pras bahkan sang mertua yang sangat baik pada nya.