Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
Menjenguk


__ADS_3

"Ma, sebenarnya aku dan Zizi sudah menikah ma" aku Pras membuat Mama Indah semakin bingung


"Maaf kan kami ya ma,saat itu kami menikah tanpa sepengetahuan mama dan papa karena semua nya serba dadakan" lanjut Pras menjelaskan.


"Ma,kenapa bengong begitu mama tidak suka aku jadi menantu mama?" tanya Zizi dengan nada merajuk


"Mama masih bingung nak,kalian kenapa bisa menikah? jangan bercanda mama sedang serius, pernikahan bukan mainan"


"Ma,aku dan Zizi menikah siri di kampung halaman Zizi dan bulan depan seperti rencana pernikahan Zizi dan Bara kami akan melangsungkan resepsi pernikahan ma,apa mama keberatan?" tanya Pras


"Ini benar Pras?" tanya mama Indah,dia merasa ini hanya bualan Pras saja agar membuat nya tidak bersedih lagi


"Benar ma,aku benar-benar menjadi menantu mama tapi dari Mas Pras bukan Bara" jawab Zizi tersenyum manis


Indah langsung memeluk erat tubuh Zizi,dia sangat bahagia mendengar kabar ini ternyata kecewa nya pada Bara bisa terobati dengan menikah nya Pras bersama Zizi.


"Sayang, terimakasih nak... terimakasih mama sangat bahagia" ujar mama Indah yang juga menarik Pras dalam pelukan nya membuat Zizi dan Pras juga ikut bahagia.


"Mama mau malam ini merayakan makan malam keluarga,mama akan umumkan pernikahan kalian"


"Ma, Arum masih sakit,tunggu dia sembuh dulu ya ma baru kita makan malam keluarga" ucap Zizi lembut, karena dia juga ingin Bara tau kalau dia dan Pras sudah menikah jadi Bara jangan berharap lagi dari dirinya.

__ADS_1


"Kami mau mengunjungi Arum di rumah sakit ma,apa mama mau ikut?" tanya Zizi dan di anggukki Indah pelan,dia akan memaafkan Arum karena Zizi sudah bersama Pras saat ini.


****


Zizi membawa kan satu parsel buah untuk Arum...


"Ayo masuk Z" ajak sang mertua membuka pintu ruangan Arum, terlihat jelas wajah lelah Bara sedang menunggu di sana.



"Maaf sudah mengganggu waktu istirahat Arum,Bar" ucap Zizi pelan


Bara segera berdiri tegap dan mendekat pada ranjang di mana Arum berbaring



"Terima kasih " jawab Bara pelan


"Bagaimana kondisi Arum,Bar?"Tanya bu Indah


"Masih seperti ini ma,masih lemah! Arum tidak mau makan" jawab Bara

__ADS_1


Zizi mendekati ranjang Arum dan berhadapan dengan Bara, Meskipun dengan rasa sedikit canggung Zizi berusaha tak memperlihatkan nya.


"Rum...ini aku Zizi,cepat sembuh rum" bisik Zizi pelan membuat Arum membuka mata nya


"Zizi"


"Ya,ini aku Rum,ada mama Indah dan Mas Pras,kamu apa kabar?" tanya Zizi tersenyum kecil


"Aku.... a-ku-aku...aku minta maaf pada mu Zi,aku bersalah" aku Arum terisak


"Aww....." rintih nya menahan sakit bekas sayatan di perut nya


"Zi...jangan banyak bergerak,luka nya belum kering sempurna" ingat Bara


"Zi...jangan menangis,kami semua menyayangi mu" ucap Zizi lagi membuat Bara terenyuh,kenapa Zizi bisa berkata demikian! apa Zizi benar-benar sudah merelakan dia bersama Arum? atau karena Zizi tau Arum keguguran Zizi berharap bisa kembali pada nya batin Bara


"Aku sudah memaafkan semua kesalahan mu rum,dan aku juga mau berterima kasih pada mu"


"Untuk apa?" tanya Arum bingung


"Nanti kamu juga akan tau, istirahat yang cukup rum, berjuang untuk lekas sembuh" jawab Zizi tersenyum

__ADS_1


"Bar,jangan lupa obat Arum di berikan tepat waktu, untuk makanan nya jika Arum tidak mau makan di sini tolong minta perawat belikan di luar,Kamu harus menjaga Arum dengan baik" ucap Mama Indah membuat Bara dan Arum bengong seketika,kenapa mama nya bisa berubah menjadi lembut,apa karena Arum keguguran? atau hanya kasihan saja, berbagai pikiran menghantui Arum.


__ADS_2