Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Saingan


__ADS_3

"Mas aku pikir-pikir kasihan juga pada Arum ya mas" ucap Zizi saat mereka hendak pulang ke apartemen.


"Itu mungkin balasan untuk mereka sayang,jangan di pikir kan" jawab Pras


"Oh ya, untuk gaun pengantin nya kamu mau yang baru atau bagaimana sayang?" tanya Pras


"Bukan nya saat itu kamu ikut mengukur nya mas,jadi yang itu saja biar menghemat waktu, tidak perlu ukur lagi" jawab Zizi


"Seperti sudah di takdir kan akan bersama ya sayang,mas selalu menemani kamu hingga akhirnya mas yang menjadi mempelai lelaki nya" ujar Pras terkekeh kecil.


***


"Papa rasa Bara perlu tau ma?" ujar papa Pras


"Ya,mama juga sudah membicarakan pada Zizi dan Pras pa, jadwal pernikahan Zizi dan Bara tidak di ganti oleh keluarga Zizi,hanya saja di gantikan oleh Pras Sebagai mempelai laki-laki nya"jelas mama Indah


"Kamu percaya mereka saling cinta ma? atau hanya sandiwara untuk membuat kamu bahagia saja"


"Awalnya mama juga berpikir begitu pa,tapi Zizi tidak pernah berbohong apalagi perhatian Pras pada nya membuat mama yakin kalau mereka memang saling memiliki rasa cinta,lagi pula mama tau persis Pras seperti apa dia jauh dewasa dari pada Bara,dan untuk Arum mama juga mau minta maaf karena keegoisan mama dia jadi begini pa,jujur hati mama mana yang sanggup menelan rasa kecewa sebegitu dalamnya"


"Papa sangat mengerti ma, mungkin ini semua efek dari kesalahan papa di masa lalu membuat kamu jadi overprotektif, ingin semua nya sempurna tanpa kesalahan sedikit pun"


Hal itu di akui mama Indah kesalahan suaminya di masa lalu masih meninggalkan trauma berat hingga dia sulit memaafkan bentuk suatu pengkhianatan.


****


Pagi menyapa...sang Mentari mulai menyinari aktivitas sepasang suami istri ini di mulai dengan sarapan bersama lalu ke kantor seperti biasanya.


Hari ini ntah apa lagi yang akan di dapati Pras dengan ulah karyawan nya,Pras sebenarnya sedikit kesal dengan ulah para karyawan nya itu tapi sepertinya Zizi menyukai permainan nya ini hingga Pras ikut andil, sebenarnya Pras ingin menyudahi nya sebelum para karyawan berharap lebih pada dirinya tapi Zizi belum mau mengatakan sampai acara resepsi mereka berlanjut nanti.


"Sayang hari ini jangan yang aneh-aneh ya,kepala mas pusing menghadapi mereka" ucap Pras saat hendak masuk ke dalam ruangan nya.



"Mas mereka itu fans kamu lo, sekarang kamu yang jadi Artis nya harus profesional meskipun kamu sudah punya aku" jawab Zizi


"Mas mau nya bermesraan terus dengan kamu tapi jika mereka terus memata-matai kita mas juga risih sayang" aku Pras


"Ini kantor mas, mesra-mesraan nya di rumah saja, Sebentar lagi ada utusan dari kantor pak Alex yang akan datang" ucap Zizi mengingat kan jadwal sang suami.

__ADS_1


"oh ya tadi mama telpon kata nya Lusa Arum dan Bara akan pulang kita di undang ke sana untuk makan malam" ingat Zizi dan di anggukki Pras.


"Kita harus cari cara agar Zizi tersingkir dalam permainan ini" ujar Ratih.Tiga perempuan ini sedang serius berdiskusi.



"Aku setuju karena seperti nya kalau Zizi ikut andil pasti dia yang menang secara dia banyak waktu bersama pak Pras dari pada kita" ujar Nita


"Bukan nya dua di antara kita juga akan tersingkir dalam permainan ini, tidak mungkin kan pak Pras memacari kita bertiga " sahut Vina ikut berkomentar


"Iya Vin tapi posisi Zizi lebih menguntungkan di sini,kita lebih sulit mendapatkan pak Pras jika dia ikut" jelas Ratih


"Kamu lihat sendiri kemarin bukan belum apa-apa Zizi dan pak Pras sudah berdekatan di dalam ruangan,apa itu tidak bahaya untuk kita" lanjut nya


