
Sabtu malam yang membosankan. Keren hanya menghabiskan waktu nya sejak pulang sekolah didepan televisi. Dan sekarang dia mulai merasa bosan. Bolak balik dia melihat isi kulkas yang kosong. Dia menghela nafas panjang. Artinya dia harua berbelanja malam ini.
"Lebih baik keluar, cari angin segar",ucap nya.
Dia mengambil jaket nya. Lalu keluar kearah pusat kota. Memandang langit sepanjang peejalanannya. Tiba-tiba di salah satu jalan yang sepi dia dihadang seseorang.
"Ogenki desuka, honey" 1)
"Nani o suru no?" 2)
Kanagawa Yuuko tiba-tiba sudah ada dihadapannya. Keren memasang wajah tak ramah. Yuuko sudah biasa menghadapi hal itu.
"koishii desu ka" 3)
Cuuuh....
Keren meludah dihadapan Yuuko. Yuuko mendekat kepadanya dan mencengram lengan gadis itu kuat-kuat. Tangan kiri Keren melayang hendak menghajar Yuuko, namun Yuuko dengan sigap menahan pukulannya.
"Dou shitta no?",teriak seseorang dari belakang mereka. 4)
Melihat lawannya lengah Keren langsung melayangkan tendangan di wajah Yuuko. Dan dalam sekejab Yuuko terjerembab jatuh ketanah. Saat dia banggun dan hendak melawan, seseorang menahan tinjunya. Yuuko membelalak dan melarikan diri.
"Kamu tak apa-apa Keren?"
Keren menoleh kearah suara yang menyebut namanya tadi.
"Alexi",batin nya.
"Hei, kamu baik-baik saja?"
__ADS_1
"Ah, ... Iya .. terima kasih, Kak Alexi"
"Syukurlah kalau begitu"
Alexi mengajak Keren kesebuah kedai ramen Halal didekat itu. Mereka memesan remen dan minuman dingin.
"Sepertinya kamu jago sekali beladiri?"
"Aah.. tidak juga"
"Kamu sendirian?"
"Iya"
"Biasanya malam minggu seperti ini anak SMA berjalan-jalan dengan pacar atau temannya. Kamu tidak ada acara dengan mereka"
"Tidak. Aku sedang ingin sendiri"
"Kak Alex, sedang liburan atau ada urusan kerja di Jepang?"
"Oo... Aku sedang ada negosiasi kerja beberapa hari disini. Besok pagi aku sudah kembali ke Indonesia"
"Hmmm... "
"Kamu bilang mama mu orang Indonesia? Dari daerah mana?"
"Surabaya, Kak?"
"Sudah pernah ke Surabaya?"
__ADS_1
"Aku belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke Indonesia. Sejak lahir aku dibesarkan di Tokyo"
"Tapi bahasa mu lancar sekali, Dek"
"Mama suka berbicara bahasa Indonesia. Dan waktu SD aku bersekolah di Sekolah Republik Indonesia Tokyo"
"Begitu ya ..."
Keren dan Alexi menghabiskan waktu bersama mereka sambil menikmati lezatnya ramen di Hokkaido. Keren merasa nyaman bersama laki-laki yang baru dikenal nya itu. Dia benar-benar sudah merasa menyukai Alexi. Tapi sayang nya ini adalah pertemuannya yang terakhir. Karena besok Alex harus kembali ke tanah air.
Dan baru kali ini dia merasa sangat sedih kehilangan seseorang yang dia sayangi.
******
Pagi ini Alexi kembali ke Indonesia dengan penerbangan pertama. Dia tak sempat berpamitan pada Keren.
"Tapi ya sudahlah pikirnya, toh perempuan itu hanya sekedar teman ngobrol saja di Hokkaido, tidak lebih", begitu paling tidak yang ada dipikiran Alex.
Sebelas jam perjalanan dari Sapporo menuju Jakarta. Tentunya sangat melelahkan bagi Alexi. Tapi sebagai kepala cabang ini adalah tugas dia untuk melakukan negosiasi dengan kliennya di sana. Paling tidak dia harus bersikap professional dalam pekerjaannya.
Saat ini dia bekerja di sebuah perusahaan ekspedisi terbesar di nusantara yang menjalin kerja sama dengan perusahaan ekspedisi terbesar di Jepang. Guna memperluas jaringan pelayanan mereka.
******
Terjemahan
1) "Apa kabar, sayang?!"
2) "Apa yang kamu lakukan disini?"
__ADS_1
3) "Apa kamu merindukanku?"
4) "Ada apa ini?!"