Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
istri sah


__ADS_3

Hari ini Zizi lebih banyak diam,dia sengaja berjalan sendiri saat turun dari mobil Pras.Mood perempuan cantik ini benar-benar sedang tidak baik.



"Zi..." panggil Ratih saat melihat Zizi sendirian



"Pak bos mana?"


"Mungkin masih di jalan" jawab Zizi lemah


"Kamu kenapa Zi, pucat begitu! sakit?"


"Sedang nggak enak badan Tih" jawab Zizi mencoba tersenyum


"Zi...gimana yang kemarin"? tanya Ratih penasaran


"Apa?" tanya Zizi balik,dia benar-benar tak bisa berpikir jernih saat ini


"Soal makan di luar"


"Aku tidak bisa tih,maaf"


"Kenapa Zi?" tanya Ratih heran


"Aku mundur dari persaingan kalian"


"Ha...kenapa mundur?" tanya Vina


"Seperti nya aku tidak bisa ikut bersaing, pikiran ku sedang kacau" jawab Zizi lalu segera pergi,dia benar-benar tak ingin berbagi cinta sedikit pun pada orang lain,Zizi takut Pras beranggapan ucapan Bara itu benar padahal dia hanya iseng menangapi ucapan para teman nya ini.


"Terus kita bagaimana?" Tanya Vina


"Kalau Zizi mundur ya sudah kita saja,bukan nya kurang satu pesaing kita"


"Kalian di sini,aku pikir kalian belum datang " sapa Nita


"Nit,sini! Zizi tidak ikut bersaing lagi" lapor Vina


"Kenapa?"



"Tidak tau, mungkin kekasih nya marah"


"Kekasih! Zizi tidak punya kekasih,dia baru di tinggal nikah oleh Bara" jawab Nita


"Sudah lah jangan pikirkan Zizi lagi, pikirkan bagaimana cara kita bisa membuat pak Pras jatuh cinta di antara kita bertiga" sahut Ratih dan di anggukki Vina.

__ADS_1


***


"Sayang...makan dulu" ajak Pras


Zizi melirik ponsel nya sudah pukul 12 siang.Zizi segera bangkit untuk memesan makanan dia dan Pras.


"Sayang,besok kita harus bertemu Notaris untuk pengalihan nama rumah" ucap Pras di sela makan siang mereka



"Rumah!"


"Ya,mas sudah membeli satu rumah untuk kita tempati setelah pernikahan resmi kita,dan rumah itu akan mas jadi kan milik kamu sebagai hadiah pernikahan kita" jelas Pras


"Tapi mas-"


"Selama menikah mas belum pernah memberikan kamu Hadiah bukan,jadi jangan menolak ini untuk kita tempati bersama anak-anak kita nanti" potong Pras



"Mas,ini akan semakin memperburuk keadaan mas, pasti setelah ini Bara menuduh ku Matre"


"Kenapa harus memikirkan Bara sayang, yang menjalani pernikahan kita bukan Bara dan yang menjadi suami kamu mas bukan Bara,tak ada alasan untuk kamu menolak nya,Mas akan berusaha kuat untuk membuat kamu bahagia meskipun nyawa mas taruhan nya" tegas Pras membuat hati Zizi terenyuh,Pras benar-benar lelaki bertanggung jawab.


"Terima kasih mas " ujar Zizi pelan dan di anggukki Pras.


***


"Pulang Zi?" tanya Ratih dan diangguki Zizi


"Yuk...turun" ajak Ratih,Ratih bermaksud ingin mengajak Zizi serentak turun ke lantai bawah karena ingin mengorek informasi makanan kesukaan Pras.


"Jadi pak Pras tidak suka makanan berlemak ya Zi, pantas saja badan do'i keren ya,nggak kaya si Robby"ujar Ratih sambil terkekeh kecil karena ada Roby di sebelah mereka.


