Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
perubahan peraturan


__ADS_3

"Jadi bagaimana pak Pras apa kerja sama nya bisa segera di laksanakan?" tanya Alex


"Bisa pak,nanti siapkan semua berkas kontrak nya kirim ke kantor saya agar saya cek segera" jawab Pras


Mata Alex tak berhenti memandangi Zizi yang terlihat duduk manis di sebelah Pras.


"Kalau begitu nanti saya yang akan datang langsung ke kantor pak Pras"


"Tidak perlu repot-repot pak,di kirim saja" jawab Pras cepat dia tau kalau Alex ingin melihat Zizi,lain kali jika bertemu Alex lagi Pras akan membawa Daniel bukan istri nya karena seperti nya Alex tidak percaya kalau Zizi adalah tunangan nya.


"Kalau begitu kami permisi dulu pak, karena masih banyak pekerjaan"


"Kenapa buru-buru pak Pras,kita duduk dulu minum sebentar, sambil ngobrol-ngobrol santai"


"Maaf pak , saya harus mengantar kan calon istri saya untuk mencari perlengkapan pernikahan kami" jawab Pras tegas,dia tidak mau kalau Alex masih berharap pada Zizi


"Oh ..ya sudah kalau begitu maaf sudah menyita waktu kalian" jawab Alex sedikit kecewa


Pras merangkul pinggang Zizi dan segera pamit pulang.


"Mas tidak suka tatapan nya sayang, seperti nya di menyukai mu"ketus Pras


"Aku juga tidak suka mas, tatapan nya seperti singa lapar,aku takut" aku Zizi


"Lain kali jika bertemu dengan nya mas akan membawa Daniel saja,atau kita batalkan saja sayang kerja samanya"


"Jangan mas,kalau di batalkan sia-sia dong pertemuan kita beberapa waktu ini"


"Lalu bagaimana?"


"Aku pasti kan kita tidak bertemu lagi mas,nanti minta pak Daniel untuk menyelesaikan nya" usul Zizi dan di anggukki Pras setuju, bagaimana pun dia tidak suka miliknya di tatap penuh nafsu oleh siapapun juga termasuk Bara adik nya.


"Mas masuk dulu sayang" ucap Pras masuk ke dalam ruangan nya dan diangguki Zizi pelan


"Ting" tiba-tiba ada notifikasi wa grup kantor tapi Zizi engga untuk membuka nya, palingan pemberitahuan rapat akhir bulan pikir nya sambil sibuk menatap layar komputer yang baru menyala.


"Gila!!! kok bisa berubah gini" seru Karyawan yang sedang duduk di kantin untuk makan siang.

__ADS_1


"Kenapa bisa berubah mendadak dapat Ilham dari mana pak Pras" ucap salah satu karyawan lain


"Iya kok bisa ya tih" Celetuk Vina


"Kalau memang boleh pasti banyak yang nikah nih bukan Affair lagi" celetuk Roby karyawan bagian produksi


"Emang nya siapa yang Affair rob?" tanya Ratih, saat ini mereka sedang duduk di kantin kantor.


"Tu buk Selly sama pak Rudi"


"Sembarang kamu,pak Rudi udah punya istri kali Rob" marah Ratih


"Justru punya istri lah makanya mereka Affair,kalau belum nama nya pacar neng"


"Tapi di sini Pak Pras nggak bilang kalau boleh selingkuh hanya bilang di perbolehkan menjalin hubungan dalam satu kantor asalkan masih bekerja profesional dan kamu lihat tu note nya di bawah khusus untuk yang belum punya pasangan,kalau sudah punya pasangan ya nggak boleh" jelas Ratih lagi membuat Robby mengangguk kan kepala nya


"Kok bisa ya peraturan nya di rubah gini,apa jangan-jangan pak Pras menyukai salah satu karyawan nya" tebak Robby


"Kalau iya aku berharap banget itu aku Rob" Celetuk Ratih


"Hey.... nyadar ui,lo bukan tipe pak Pras" jawab Robby cepat membuat Ratih cemberut


"Kadang-kadang elo kesal ya Tih, maksud gue yang lebih cantik dari loe banyak oneng! misal nya Sarah tu anak magang yang baru masuk t*t*k nya aja gede mungkin pak Pras suka yang seperti itu,atau tu si Tari, resepsionis yang bohay atau mungkin -" Robby tampak berpikir sejenak


