
Zizi makan dengan lahapnya membuat Pras merasa semakin aneh.
"Apa iya Zizi sedang isi" batin Pras karena memang tidak tau perbedaan wanita hamil dengan tidak.
"Biasanya nggak kaya gini"
"Sayang,kamu ada telat nggak?"tanya Pras
"Telat apa mas?"
"Menstruasi"
Zizi terdiam sejenak memikirkan ucapan sang suami.
Wajah Pras tegang menunggu jawaban Zizi.
"Sebenarnya sudah telat seminggu lebih mas,tapi aku belum berani cerita,takut nya belum isi karena jadwal menstruasi ku berbeda-beda terkadang suka maju dan terkadang mundur aku sendiri tidak mengerti menghitung nya" jawab Zizi jujur membuat Pras tersenyum kecil
"Yang bener sayang?" tanya Pras dengan wajah penuh pengharapan dan di jawab anggukan oleh Zizi pelan.
__ADS_1
"Ayo kita periksa" ajak Pras
"Nanti saja mas sepulang kerja aku mengantuk" jawab Zizi menguap, setelah perut nya di isi justru Zizi mengantuk.
"Ya sudah istirahat saja dulu sayang,mas buat janji dulu sama dokter nya"ucap Pras dan di anggukki Zizi.
***
"Jadi istri saya beneran hamil ini,Dok?" tanya Pram nyaris tidak mempercayai penglihatannya sendiri. Kedua tangannya bergetar saat membaca hasil urine sang istri dari laboratorium Rumah sakit ternama itu.
"Benar, pak. Saat ini kandungan Ibu telah berusia empat minggu. Selamat ya, pak..Bu?" Dokter kandungan bernama Sinta itu adalah sahabat baik Bara,dia ikut berbahagia melihat senyum yang terus terkembang di wajah Pras dan Zizi pasangan muda ini.
"Tentu saja, dokter. Saya akan menjaga kandungan istri saya ini sebaik mungkin, karena ini akan jadi cucu pertama di keluarga saya. Saya juga akan selalu mengingat pesan-pesan, dokter" jawab Pras
Zizi tak bisa membendung air mata nya lagi,dia akan jadi seorang ibu muda.
"Sayang terimakasih,kamu sudah membuat ku menjadi lelaki paling beruntung di dunia ini, pasti mama akan bahagia mendengar berita ini sayang " ujar Pras mencium tangan sang istri mesra membuat siapa saja iri dengan pasangan ini.Pras memperlakukan Zizi sangat manis.
"Saya akan resep kan vitamin nya dan jika ada keluhan segera datang kemari jika tidak kalian bisa kembali lagi bulan depan untuk melihat perkembangan si kecil ya,jangan lupa makan makanan bergizi dan minum susu hamil ya bu,peran bapak nya juga penting untuk membuat sang ibu rileks " jelas sang dokter dan di anggukan Pras pelan
__ADS_1
"Terima kasih ya dok,kami pamit pulang dulu" ujar Pras segera menuntun Zizi keluar dari ruangan sang dokter.
Pasangan muda ini melangkahkan kaki menuju parkiran dengan senyum yang terus terkembang di bibir mereka. Pras mendekap surat dari laboratorium rumah sakit di dada nya. Ia masih seperti tidak percaya kalau istri nya sekarang sedang mengandung anak nya,buah cinta mereka.
"Mas kenapa di dekap terus?"tanya Zizi
"Mas bahagia sayang, akhirnya penantian panjang mas berbuah manis, terimakasih cintaku untuk semua pengorbanan nya" ucap Pras mencium kening Zizi saat mereka sampai di parkiran
Pras membuka pintu mobil dan mempersilahkan Zizi untuk masuk.
"Di genggam nya erat tangan Zizi dan di ciumnya berkali-kali, perasaan Pras saat ini tidak bisa di gambarkan lagi sangking bahagia nya.
"Mas mau kasih kabar sama mama, pasti beliau histeris nanti sayang,mas nggak bisa bayangkan gimana heboh nya mama nanti kalau tau menantu kesayangan nya ini tengah hamil cucu nya"ucap Pras
"Nanti saat sampai di rumah saja mas,nanti mama nelponin kita terus mas,ini masih di jalan"
"Mampir dulu ke mini market sayang,kamu harus beli susu hamil,mas mau borong semua nya"
"Mas jangan berlebihan" ingat Zizi
__ADS_1