Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
kedatangan mertua


__ADS_3

"Kenapa nggak bilang-bilang dulu kalau mau ke sini mbak,kita belum ada persiapan lo" ujar Zizi pada Nisya


"Sengaja mau buat kejutan Zi,kalau di kasih tau nanti kamu nya heboh lagi"


"Bukan gitu mbak,aku belum ada persiapan,kata nya lusa tapi kenapa sekarang udah kesini aja"


"Ibu yang nggak sabar mau ketemu kamu Zi"


Zizi tersenyum manis sambil memeluk sang ibu karena terlalu rindu.


***


"Maaf lo pak,Bu! kak Nisya rumah nya masih banyak yang kosong,kami belum pindah kesini sebenarnya barang-barang masih banyak di apartemen" ucap Zizi tidak enak hati karena masih banyak yang kurang dari rumah baru mereka.


"Nggak papa Zi,ini saja sudah lebih dari cukup kok,bagus rumah nya adem ibu suka"


"Kalau suka tinggal di sini saja Bu bersama kami" celetuk Pras membuat sang mertua tertawa kecil


"Bapak mu itu pasti nggak mau nak Pras,bapak suka nya berternak, berladang.Kalau di Jakarta tanah nya pas-pasan nggak sama kaya di kampung kami yang lebar ke mana-mana" jelas ibu Zizi membuat Pras mengangguk kecil

__ADS_1


"Lagi pula ibu pasti nggak betah nak Pras,ibu biasanya tinggal di rumah kecil,kalau Segede gini jadi takut"


"Takut apa bu? maling? di sini aman bu yang jaga banyak" jawab Zizi cepat


"Kalau terlalu gede takut aja Zi, maklum jiwa kampung ibu keluar" ujar nya sambil terkekeh kecil


"Nanti di lihat-lihat saja dulu bu,mana tau ibu tertarik tinggal di sini,kami juga baru tiga hari menempati nya,masih banyak yang kurang,kalau ibu butuh sesuatu bisa minta sama bibi di belakang ya bu" terang Pras


Ibu Zizi merasa Pras memang lelaki yang bertanggung jawab dan bisa membawa Zizi menjadi lebih baik lagi,dia bersyukur Zizi bisa menikah dengan Pras.


"Jadi gimana Zi?" tanya Nisya kepo


"Gimana sama pak Duda nya, udah cinta belom" bisik Nisya sambil terkekeh kecil


"Cinta mati kalau sekarang mbak" jawab Zizi dengan senyuman membuat Nisya ikut bahagia dengan kehidupan sang adik ipar


"Pras gimana orang nya?" sama nggak dengan Bara mu itu"


"Jauh mbak.... meskipun mereka kakak adik mas Pras jauh lebih dewasa, jauh lebih sabar dan jauh lebih dari segalanya" puji Zizi dengan wajah berbinar

__ADS_1


"Untung ya kamu bisa menikah dengan dia Zi,Mbak juga dari awal sudah srek kamu dengan Pak Pras dari pada si Bara itu,pak Pras kelihatan banget tulus nya sama kamu Zi,sama keluarga kamu juga dia care nggak kaya terpaksa gitu,Mbak senang kalau kamu bahagia Zi" ungkap Nisya tulus


"Ya mbak do'a kan saja ya mbak nggak ada rintangan lagi dalam rumah tangga kami"


"Amiiin......"


****


"Mas,kamu marah?" tanya Zizi saat mereka sudah di dalam kamar hendak tidur


"Nggak, Kenapa harus marah" jawab Pras lembut


"Soa Bara tadi mas,aku tidak bermaksud-"


"Sayang nggak usah di jelaskan lagi,aku tau siapa kamu,dan aku kenal siapa Bara jadi tidak ada yang perlu di perpanjang hanya membuat ku emosi pada Bara"potong Pras


"Tapi mas,aku takut kamu salah paham"


"Sayang,aku percaya kamu.Aku mengenal mu cukup lama dan aku yakin kamu tidak akan mengecewakan ku" jawab Pras menarik Zizi kedalam pelukannya

__ADS_1


"Mas,, terima kasih sudah memberikan ku banyak cinta dan kepercayaan,aku janji mas tidak akan pernah mengecewakan mu,kau mencintai mu mas" ucap Zizi pelan sambil memeluk tubuh sang suami.


__ADS_2