"Siapa? Zizi!" tebak Ratih


"Jangan!!! enak aja pak Pras dapat Zizi,Zizi tu cewek idola gue,gue udah naksir lama ama Zizi,tih! pas dapat kabar Zizi nggak jadi nikah sama Bara gue seneng bukan main,tapi mau deketin Zizi susah,dia sibuk kerja mulu,pak pas sama Zizi nggak pantas,pak Pras duda cin, mending gue jelas-jelas lajang" aku Robby sambil menepuk dada nya pelan


"Cari celah lah Rob kalau suka" sahut Vina,kalau memang suka itu di perjuangin bukan malah terus di perhatikan


"Kalau gue mending pak Pras dari pada lo, jelas-jelas lebih segalanya,pak Pras mapan,tampan dan jelas kaya-raya"jelas Ratih


"Matre lo" celetuk Robby kesal


"Siapa?" tanya pak Daniel yang baru datang


"Pak,udah lihat grup belum"? tanya Ratih mengalihkan pandangannya pada Daniel yang baru datang

__ADS_1


"Udah"


"Kok bisa berubah gitu ya pak peraturan nya?"


"Mungkin pak Pras kasihan sama yang muda-muda,takut nggak dapat jodoh atau nikahnya ketuaan" jawab Daniel tersenyum kecil


"Kok gitu pak?"


"Secara kalian kerja dari pukul 7 sampai 4 sore,sampai di rumah pukul 6 kalau nggak macet,kalau macet bisa sampai malam,terus sampai rumah capek langsung tidur kan? jadi kapan jadwal cari pacar nya, terkadang Sabtu-Minggu lembur, apalagi untuk karyawan yang baru masuk atau magang harus banyak lembur nya supaya cepat mengerti kalau akhir bulan deadline jadi kapan waktu cari pasangan coba kalau bukan saling lirik di kantor" jelas Daniel dan di anggukki Robby dan yang lain nya setuju.


"Kebijakan ini itu di buat sama bu Indah dulu karena takut ada perselingkuhan di kantor,kalau bebas otomatis nggak ngaruh sama kerjaan tapi kalau ada peraturan jadi lebih takut meskipun nggak terang-terangan tetap punya rasa takut di pecat gitu"


"Jadi kalau peraturan nya udah hilang bebas untuk selingkuh gitu?" tanya Ratih


"Bukan nya tadi loe yang bilang ada note nya di bawah" ucap Robby


"He iya lupa"jawab Ratih terkekeh kecil


"Kembali pada pribadi masing-masing aja lagi,dosa kalian yang tanggung masing-masing bukan,kalau selingkuh bagi yang udah nikah ya dosa,kalau yang belum nikah sah saja menurut saya, mungkin masih memilih di antara yang terbaik, yang jelas pak Pras sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk semangat kerja karyawan nya,kalau kalian salah guna ya kalian yang tanggung resikonya" jawab Daniel santai lalu meninggalkan para bawahan nya ini.


"Gila!! ini sih sama kaya dapat durian runtuh gue,bisa macarin si bohay" Celetuk Robby


"Nggak punya prinsip loe" kesal Ratih melempar kan tisu kotor pada Robby karena baru saja si tampang playboy Robby ini mengatakan menyukai Zizi sekarang sudah mengincar yang bohay.


"Apa an sih lo tih,Rese!!" ketus Robby


****


"Zi...... kamu udah Lihat Grup kantor belum"? tanya Ratih


"Belum!" jawab Zizi masih berkutat pada komputer nya


"Lihat gih,lagi jadi trending topik lo di kantor hari ini"


"Apaan memang nya tih?" tanya Zizi penasaran


"Buka aja, siapa tau kamu tertarik dan ada gebetan gitu" canda Ratih

__ADS_1


Zizi membuka ponsel nya dan membelalakkan matanya tak percaya dengan peraturan baru ini, pasti ini akal-akalan nya Pras supaya hubungan mereka bisa aman.


"Udah nentuin gebetan Zi" canda Ratih lalu segera pergi


__ADS_2