
"Huek....huek...."
Zizi memuntahkan isi perutnya di kamar mandi membuat Pras terbangun dan khawatir pada kondisi sang istri.
"Sayang kamu sakit?" tanya Pras
"Mungkin masuk angin mas"
"Sini mas gosokin minyak angin ya,kamu sih di bilangin ngeyel kan mas bilang langsung pake baju tadi kamu nya betah bugil gitu" oceh Pras, setelah melakukan aktivitas panas mereka Zizi justru menutup tubuh nya dengan selimut tebal tanpa memakai pakaian padahal Pras sudah mengingat kan nya tadi.
Setelah membalur kan minyak Angin Pras memasang baju untuk Zizi yang masih terbaring lemas.
"Mas laper" rengek Zizi
Pras melirik kearah jam dinding di kamar mereka pukul 2 pagi, tumben istri nya ini kelaparan padahal tadi Zizi sudah makan malam apa karena tenaganya terkuras habis dengan permainan mereka tadi atau karena muntah.
"Mau makan apa sayang?" tanya Pras lembut
"Mau nasi goreng buatan kamu mas"
"Tunggu di sini ya mas buat dulu"
"Mas....!!! aku ikut mau lihat mas masak" rengek Zizi manja membuat Pras bingung tidak biasanya istri nya ini manja begini ada apa?
"Ayo"
"Gendong"pinta Zizi membuka tangan nya lebar.
Pras mendudukkan Zizi di meja makan dan lelaki tampan ini mulai memasak dengan keahlian yang dia punya.
"Mas kamu tambah tampan deh kalau pake' celemek gitu" puji Zizi membuat Pras tersipu malu.
"Kamu hobi masak mas?" tanya Zizi
"Nggak cuma sesekali saja kalau sedang kepengen masak sendiri,kan mas lama duda nya"jawab Pras yang sibuk mengaduk nasi goreng nya
__ADS_1
"Kenapa kamu betah jadi duda lama mas?"
"Mungkin memang nunggu kamu di tinggal nikah sayang"
"Aku bersyukur lo mas di selingkuhi sama Bara dan nikahnya sama kamu, padahal awal kita ketemu kamu bukan tipe aku mas,kamu jutek" cerita Zizi mengingat pertama kali mereka bertemu
"Oh ya"
"Kamu ingat nggak awalnya kamu mau nolak aku kerja kamu bilang nanti aku kerja nya cuma dandan doang di kantor"
"Hahaha....maaf sayang, Karna waktu itu kan mas butuh sekretaris cepat, pekerjaan menumpuk mas harus ngurus Airin" jawab Pras sambil menyalin nasi goreng nya
"Nah sudah selesai,ink tuan putri di coba"
"Kamu mau mas?"
"Boleh tapi mau nya dari mulut kamu"tunjuk Pras di bibir Zizi
"Jorok ah mas,aku suap aja"
Cup
Pras langsung mencium bibir Zizi sekilas.
"Mas....!!!"
"Manis sayang,ini yang buat mas nggak bisa jauh dari kamu sayang, kamu terlalu candu untuk mas"aku Pras
"Di makan nasi goreng nya nanti keburu dingin nggak enak lagi"lanjut Pras dan diangguki Zizi
Pras melihat Zizi yang makan dengan lahapnya menjadi penasaran apa yang tengah terjadi dengan istri nya.
"Aaakkkkk....uupppsss maaf mas keceplosan habisnya enak sih" ujar Zizi terkekeh kecil
"Enak ya sayang"
__ADS_1
"Enak banget mas,yuk tidur aku mau nya di peluk mas" pinta Zizi manja
Pras menggendong kembali sang istri menuju kamar mereka.
"Sini mas gosokin punggung nya"
Zizi menyelinap kan kepala nya di bawah ketiak Pras ntah kenapa terasa sangat harum bagi Zizi,dia suka wangi dari ketiak Pras membuat nya merasa nyaman.
****
"Arum" gumam Bara pelan saat melihat sang mantan istri masuk kedalam ruangan nya.
"Maaf mas mengganggu,aku hanya mampir sebentar melihat kondisi kamu"
"Kamu dari mana?" tanya Bara
"Hari ini jadwal konsul terakhir ku mas,jadi sekalian mampir,kamu apa kabar?" tanya Arum canggung
"Baik....kamu sekarang tinggal di mana Rum"?
"Aku sudah pulang lagi ke Jakarta mas,aku ingin mencari kerja di sini,di kampung tidak ada yang bisa aku lakukan"
"Kondisi mu bagaimana?"
"Alhamdulillah mas sudah mulai membaik"
"Kamu mau kembali ke Rumah sakit ini?" tanya Bara
"Tidak, seperti nya rumah sakit lain,aku tidak bisa melupakan kamu jika disini" aku Arum jujur membuat Bara sedikit tersentuh.
"Semoga kamu sukses di tempat baru mu ya"
"Terima kasih mas,aku pamit dulu" ujar Arum dan diangguki Bara.
Bara mengantarkan Arum sampai ke luar rumah sakit karena taksi yang di tumpangi Arum sudah menjemput nya di sana.
__ADS_1
Arum melambaikan tangan nya pada Bara saat masuk kedalam mobil dan Bara pun tersenyum kecil.