
"Hari ini kita pulang" ujar Bara pada Arum yang sudah terlihat lebih baik
"Mas,antar aku ke kontrakan ku saja" pinta Arum
"Kita masih suami-istri Rum, lebih baik kamu di rumah dulu,lagi pula kondisi mu belum sepenuhnya stabil kamu masih perlu kontrol mengenai Rahim mu itu"
"Tapi mas-"
"Jangan banyak bicara aku masih banyak pekerjaan lain" potong Bara cepat
Arum di dorong oleh perawat ke luar dari ruangan dengan kursi roda, banyak yang mencela Arum karena tau dia hamil di luar nikah,mau bagaimana lagi dia tak bisa menyembunyikan aib ini.
Bara membantu Arum naik ke dalam mobil perasaan Arum hancur sehancur-hancur nya saat ini, ingin kembali ke kampung halaman Arum malu karena baru menikah akan bercerai.
****
"Nanti malam kita ke rumah mama sayang" ingat Pras
"Arum sudah pulang mas?" tanya Zizi dan diangguki Pras
"Apa reaksi mereka kalau tau kita sudah menikah ya mas?" tanya Zizi
"Lihat saja nanti biar kamu nggak penasaran"
"Mas,hari ini pak Daniel tidak masuk jadi kamu harus mengecek sendiri laporan keuangan nya mas" lapor Zizi
"Kemana dia, lamaran?" tanya Pras dia jawab gelengan oleh Zizi.
"Oh ya untuk data yang akan di persentase kan nanti sudah kamu cek,kalau belum cek dulu masih ada waktu 10 menit"ingat Zizi lagi
"Kamu memang istri yang hebat bisa mengingat kan ku di mana pun sayang jadi tambah cinta deh" puji Pras mencium pipi Zizi sekilas lalu masuk kedalam
"Baiklah akan saya pelajari satu persatu data nya,jika ada yang bermasalah akan segera saya email dan di perbaiki dalam waktu 2x24 jam,saya tidak terima kesalahan lagi karena sudah akhir bulan" ingat Pras dan diangguki Karyawan lain nya dan rapatkan di bubar kan.
"Sayang tadi pihak Wo nya telpon katanya kamu mau model undangan seperti apa? dan satu lagi untuk makanan nya aku tidak tau kamu mau pilih yang mana" ujar Pras
"Yang penting nggak ribet mas dan cantik,aku percaya pilih mereka" jawab Zizi
"Nggak mau pilih-pilih dulu sayang,yang mewah gitu atau ada apa nya?" tawar Pras
"Nggak mas,aku nggak butuh semua itu yang aku butuhkan kamu"jawab Zizi tersenyum manis dan membuat Pras salah tingkah
"Untuk acara nya di gedung atau hotel sayang?"
"Terserah mas yang jelas jadi istri sah kamu" jawab Zizi lagi membuat Pras tak bisa menahan kegemasan nya pada perempuan cantik ini.
"Kamu selalu bisa menenangkan ku sayang,jadi pengen sekarang!" ujar Pras mencium kening Zizi.
"Mas,ini kantor masih banyak pekerjaan " ingat Zizi membuat Pras menahan diri nya.
__ADS_1
****
"Zi.. bagaimana dengan tawaran kami kemarin apa bisa malam ini?" tanya Ratih
"Maaf tih seperti nya tidak bisa sekarang,pak Pras ada acara keluarga"
"Yah...jadi kapan zi?" tanya Ratih kecewa
"Nanti aku konfirmasi kembali ya,aku harus merapikan berkas ini dulu pak Pras membutuhkan nya " pamit Zizi mengangkat kardus yang berisi tumpukan berkas
Zizi yang kesusahan membuka pintu di bantu oleh Pras dari belakang.
