Bukan Simpanan

Bukan Simpanan
keguguran


__ADS_3

"Mohon maaf pak Bara janin nya tidak bisa diselamatkan,Arum mengalami keguguran" ucap Syasa salah satu dokter kandungan di rumah tempat Bara bekerja


Bara terdiam kaku, Arum keguguran!! apa ini benar? harus sedih atau kah bahagia batin Bara.


Di satu sisi Bara memang tidak menginginkan kehadiran anak itu,tapi di sisi lain Bara juga kasihan melihat kondisi Arum yang saat ini tergeletak tak berdaya.



"Arum harus segera di operasi pak untuk mengeluarkan janin nya, karena sampai saat ini beliau tidak sadar kan diri mungkin terkena benturan kuat hingga dinding rahim nya pecah" ujar dokter Syasa lagi membuat Bara terdiam.


Kenapa sampai sefatal ini batin Bara


"Siapkan operasi nya segera dok" jawab Bara pelan


Bara ikut dalam tindakan operasi ini karena dia memang salah satu dokter bedah umum di sana.



Baru kali ini bara ikut dalam operasi yang melibatkan kehidupan nya sendiri.


Dua jam sudah Bara di kamar operasi lalu keluar,dia melihat Zizi dan Pras duduk di salah satu kursi ruang tunggu tapi yang aneh nya Zizi memegang lengan Pras sambil tertidur, pemandangan yang sangat intim menurut Bara apa karena Zizi ingin memanasi nya atau karena Zizi memang lelah.


"Bara"gumam Pras pelan tapi membuat Zizi terbangun

__ADS_1


"Sudah selesai?" tanya Pras


"Arum keguguran mas" jawab Bara pelan,Zizi terkejut mendengar ucapan Bara dia turut prihatin dengan sepupu nya itu.


"Mas turut berdukacita Bar" ujar Pras


"Maaf tidak bisa membantu apapun, sampai kan salam ku pada Arum" ucap Zizi dan diangguki Bara pelan


"Mama cukup khawatir dengan kondisi Arum, dari tadi bertanya,kami harus pulang untuk memberikan kabar pada mama"


"Iya mas,aku tidak bisa pulang malam ini harus menunggu Arum di sini" jawab Bara dan di anggukki Pras pelan


Zizi hanya tertunduk dia tak mau menatap wajah Bara takut nya Pras malah cemburu,Pras merangkul Zizi dan menggenggam tangan nya lalu mengajak keluar,hal itu di perhatikan oleh Bara.


****


"Bagaimana Arum,Pras?" tanya Indah


"Anak nya tidak bisa di selamatkan ma,dia keguguran" jawab Pras


"Astaghfirullah....jadi Arum"


"Ya ma,kita harus do'a kan yang terbaik untuk Arum" sahut Zizi

__ADS_1


"Apa ini salah mama Pras,mama tidak menyukai Arum tapi mama juga tidak meminta semua ini terjadi" ujar Indah mulai menyalahkan diri nya


"Bukan ma,ini semua bukan salah mama, semua ini kehendak Tuhan jangan pernah berpikir kalau mama yang menyebabkan semua ini"


"Tapi Pras-"


"Ma,jangan banyak pikiran, dokter tidak boleh mama Stres" potong papa Bara


"Kalau begitu malam ini aku yang akan menemani mama tidur ya,jangan berpikir aneh-aneh besok kita pergi menjenguk Arum" ujar Zizi ikut menenangkan perempuan tua ini dan di anggukki Indah pelan


Zizi keluar dari kamar Indah untuk berbicara dengan Pras


"Mas, kamu tidur sendiri dulu ya,aku harus temani mama"


"Sayang, bagaimana mungkin aku bisa tidur sendiri" tolak Pras


"Mas, kondisi mama sedang syock berat,kamu tolong mengerti mas"


"Kata kan pada mama kalau kita sudah menikah" pinta Pras


"Sabar ini bukan waktu yang tepat mas, Bara sedang berduka setidaknya tunggu Arum sadar dulu"


"Baiklah kali ini mas mengalah, tapi hanya untuk malam ini sayang,besok kita sudah harus pulang ke Apartemen" tegas Pras mencium kening Zizi lalu membiarkan istri nya itu masuk kembali ke kamar mama nya.

__ADS_1


__ADS_2