"Terus suka jus nggak zi?"tanya Vina


"Suka,tapi hanya beberapa buah saja, seperti stroberi, Mangga dan Jambu merah"


"Selain itu?" lanjut Nita


"Tidak ada lagi"


"Kamu cukup paham ya Zi" sindir Daniel,Daniel sebenarnya tau kalau Zizi dan Pras sudah menikah tapi Daniel memegang kuat janji nya pada Pras untuk tidak bercerita terlebih dahulu sebelum resepsi di gelar.


"Ya paham lah sudah hampir lima tahun jadi asisten pak Pras" celetuk Ratih


"Pelacur!!!!" panggil seseorang membuat mereka terhenti


Zizi terdiam melihat sosok Sintia di hadapan nya.

__ADS_1


Sintia mendekat ke arah Zizi membuat Zizi sedikit gugup,dia belum mau semua ini terbongkar.



"Sintia jaga ucapan mu" bentak Daniel


"Kenapa? apa kamu juga pernah memakai nya hingga kamu marah aku menyebut nya seorang pelacur" ujar Sintia lagi


"Aku tak ingin keributan di sini" ucap Zizi pelan


"Kamu takut jika mereka mengetahui siapa kamu sebenarnya,ck masih punya malu!!" Sintia berkata seolah dia yang akan memenangkan semua ini.


"Asal kalian tau perempuan yang di hadapan kalian ini sebenarnya seorang pelacur yang berkedok menjadi sekretaris,dia adalah pemuas nafsu bos kalian Pras" tunjuk Sintia membuat semua nya kaget.



"Kamu sudah keterlaluan Sintia,Zizi tidak seperti yang kamu tuduh kan" jawab Daniel


Zizi hanya diam membisu,air mata nya turun,Pras yang baru datang melihat kerumunan segera mendekat.


"Kamu masih mau mengelak lagi! aku sendiri yang melihat kamu berciuman dengan Pras di mobil dan aku selalu memata-matai kalian jika pulang ke apartemen,aku berbicara memiliki bukti kuat" ucap Sintia membuat semua nya tak percaya ternyata Zizi sudah melangkah jauh dari mereka.


"Pelacur murahan seperti mu tidak pantas berada di perusahaan ini"


"Plak....."


Satu tamparan di layangkan Zizi pada Sintia,Zizi cukup sabar menghadapi Sintia selama ini tapi sikap Sintia semakin memojokkan nya.


Sintia ingin membalas tapi di tahan oleh Pras hingga Pras lah yang menjadi sasaran tamparan Sintia.



"Jangan sesekali menghina Zizi,Sintia!" pekik Pras marah


"Kenapa? apa karena kamu sudah merasakan tubuh nya sehingga kamu begitu marah Pras...sadar dia bukan perempuan baik-baik Pras dia hanya menginginkan uang mu, setelah itu dia akan mencampakkan mu dan mencari mangsa baru seperti dia mencampakkan Bara" jelas Sintia berapi-api


"Kamu tidak tau cerita nya jadi jangan berasumsi sendiri" jawab Pras


"Tidak tau!!! kamu pikir aku tidak tau,saat ini hubungan kamu dan Bara merenggang gara-gara dia!! dia perempuan yang tidak tau diri Pras,dia penggoda!"


"Plak...."


Kali ini Pras yang menampar Sintia karena sudah tidak tahan mendengar cacian Sintia pada sang istri.


"Untuk kamu dan kalian ketahui kalau Zizi adalah istri saya, istri sah saya dan kami sudah menikah satu bulan yang lalu di kampung halaman Zizi" tekan Pras membuat semua nya terkejut


Pras menarik tangan Zizi untuk keluar dari kantor.


Daniel langsung mendekat pada Sintia yang masih terdiam dengan penjelasan Pras.

__ADS_1


"Jika tidak tau kebenaran nya cukup diam,jangan memiliki opini sendiri yang ujungnya hanya mempermalukan diri kamu sendiri " ujar Daniel tersenyum sinis


"Bubar!!!" lanjut nya lalu segera pergi.


__ADS_2