
"Ting tong"
Suara bel apartemen mengangetkan Zizi yang tengah tertidur pulas di atas sofa, setelah pergulatan panjang mereka semalam membuat sepasang pengantin baru ini tertidur bahkan tidak menyadari lagi kalau mereka semalam tidur di sofa luar dan melewati makan malam.
"Mas..... bangun, pindah ke kamar" bisik Zizi mesra
"Sebentar lagi sayang"jawab Pras masih dengan mata terpejam dan menarik Zizi dalam pelukan nya.
"Tingtong"
"Mas,ada tamu kamu pindah dulu gih ke kamar,biar aku yang buka" ujar Zizi mencium pipi Pras gemas
"Pakai baju mu dulu Sayang" ingat Pras segera bangkit dan berjalan ke arah kamar mereka dengan tubuh t*lanj*ng
"Tidak ada malu nya kamu ya mas" oceh Zizi
"Telat sayang,kamu sudah melihat dan merasakan semua nya" sahut Pras sedikit keras membuat Zizi senyum sendiri
Zizi segera memakai baju nya kembali dan berjalan cepat ke arah pintu.
"Siapa pagi-pagi yang mengganggu hari libur ku" omel Zizi
"Clek" Zizi membuka pintu dan melihat Sintia yang sudah berdiri di hadapan nya.
__ADS_1
"Kamu!!!" ujar Sintia terkejut melihat Zizi ada di apartemen Pras dengan tampilan bangun tidur yang masih acak-acakan.
"Mana Pras?" tanya Sintia ingin menerobos masuk tapi di halangi Zizi
"Jangan sembarang masuk saya bisa teriak kamu maling " ancam Zizi membuat Sintia menghentikan langkahnya dan melirik sekilas ke arah pakaian yang berserakan di lantai.
"Ternyata kamu sudah menjadi simpanan Pras hingga dia bisa melupakan ku"
"Sudah berapa kali aku peringatkan jangan sembarang bicara, kamu tidak tau apa yang terjadi sebenarnya"
"Aku tak ingin berdebat dengan mu,jika aku punya ladang uang nya kenapa aku harus menerima tawaran bodoh mu" jawab Zizi ketus
"Sialan.... wanita pelacur" maki Sintia
Zizi mendekat pada Sintia dan menampar nya
"Plak...."
"Pergi dari apartemen ku sebelum semua orang menghajar mu di sini"ucap Zizi
__ADS_1
Sintia memegang pipi nya yang terasa perih akibat tamparan Zizi, ternyata Zizi lebih berani dari pada Airin.
Sintia mengepalkan tangan nya kesal karena tidak bisa membalas Zizi.
"Aku akan balas kamu lebih dari ini,aku akan membuat mu malu" tunjuk Sintia pada Zizi lalu pergi
Zizi menghela nafas panjang, bisa-bisa nya Sintia mendatangi apartemen Pras,apa dulu sewaktu mereka pacaran Sintia sering kemari pikir Zizi negatif.
Zizi masuk kembali dengan membanting pintu.
Dia memunguti pakaian Pras yang tercecer,hari ini Zizi ingin membersihkan apartemen dan mencuci pakaian kotor dia tidak ingin memikirkan kedatangan Sintia tadi toh perempuan itu hanya masa lalu suaminya,dia percaya Pras sepenuhnya.
***
"Aaaarrrr" Sintia melempar semua benda yang ada di hadapan nya,dia kesal kenapa Pras justru jatuh dalam pelukan sang sekretaris,apa karena Sang sekretaris memberikan tubuh nya cuma-cuma pikir Sintia..
"Aku mencoba mengikhlaskan kamu dengan Airin mas,tapi setelah Airin tiada kamu juga tidak bisa menerima ku" geram Sintia
"Apa kurang nya aku mas hingga kamu tak menatap ku sekalipun"
Sintia menghela nafas panjang
"Oke... tenang Sintia jika memang sekretaris murahan itu bisa mendapatkan Pras dengan tubuh nya kenapa kamu tidak,aku akan menemui mu di kantor mas,akan aku berikan servis terbaikku hingga kamu tak bisa melupakan nya" ujar Sintia tersenyum licik
__ADS_1