
Zizi menggeliat kan tubuh nya karena terasa sedikit lelah akibat pertempuran panas mereka semalam,ini pertama kali nya mereka melakukan aktivitas ranjang di rumah barunya.
Zizi menyingkirkan pelan tangan sang suami dari tubuh nya karena sudah siang dia harus menyiapkan makanan untuk keluarga nya, meskipun ada pembantu Zizi tidak mau di cap malas orang sang ibu.
"Sayang,nanti saja" gumam Pras pelan saat melihat Zizi hendak pergi
"Mas, nggak enak sama mbak Nisya dan ibu,kamu lanjut tidur saja kalau masih lelah ya" jawab Zizi mengecup bibir Pras sekilas
Zizi dan Pras sudah ambil cuti untuk rencana resepsi mereka yang tinggal menghitung hari ini.
"Pagi bu,maaf telat ya" ujar Zizi tersenyum kecil
"Maklum bu masih pengantin baru" goda Nisya membuat Zizi malu
"Sarapan apa Bik?" tanya Zizi pada sang pembantu
"Ini buk masak ayam balado sama Sayur capcay terus udang goreng"
"Kom udah masak yang berat aja bik"? tanya Zizi bingung
"Ibu yang minta Zi, maklum lah perut orang kota sama orang kampung kaya' ibu beda jauh,mana bisa ayah mu di kasih roti panggang atau telor dadar itu" jawab sang ibu menunjuk roti dan omlet yang sudah di sediakan sang pembantu
"Itu omlet bu,bukan telor dadar" jawab Zizi sedikit terkekeh
__ADS_1
"Iya,apa lah itu nama nya,ibu nggak bisa Zi, belum afdol kalau belum sarapan nasi"
"Orang biasa ke ladang ya bu,jadi harus ada tenaga nya" timpal Dimas sang kakak dan di anggukki oleh ibu Zizi
"Ya...nggak papa kok bu,mana yang buat ibu nyaman aja ya" ucap Zizi lagi
"Oh ya Zi,si Arum ada di kampung kata bude Sri dia habis keguguran,apa iya Zi? dia kan baru nikah kok bisa keguguran gitu"
"Siapa aja bisa kok bu keguguran asal kan memang hamil,iya kan mbak Nisya??" tanya Zizi dan diangguki Nisya
"Aku juga baru denger dari mama Indah kemarin kalau Arum sudah di talak suaminya"
"Untung bukan kamu ya Zi yang di talak,ibu bersyukur nak kamu di nikahin nak Pras meskipun awalnya cuma untuk menolong kita tapi kini kamu terlihat bahagia"
"amiin... seorang ibu akan selalu menyelipkan do'a untuk anak-anaknya,baik kamu maupun Dimas ibu mau nya kalian sama-sama akur dalam berumah tangga"
"Iya bu"sahut Zizi tersenyum kecil
"Jadi sekarang apa kegiatan Arum di kampung Mbak?" tanya Zizi pada sang ipar
"Masih di rumah saja Zi,dia baru pulang seminggu ini,mbak juga belum bertemu hanya mendengar kan kabar dari para tetangga saja"jelas Nisya
"Pagi...." Sapa Pras yang baru turun
__ADS_1
"Mas mau sarapan dulu atau ngeteh?" tanya Zizi
"Roti panggang saja sayang,nanti saja Teh nya,mas mau ajak ayah keliling komplek nanti"
"Ayah kurang suka maa kalau keliling komplek lihat rumah,tapi kalau keliling lihat tanah kosong baru suka" jawab Zizi membuat Pras mengerutkan keningnya tak mengerti
"Kalau tanah kosong itu mas ayah akan berpikir mau di jadikan lahan apa nantinya, kerbau kah atau empang ikan" lanjut Zizi dan di sahut tawa dari sang ibu,Zizi sudah hapal betul kebiasaan sang ayah hingga bisa menebak isi kepala nya
"Iya Pras ayah mu itu paling nggak suka diam"
"Oh ya sayang tadi mama telpon kata nya hari ini akan ada orang salon yang datang,kata mama kamu perlu luluran dulu"
"Sebenarnya sih nggak perlu mas,tapi nggak papa lah hitung-hitung bisa hilangin capek aku"
"Ya,mas mau ajak Mas Dimas sama Zean ke butik ambil pakaian pengantin nya"
"Ya sudah kalian para lelaki keluar saja biar kami para wanita menikmati waktu kami" ujar Nisya yang juga ingin merasakan luluran salon.
"Zean mau jalan-jalan?" tanya Pras dan diangguki Zean cepat
"Ya sudah panggil kakek dulu Ze,ajak sarapan setelah itu om Pras mau ajak keluar" perintah Zizi pada keponakan nya ini.
"
__ADS_1