Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
mesra


__ADS_3

"Kamu apa-apa an sih mas,pake mau di pijitin kepala segala sama mereka" kesal Zizi saat dirinya sudah sampai di ruang Pras


"Siapa yang bilang mau di pijit, orang dia yang nawarin kok"


Zizi menghempas kan tubuh nya di atas kursi di depan meja kerja Pras membuat Pras tersenyum sendiri melihat kecemburuan sang istri.


"Sayang bukan nya kamu yang mengatakan kalau aku harus jadi artis profesional sekarang kenapa malah marah begitu?" tanya Pras sambil berdiri



"Terus kenapa nanya-nanya gitu,kalau macam-macam awas ya mas,aku lapor mama" ancam Zizi cemberut membuat Pras tertawa kecil



"Cie yang udah ada bodyguard nya" goda Pras menarik tangan Zizi kedalam pelukannya,di cium nya berkali-kali puncak kepala istri nya ini.


"Tidak akan ada yang bisa menggantikan posisi kamu sayang" bujuk Pras tapi Zizi makin cemberut.


Pras mengusap kecil perut Zizi dan beralih ke benda kenyal yang masih tertutup rapi di dalam stelan kantor nya ini.


"Mas....." desah Zizi membuat Pras ******* bibir istrinya ini rakus.


"Nanti ada yang lihat seperti kemarin" ucap Zizi


Pras mendudukkan Zizi di atas meja dan menekan remote control untuk mengunci ruangan nya.

__ADS_1


"Sekarang tidak akan ada yang lihat bukan,lagi pula ruangan ini kedap suara sayang jangan khawatir mereka tidak akan mendengarkan apapun di luar sana"ujar nya tersenyum mesum


Yang tadi nya khayalan Pras hanya minum kopi sambil berbaring di paha mulus istri nya ini sekarang justru berubah,Pras ingin Zizi melayani nya di kantor,mau tak mau Zizi menuruti kemauan Suaminya.


"Mas,,jangan di buat merah,aku tidak bawa foundation untuk menutupi nya" ucap Zizi saat Pras mulai menjelajahi lehernya


"Sayang,ini manis sekali" racau Pras saat mulai merayap ke arah bawah membuat Zizi semakin kuat mendesah.


"Aaakkkkk"


****


"Kita harus minta jadwal pak Pras setiap hari nya pada Zizi agar saat pak Pras free kita bisa bertemu setidaknya makan siang lah agar bisa lebih dekat" ucap Ratih


"Bagaimana menurut mu Vin?" tanya Ratih yang melihat Vina hanya bengong sendiri


"Aku masih kecewa berat tih,andai saja tadi aku bisa pijit pak Pras pasti tangan ku sudah dia cium dan sekarang mungkin aku dan dia sedang--"


"Sedang apa?" Tanya Nita penasaran saat Vina tak meneruskan lagi ucapnya


"Ah....pokok nya sedang itu deh,nggak bisa di bilang di sensor untuk anak di bawah umur" jawab Vina membuat Nita dan Ratih mencebik kesal.


***


"Mas,udah dong jangan di ganggu lagi,tadi kan udah"

__ADS_1


"Mas masih belum puas sayang"


"Mas ini yang pertama dan terakhir ya main di kantor soalnya aku takut"


"Kenapa takut kita suami-istri,bukan pasang selingkuh" jawab Pras santai sambil tersenyum mencium tengkuk Zizi yang sedang merapikan pakaian nya setelah mandi


"Aku tu takut kalau-kalau ada yang ngintip sama curiga gitu lagi pula ini jam kerja bukan jam nya mesra-mesraan"


"Sayang mas nggak mau ya jadwal mesra-mesraan nya di atur-atur,kalau mas mau ya langsung aja"


"Enak di kamu dong" jawab Zizi sedikit kesal dengan permintaan sang suami


"Mau jadi istri Sholeha nggak?"tanya Pras


"Ya nggak gitu juga kali mas,harus ada waktu nya"


"Dosa lo yang nolak keinginan suami"ucap Pras membuat Zizi terdiam


"Bukan nya nolak mas kalau di rumah mah ayo aja ini di kantor cintaku" jawab Zizi membuat Pras semakin gemas bahkan Pras menggigit kecil pipi Zizi sehingga perempuan itu menjerit.


"Udah ah....kamu mau nya itu mulu,aku keluar dulu, kamu cek lagi berkas tadi nanti aku kirim email nya" ucap Zizi mengecup pipi Pras sekilas lalu keluar"


Pras duduk tersenyum di atas kursi kebesaran nya tak pernah dia membayangkan kalau dia dan Zizi akan menjadi suami istri sungguhan dan sebentar lagi akan mengadakan resepsi yang pasti nya akan di ketahui orang banyak.


Senyum bahagia terus mengembang di pipinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2