Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
pingsan


__ADS_3

"Siapa yang datang tadi sayang?" tanya Pras yang sudah segar kembali setelah mandi


"Kurir paket" jawab Zizi pelan,dia sengaja tidak mau mengatakan Sintia karena akan mengganggu pikiran Pras nanti nya.


Zizi bertekad akan mempertahankan rumah tangga nya,dia yakin Pras mencintai nya tidak sama dengan Bara.


"Sayang sudah dong beres-beres nya,mas juga mau duduk di pangkuan kamu" ujar Pras manja, dari tadi dia melihat Zizi yang tidak berhenti beberes apartemen nya.


"Mas, Senin-Jumat aku bekerja,cuma hari ini jadwal ku beberes mas,besok kita mau ke rumah mama tidak ada waktu lagi,dalaman kotor nya juga sudah menumpuk" jelas Zizi


"Kalau begitu mas sewa Art mingguan saja bagaimana?" tanya Pras


"Tidak!! pekerjaan nya tidak begitu sulit mas,hanya mencuci pakai dalam ku dan kamu selebihnya di laundry,kalau untuk bersih-bersih aku bisa sendiri" tolak Zizi,bukan tanpa alasan Zizi tidak suka kamar pribadi nya di bersihkan Art jadi Zizi masih merasa mampu membersihkan sendiri.


"Terserah kamu saja tapi kalau merasa lelah jangan di kerjakan sayang" ucap Pras


Zizi menemani Pras makan siang setelah semua beres.



"Sayang,kamu yakin mau ke rumah mama?" tanya Pras sambil mengunyah makanan nya


"Hmmm...."


"Jika bertemu Arum dan Bara?"


"Kenapa memang nya kalau bertemu mereka, tidak ada masalah bukan!" jawab Zizi cuek sambil terus menguyah makanan nya


"Yakin? nggak nangis" tanya Pras lagi


"Ya...kamu tidak percaya,ayo sekarang kita ke rumah mama" tantang Zizi,dia sedikit keras dengan ucapan suaminya


"Tidak!!! tidak aku percaya sayang"jawab Pras cepat

__ADS_1


****


"Ma,di makan dulu nasi nya nanti keburu dingin" ucap Arum tapi tetapi Indah tetap saja cuek


"Ma,makan dulu,nanti kamu malah sakit"ujar Papa Bara


"Sakit ini belum sebanding pa dengan sakit nya hati Zizi di khianati dia" tunjuk Indah pada Arum, bukan tanpa alasan Indah memang sangat membenci pengkhianat karena dia pernah di khianati suaminya dulu tapi Indah berusaha untuk memaafkan suaminya karena mengaku salah dan tidak akan mengulangi lagi tapi kini Bara melakukan nya pada Zizi perempuan yang sudah di sukai untuk menjadi menantu nya.


"Nafsu makan ku seketika hilang melihat dia pa"


Arum menangis tertunduk,dia tau apa yang dia lakukan salah, bahkan sampai saat inipun Bara tak sekalipun menyentuh nya setelah menikah membuat Arum memendam hasrat nya sendiri.


Arum memilih pergi meninggalkan meja makan dari pada membuat mertua nya tidak bernafsu untuk makan.


"Ma,,Arum dan Bara juga manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan,maaf kan mereka ma,aku saja yang dulu melakukan kesalahan bisa kamu maaf kan kenapa Bara dan Arum tidak?"


"Pa,,aku tau perasaan Zizi saat ini,aku pernah ada di posisi dia pa,rasa nya di khianati sakit apalagi Arum dan Bara menikah,aku yakin hingga saat ini Zizi belum mampu keluar dari keterpurukan nya, apalagi jika keluarga Zizi menghubungi ku nanti,apa yang harus aku jawab pa,apa???" ujar Indah sedikit berteriak


"Ma,nanti papa akan usahakan bicara pada Zizi tentang masalah ini" bujuk papa Bara


"Ma....mama!!! ma,,kamu kenapa?" cemas papa Bara


"Bik.....Bibi,tolong bantu nyonya bik" pekik nya


"Astaga, nyonya"


"Bik tolong bantu saya bawa ke kamar"


"Iya tuan" sang bibi membantu membawa nyonya nya masuk ke dalam kamar


"Hubungi Bara dan Pras segera bik" perintah papa Bara dan di anggukki Sang bibi.


****

__ADS_1


"Mas...sudah,aku mau merapikan pakainya" ujar Zizi sedikit kesal pasalnya dari Pras membuntuti nya dan mengganggu aktivitas nya .


"Satu ronde setelah itu boleh mengerjakan apapun" ucap Pras membuat Zizi menghela nafas panjang


"Kalau aku tidak merapikan baju-baju ini besok akan keteteran mas,lusa kita sudah kekantor"jelas Zizi


"Ayo lah sayang, sekali saja" bujuk Pras menarik Zizi kedalam pelukannya dan menggelitik kecil.


"Mas....sudah, ampun"desah Zizi saat Pras menggelitik pinggang nya


Pras menghentikan aksinya dan wajah mereka saling pandang, terlihat jelas rona bahagia Zizi.



Tiba-tiba ponsel Pras berbunyi saat Pras hendak mencium Zizi.


"Mas,, angkat dulu" ujar Zizi menunjuk ponsel Pras yang tergeletak di atas meja.


Pras menghela nafas panjang siapa orang yang mengganggu nya di saat hari libur bersama istri nya ini.


"Hallo" bentak Pras


"Ha-llo pak Pras,ini bi-bi" ujar Sang pembantu ketakutan


"Iya bi" jawab Pras menurunkan nada bicara nya


"Nyonya..... nyonya pingsan pak,tuan minta bapak segera datang"


"Pingsan??? ya saya segera ke sana Bik" jawab Pras cepat lalu menutup ponselnya


"Sayang,,mama pingsan! mas harus segera pulang"


"Mas,aku ikut" ujar Zizi ikut bangkit

__ADS_1


"Ganti pakaian mu, kita berangkat" ucap Pras dan diangguki Zizi patuh.


__ADS_2