Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
bucin


__ADS_3

Zizi segera bangkit dari tempat tidur nya setelah alarm berbunyi.


Ya... waktu nya menjalankan rutinitas seperti biasa nya untuk Zizi dan Pras.


Zizi segera mandi,hari ini dia akan memasak sarapan kecil saja karena Pras ada jamuan dari Pt.Angkasa untuk kelanjutan kerja sama sudah pasti akan menyediakan makanan yang cukup berat, jika Pras sarapan banyak dia tidak akan bisa mengisi perut nya lagi sampai jam makan siang,Zizi selalu memperhatikan makanan suaminya ini, karena jika saat pertemuan tidak di makan akan sangat berpengaruh buruk terhadap Pras, sudah pasti di bilang sombong atau blablabla lain nya.


Zizi sedang membuat sarapan dengan khusuk , tiba-tiba ada tangan kekar yang memeluk nya dari belakang.



Zizi sudah pasti tau siapa pemilik tangan kekar tersebut,bahkan Pras ikut membantu Zizi.


"Mas,jangan mengganggu ku,ini sudah siang mas!"


"Sayang kenapa selalu pergi saat mas terbangun,mas tidak bisa jauh-jauh dari kamu"rengek Pras manja


"Aku harus menyiapkan sarapan kita mas, tidak mungkin aku bangun sama dengan jam kamu bangun bisa-bisa kita telat dan tidak sarapan" jawab Zizi sedikit mengoceh menatap sang suami.



"Ayo makan sarapan nya,hari ini aku hanya memanggang roti mas karena jam 10 nanti kamu ada jamuan dari pak Alex,oh ya mas nanti kita jenguk Arum ya mas,aku ingin tau keadaan nya"


"Arum atau Bara" ujar Pras sedikit cemburu


"Arum lah mas,kenapa juga harus Bara,udah nggak ada rasa kali!" jawab Zizi mencolek dagu suaminya ini dan melayangkan satu ciuman singkat.

__ADS_1


"Sudah mulai berani kamu ya yang"


"Sama suami sendiri apa salah nya"


"Ayo sarapan lalu bersiap pergi" ajak Zizi dan diangguki Pras patuh.


***


Di perjalanan Pras tak melepas tangan Zizi dari tangan nya,hati Pras sangat bahagia bisa menjadi suami perempuan yang sudah di incar nya lama ini.



"Mas perhatian jalan nya" ucap Zizi tapi tak di hiraukan oleh Pras dia terlalu enggan melepas tautan tangan mereka.


terlihat jelas rona bahagia terpancar dari wajah pengantin baru ini



"Pulang ke apartemen dulu mas,ganti pakaian"


"Oke"


Zizi ingin segera turun tapi ditahan oleh Pras


"Sayang cium dulu" pinta Pras

__ADS_1



Zizi segera mengikuti kemauan suami nya ini memberikan ciuman singkat di bibir Pras lalu segera turun sebelum ada yang melihat mereka.


"Pagi..."


"Pagi pak"


"Pagi"


Sapaan para pegawai kantor membuat Pras tersenyum kecil sedangkan Zizi terlihat hanya tertunduk, beruntung semua karyawan sering melihat mereka bersama jadi tak ada yang curiga atau pun mempermasalahkan nya jika bos dan sekretaris ini sering pergi serentak.


"Sayang nanti panggil Daniel ke ruangan mas,ada yang harus mas bahas" pinta Pras dan di anggukki Zizi


Rutinitas pertama yang di kerjakan Zizi adalah membuat jadwal Pras hari ini.


"Pak Daniel di minta pak Pras ke ruangannya sekarang" ujar Zizi melalui sambungan telepon nya tak lama kemudian Daniel datang.


"Kenapa Zi bos manggil pagi-pagi?" tanya Daniel


"Nggak tau pak" jawab Zizi memang tidak mengetahui apapun.


Hanya sepuluh menit Daniel berada di ruangan Pras lalu keluar.


Zizi masih sibuk dengan pekerjaan nya di depan komputer hingga tak sadar Pras terus memperhatikan nya dari depan pintu ruangan nya.

__ADS_1


"Sungguh cantik... bahkan sangat cantik" gumam Pras tersenyum kecil hingga tak bisa melepas kan pandangan nya dari Zizi, beruntung Bara menyelingkuhi perempuan ini hingga dia bisa menikahi Zizi dan berakhir bucin seperti ini.


__ADS_2