Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
permintaan cerai


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Zizi hanya diam dia takut sang suami marah.Pras pun juga diam dia tak ingin membahas lagi.


Zizi masuk kedalam kamar,dia ingin segera mengganti pakaian lalu tidur,biar lah malam ini mereka larut dalam kekesalan masing-masing besok baru dia akan membujuk Pras pikir nya.


Tapi ternyata pikiran Zizi salah,Pras yang membuka jaket nya segera mendekati Zizi dan memeluk perempuan itu lalu mendudukkan dalam pangkuan nya.



"Kenapa mulai nakal sekarang?" tanya nya serak


"Kamu kenapa ada di situ? suka lihat tatapan lapar para karyawan mu!" tanya Zizi kesal


"Kalau ada tatapan mu juga di sana kenapa tidak" jawab Pras tersenyum menggoda


"Kamu lihat Ratih begitu bersemangat menatap mu, seperti singa betina yang siap menerkam mangsanya"


"Robby juga begitu, bahkan dia terang-terangan memuji mu cantik"


"Astaga, sejak kapan kamu di sana mas?" tanya Zizi sambil menutup mulut nya dengan tangan

__ADS_1


"Sejak kamu baru datang,ingin bersenang-senang tanpa mas...no....no....ini yang terakhir pergi tanpa mas sayang,jika kamu nakal lagi akan mas buat kamu tidak bisa berjalan pagi-pagi"ancam Pras tapi justru Zizi tertawa dengan ancaman itu.


"Mas membuat ku kesal, memutuskan sesuatu tanpa bertanya pada ku" rengek Zizi


Pras langsung menyambar bibir mungil istri nya ini, setiap Zizi merengek Pras tidak bisa menahan untuk tidak mencium nya karena terasa sangat gemas.



Zizi pun dengan senang hati menerima perlakuan Pras toh mereka sudah suami istri, asalkan jangan di kantor saja dia masih takut.


"Mas.....hmmmm" desah Zizi saat tangan Pras berhasil menyelinap masuk kedalam kemeja nya.


Menurut Pras tubuh Zizi nyaris sempurna tak ada alasan baginya untuk berselingkuh karena Zizi memberikan di saat dia ingin dan Zizi berusaha untuk selalu mengimbanginya,Ya setelah kehadiran Sintia Zizi berusaha belajar cara memanjakan suaminya agar tak ada pelakor dalam rumah tangga mereka apalagi Zizi tau Sintia sangat menginginkan sang suami jika dia tak pandai memberikan servis nya bisa-bisa Pras akan terperangkap juga.


"Sayang......Ma-s mau kelu-ar" ujar Pras ngos-ngosan karena saat ini Zizi yang memegang kendali permainan mereka.


"Bersama ma-s" jawab Zizj yang terus menggerakkan pinggulnya di atas sana.


Tak ada lagi kata-kata selain nikmat untuk Pras saat ini,Zizi pintar memanjakan dirinya.

__ADS_1


Di kecup nya puncak kepala Zizi dan tersenyum kecil.


****


Pagi menyapa wajah Arum sudah tidak terlalu pucat lagi karena kondisi nya sudah mulai membaik.


"Mas,kapan aku bisa keluar?" tanya Arum pada Bara


"Mungkin Lusa"


"Mas,aku ingin pulang ke kampung saja" ucap Arum pelan membuat Bara yang sedang menyiapkan makanan Arum terdiam


"Untuk sementara waktu aku di kampung saja mas, sampai proses perceraian kita selesai" lanjut nya membuat Bara terkejut,dia tidak membahas masalah perceraian tapi kenap justru Arum berbicara demikian.


"Sehat kan dulu kondisi mu rum"


"Aku tau mas tidak pernah mencintai ku dan tidak akan pernah, pernikahan itu hanya karena rasa tanggung jawab pada anak ku saja,tapi sekarang dia tidak ada mas bisa bebas dengan kehidupan mas aku pun demikian,aku rela Jika mas gugat cerai dan kembali pada Zizi, mungkin itu salah satu cara agar aku tidak di liputi rasa bersalah pada Zizi" jelas Arum panjang lebar


Ntah harus bagaimana menyikapi permintaan Arum ini,harus bahagia atau menolak pikir Bara,di satu sisi dia juga manusia pasti ada rasa kasihan tapi di sisi lain Bara harus akui kalau dia memang benar-benar ingin kembali pada Zizi memperbaiki hubungan yang sempat retak ini dan menjadi Zizi satu-satunya Ratu di hatinya menebus kesalahan yang pernah dia perbuat.

__ADS_1


"Sembuh kan dulu dirimu" jawab Bara membuat Arum tertunduk.


__ADS_2