"Benar sih tih tapi apa rasa nya tidak adil jika kita memutuskan sepihak saja sedangkan Zizi masih ingin ikut dalam permainan ini,aku rasa biarkan saja dulu toh Zizi bisa menjadi jembatan buat kita mendekati pak Pras,jika Zizi tidak ikut kita tidak tau jadwal-jadwal pak Pras,bukan nya Zizi berjanji akan akan bersaing sehat dengan kita jadi apa yang harus kita takut kan" jawab Vina


Nita dan Ratih tampak berpikir sejenak,memang benar kata Vina,Zizi bisa membuat mereka dekat dengan pak Pras contoh nya waktu makan malam dulu,Pak Pras datang karena ingin menemui Zizi meskipun karena ada file yang terbawa oleh Zizi hari itu dan di butuhkan oleh pak Pras.


"Oke....Zizi masih kita ikut kan tapi harus tetap dalam pantauan" ucap Ratih dan di anggukki anggota lain nya.


***


"Ya,,kami juga berterima kasih sudah di percaya untuk menjadi distributor pertama untuk Mall yang di pimpin oleh pak Alex" jawab Pras



"Sampai kan salam kami untuk beliau" lanjut nya


"Nanti akan kami sampaikan, beliau saat ini tengah di luar negri"


"Pantas saja bukan dia langsung yang datang" batin Zizi karena tadi pihak kantor langsung yang menghubungi nya.


"Kalau begitu kami permisi dan semoga kerja sama ini bisa berlangsung hingga saling menguntungkan" ujar nya menjabat tangan Pras dan Zizi bergantian lalu pamit.


Zizi masih sibuk dengan berkas di tangan nya ,memilah mana yang harus di salin.


"Sayang aku kebelakang sebentar ya" ujar Pras sambil membuka jaket dan bangkit dari duduk nya tiba-tiba Pras menginginkan kopi,kepala nya sedikit berat hari ini mungkin karena terlalu banyak pekerjaan, menghirup kopi di ruangan sambil bersandar di paha Zizi seperti nya akan membuat nya cepat membaik pikir Pras.


Zizi yang sedang sibuk tak memperhatikan suami nya pergi, setelah selesai memilah File. Zizi melihat tidak ada lagi Pras di samping nya ,Zizi segera bangkit mencari sang suami.

__ADS_1


"Mas kamu lagi apa?" tanya Zizi setelah menemukan sang suami di pantry


"Tiba-tiba mas menginginkan kopi sayang kamu mau?" tawar Pras segera membalikkan tubuhnya dan melihat Zizi



Baru saja Zizi akan melangkah kan kaki nye mendekati Pras tiba-tiba Ratih dan Vina datang menghampiri mereka membuat Zizi tak melanjutkan langkah nya.



"Pak Pras kenapa datang kemari?" tanya Ratih


"Kalian mau kopi" tawar Pras bingung dengan situasi ini


"Kalau bapak menginginkan sesuatu bisa katakan pada kami pak,biar kami yang antar" ujar Vina tersenyum genit sedangkan Zizi hanya terdiam.


"Aku bisa membuat nya sendiri" jawab Pras


"Kalau begitu mulai besok aku akan antar kan kopi yang enak untuk bapak" ucap Ratih


"Tidak perlu,saya hanya sesekali saja mengopi jika sedang sakit kepala"


"Bapak sakit kepala!! butuh di pijit pak,saya bisa memijat pak dulu saya lahirnya sungsang lo pak kata orang pijatan saya enak pak" cerocos Vina


"Oh ya,apa bisa langsung sembuh?" tanya Pras dengan mimik wajah penasaran membuat Zizi melotot kan mata nya melihat Pras.



"Di coba saja dulu pak siapa tau langsung sembuh kan" jawab Vina


"Maaf Vin tapi sepertinya tidak bisa karena sebentar lagi pak Pras harus ada rapat dengan pihak Notaris untuk proyek baru yang sedang berjalan" jawab Zizi membuat Vina menatap Pras


"Memang nya masih ada jadwal bu Zizi?" tanya Pras sambil menahan senyum nya


"Anda lupa pak kalau semalam sudah saya kirim email nya"


"O....kalau begitu maaf sekali Vin,lain kali seperti nya saya harus bersiap dulu sebelum mereka datang" ujar Pras segera pergi


Vina menghentak kan kaki nya kesal karena hampir saja bisa membelai tubuh Pras tapi justru Zizi yang menghalanginya.

__ADS_1


"Saya pamit dulu sebentar lagi mereka akan datang" Ucap Zizi berjalan cepat.


__ADS_2