"Mas" ujar Zizi terkejut saat melihat sang suami membuka kan pintu
"Aku kira siapa"
"Kamu berharap siapa?" tanya Pras pura-pura memasang wajah tidak suka
"Ya kamu lah,siapa lagi suami ku" jawab Zizi sedikit tersenyum
"Sayang jangan terus menggoda ku nanti aku bisa menerkam mu di sini"
"Ini sudah sore kamu harus bersiap agar kita segera ke rumah mama"
"Aku mandi sebentar mas,apa para karyawan sudah pulang?" tanya Zizi
***
Pukul tujuh malam Pras dan Zizi datang di sambut oleh Indah dan suaminya.
"Mama kira kalian tidak datang "
"Tadi nya sih begitu ma,tapi di pikir-pikir rugi kalau tidak datang karena masakan mama pasti nikmat " puji Pras membuat Indah mencubit kecil anak pertama nya ini
"Apa dia menyusahkan mu sayang?" tanya Indah pada Zizi
"Sejauh ini belum ma,aku justru menikmati perlakuan nya" jawab Zizi membuat Indah tersenyum manis melihat kebahagiaan sang anak dan menantu
"Ayo Langsung ke meja makan, sudah ada papa,Bara dan Arum di sana" ajak Indah
Bara terdiam seketika melihat Zizi sedang kan Zizi menyapa Arum terlebih dahulu lalu mengalihkan pandangannya pada sang mertua lelaki.
"Makin segar ya Pras" goda papa nya
"Ya iya lah pa sudah ada yang urusin" sahut Mama Indah
Deg
__ADS_1
Tiba-tiba wajah Bara terlihat kaku.
"Bagaimana keadaan nya rum?" tanya Zizi sambil tersenyum manis
"Alhamdulillah sudah lebih baik" jawab Arum pelan
"Jadi bagaimana persiapan kalian?"tanya papa Pras membuat Zizi menatap Pras
"Oh iya mama mau sampai kan sama kamu dan Arum,Bar kalau Zizi dan Mas mu Pras sudah menikah dan akan menggelar resepsi"ucap Mama Indah membuat Bara terkejut dan terbatuk
"Huk....huk...."
"Diminum air nya mas" ucap Arum memberikan segelas air putih dan di minum Bara hingga tandas
Bara memegang tenggorokan nya yang seperti nya mengering meskipun sudah di siram oleh air.
"Kalian sudah menikah?" tanya Arum dan diangguki Zizi
"Ya,kami sudah menikah satu bulan lebih dan akan mengadakan resepsi" jawab Pras menggenggam tangan Zizi
"Mas kamu tidak salah?" tanya Bara tak percaya
"Tidak ada yang salah bukan Bar,kami sama-sama lajang dan hubungan kalian sudah berakhir" jawab Pras cepat
"Tapi Zizi mantan ku Mas!!" tegas Bara
"Lalu kenapa Bar,ada yang salah? meskipun Zizi mantan istri mu sekalipun aku rasa tidak salah karena kami saling mencintai" jawab Pras
"Tidak etis rasanya kamu menikahi nya mas,Zizi apa begini cara kamu membalas sakit hati pada ku?" tanya Bara membuat Zizi terkejut tak berniat sedikit pun membalas rasa sakit hati itu jujur Zizi mencintai Pras saat ini.
"Bara!!!" pekik Mama indah mulai emosi
"Ma,,, tenang" ucap papa Bara
"Mas apa kamu bisa lihat cinta di mata Zizi? sadar mas ini hanya permainan nya saja,Zi aku dan Arum akan bercerai Lepas kan kakak ku "
"Brugk"
Pras meninju pipi Bara seketika membuat Zizi terkejut.
"Pras....jangan dengan kekerasan" ingat papa nya
Pras menggebrak meja dia tak terima Bara menuduh Zizi sembarang bagi Pras dengan Zizi menyerahkan hal yang paling berharga dalam hidup nya sudah cukup membuktikan kalau Zizi mencintai Pras.
Zizi dan Arum hanya menitikkan air mata melihat kakak beradik ini bertengkar.
__ADS_1
Pras ingin menghajar Bara habis-habisan tapi Zizi menghalangi nya.
"Mas,,ayo pulang" ajak Zizi sambil menangis menarik Pras.