Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
obrolan malam


__ADS_3

"Hufs......" Zizi membuang nafas berat, Sebenarnya dia takut berbicara seperti itu karena takut jika Sintia benar-benar bisa merebut Pras dari nya tapi Zizi juga harus bisa melawan pelakor seperti Sintia.


"Kenapa, kamu lelah sayang?" tanya Pras tersenyum kecil melihat Zizi yang baru masuk



"Tenyata belanja sendiri sangat buruk, besok-besok aku mau kamu yang temani mas" jawab Zizi manja sambil langsung bergantung di lengan Pras


"Tadi mas bilang juga apa sayang,kamu nya ngeyel"


"Aku kan hanya jaga-jaga mas" jawab Zizi manja membuat Pras semakin gemas pada istrinya ini.


Pras memikirkan cara bagaimana hubungan nya dan Zizi bisa baik-baik saja meskipun di ketahui oleh orang lain, seperti nya dia harus mengganti peraturan itu.


****


"Sayang seperti nya lelaki itu bodoh ya bukan menyelamatkan wanita nya terlebih dahulu malah pergi mencari lawan" oceh Pras


Suami istri ini sedang asik menonton film action kesukaan Pras,tadi nya Zizi menolak tapi Pras memaksa nya ikut menemani menonton.


"Bukan bodoh mas,dia mau membunuh dulu musuh-musuhnya baru melepaskan ikatan tangan perempuan itu" jawab Zizi


"Tapi kalau mas jadi dia pasti perempuan nya dulu mas selamat kan,bukan nya perempuan harus di lindungi"



"Jangan bawel mas, nonton saja nanti juga sudah ada alur cerita nya"


"Hanya pendapat sayang"


"Kalau begitu kamu saja yang masuk ke dalam nya, selamat kan perempuan itu lalu bawa pergi " ketus Zizi yang mulai cemburu, mungkin bawaan sudah bertemu Sintia tadi.

__ADS_1


"Kok malah kamu yang marah sayang"


"Habis nya kamu ngeselin aku mas,kalau mau sama perempuan itu pergi saja" kesal Zizi membuat Pras tertawa kecil


Cup


Satu kecupan di berikan Pras untuk Zizi


"Mana mungkin aku tertarik pada perempuan lain sementara istri ku sudah lebih dari segalanya,kamu tidak akan bisa di gantikan oleh siapapun sayang, tidak ada perempuan yang bisa menggetarkan hati ku kecuali kamu" ujar Pras memeluk tubuh Zizi membuat Perempuan bertubuh mungil itu menarik sudut bibirnya kecil


"Gombal"


"Mas harus bagaimana lagi sayang agar bisa membuktikan pada mu kalau mas benar-benar mencintai mu,kamu mau mas mati?"


"Ngaco kamu mas,mau aku janda Siri" jawab Zizi kesal


"Cukup jaga mata dan hati mas,jangan berpaling lagi kalau kamu tidak mau kehilangan aku selama nya" ancam Zizi


"Mas,, longgar kan sedikit pelukan mu, bisa membuat ku mati kalau begini " ucap Zizi


"Jangan sayang!!! masa mas harus jadi duda dua kali" jawab Pras cepat melepaskan pelukannya dari Zizi


Selesai dengan tontonan mereka Pras mengajak Zizi berpindah ke dalam kamar mereka.



"Sayang setelah menikah nanti mas mau kita pindah ke rumah yang lebih besar ya"


"Kenapa?" tanya Zizi sambil meletakkan tangan nya di pipi Pras dan di tahan oleh lelaki tampan itu


"Lingkungan apartemen tidak baik untuk anak kita nanti"jawab Pras

__ADS_1


"Dulu kenapa kamu dan mbak Airin tinggal di sini mas?" tanya Zizi penasaran


"Setelah empat bulan kami menikah Airin sakit dan di vonis dokter tidak bisa punya anak, karena Airin butuh ketenangan jadi kami memilih tinggal di apartemen" cerita Pras,Zizi tidak cemburu sama sekali pada Airin dia justru berterima kasih pada perempuan itu sudah meninggal kan Pras untuk dirinya,kalau di bilang jahat tidak juga karena ini takdir dari sang pencinta.


"Mas ingin kehidupan rumah tangga kita seperti papa dan mama sayang,papa bekerja mama menunggu nya di rumah dan selalu rindu di diri kita masing-masing, rumah tangga yang harmonis bukan"



"Jadi kamu keberatan jika aku bekerja mas?" tanya Zizi serius, karena jujur dia bekerja bukan hanya untuk kepentingan nya,ada orang tua dan adik yang harus di berikan uang setiap bulan nya.


"Bukan sayang,tapi jika boleh memilih mas ingin kamu istirahat di rumah menikmati hasil kerja keras mas,ke salon, shopping dan jalan-jalan bersama mama"


"Tapi aku masih punya tanggung jawab mas" aku Zizi jujur


"Mas menikahi mu bukan hanya menginginkan kamu sayang,mas juga akan bertanggung jawab dengan semua beban mu selama ini,mas akan memberikan uang setiap bulan nya untuk keluarga kamu"


"Mas,tapi aku tidak mau di cap menjadi wanita matre"


"Apa istri sendiri bisa di bilang matre pada suami? mas bekerja untuk siapa? kamu sayang! jika ada lelaki yang mengatakan istri nya matre berarti dia lemah, suami bekerja untuk keluarga nya bukan hanya untuk dirinya,mas percaya di balik rezeki yang mas punya terselip do'a dari kamu sayang" ucap Pras tersenyum manis pada Zizi


"Duuh.....manis banget deh kata-kata nya mas,suami siapa ini,jadi makin sayang deh,sini peluk " ujar Zizi menarik Pras ke dalam pelukan nya dan mencium kening suami nya ini.



Pras meletakkan tangan nya di dalam kaos Zizi dan meremas benda kenyal itu membuat Zizi terpekik kecil.


"Mas, kebiasaan deh! sakit" ringis Zizi tapi membuat Pras tersenyum kecil dan mengecup bibir Zizi lembut


"Besok hari pertama mas, tidak boleh telat" ingat Zizi membuat Pras melepaskan tangan nya dan hanya memeluk tubuh istrinya ini,dia tau ini sudah malam dan seperti nya mereka memang butuh istirahat.


__ADS_1


__ADS_2