Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Akhir Musim Dingin Di Hokkaido - Bagian Satu


__ADS_3

Pukul sembilan pagi Arzie dan Kira sampai di Tokyo. Mereka sengaja mengambil penerbangan malam agar bisa sampai pagi hari di Tokyo. Mereka langsung menuju hotel. Arzie memesan dua kamar di hotel bintang lima. Mereka beristirahat sejenak untuk sekedar meluruskan pinggang. Arzie juga ada janji bertemu dengan sahabatnya waktu kuliah yang saat ini bekerja di KBRI Tokyo.


Dari sahabatnya itu Arzie mendapat penjelasan mengenai alamat tujuan mereka di Hokkaido. Mereka berencana melanjutkan perjalanan menuju Hokkaido nanti siang. Dari Tokyo ke Bandara Chitose, ditempuh selama 1,5 jam.


"Aku akan mengantarmu sampai di SMA yang kamu maksud Arzie. Kebetulan aku pernah berkunjung kesana beberapa waktu lalu"


"Terima kasih atas bantuan mu, Dha"


"Aku berharap kamu segera bertamu dengan adik kandungmu itu"


Menjelang sore mereka sudah sampai disekolah yang dimaksud. Disana mereka betemu dengan seorang guru.


"Takahashi Keren chan, desuka"1)


"Hai, sou desu"2)


"Sumimasen, anata wa dare desuka?"3)


"Yudha desu. Kore wa Arzie san to Kira san. Indonesia kara no tomodachi. Keren san no Oniisan to imoto desu" 4)


"Hontou?!" 5)


"Hai, sou desu. Arzie san to Kira chan wa Keren san ni aitai Indoneshia kara kimashita. Hisashiburi" 6)


"Shikashi, seito-tachi wa 30-bu mae ni sarimashita" 7)

__ADS_1


"Aa, sou ka. Sumimasen, adoresu o oshiete moraemasu ka" 8)


"Chotto matte kudasai" 9)


Guru itu mencari file alamat siswa di lemari, lalu memberikannya pada mereka. Setelah berterima kasih, mereka pergi meninggalkan sekolah itu menuju alamat yang dimaksud. Kalau melihat alamatnya, tidak begitu jauh dari sekolah. Hanya sekitar 20 menit berjalan kaki.


"Ah, aku rasa ini alamatnya"


Mereka berkali-kali menekan bel namun tak seorangpun keluar dari dalam rumah itu.


"Sepertinya tidak ada orang dirumah", ucap Arzie.


Kira mengambil selembar kertas dan bolpoin dari dalam tasnya. Dia menuliskan sesuatu dalam kertas itu lalu menyelipkannya dibawah pintu.


"Kamu tulis apa, Dek?"


Arzie mengangukkan kepalanya. Setelah mengucapkan terima kasih dan berpamitan pada sahabatnya, Arzie dan adiknya mencari sebuah hotel disekitar situ. Hampir malam. Mereka beristirahat sejenak di hotel sambil menunggu kabar dari Keren.


******


"I have been looking for you. but you are not home. this is my mobile number. please contact if you are home. Kirani Fauzia Chandhani" 10)


Keren yang baru sampai di rumah membaca memo yang terselip dibawah pintu. Dibalik kertas itu ada sebuah poto. Keren terkejut melihat poto itu. Poto seorang perempuan berhijab yang wajahnya mirip sekali dengannya.


"Apakah ini saudari kembarku? Bagaimana mungkin dia bisa sejauh ini mencariku?"

__ADS_1


"Tapi wajahnya benar-benar mirip denganku. Tak salah lagi. Pasti ini orangnya. Kirani Fauzie Chandhani"


"Tak ada salah nya jika aku menghubunginya. Barangkali aku akan dapatkan sebuah petunjuk baru"


Keren meletakkan kertas dan poto itu di meja. Dia memuju kamar mandi, membersihkan diri lalu berganti pakaian. Perjalanan yang sangat melelahkan, pikirnya. Lalu dia teringat akan surat dan poto tadi. Keren mencoba menghubunginya, namun tidak ada jawaban. Sekali lagi dia coba menghubungi nya, tetap tidak ada jawaban.


******


Terjemahan


1). "Keren Takahashi?"


2). "Ya, benar"


3). "Maaf, anda ini siapa ya?"


4). "Saya Yudha. Ini adalah Pak Arzie dan Nona Kira. Teman saya dari Indonesia. Mereka adalah kakak dan adik dari Keren"


5). "Benarkah?"


6). "Ya, benar. Pak Arzie dan Nona Kira datang dari Indonesia untuk bertemu dengan Keren. Sudah lama mereka tak bertemu"


7). "Tapi semua siswa sudah pulang 30 menit yang lalu"


8). "Ooo... Begitukah? Maaf, bisakah anda memberikan alamatnya pada kami?"

__ADS_1


9). "Tolong tunggu sebentar!"


10). "Aku telah mencarimu. Tapi sepertinya kamu tidak dirumah. Ini nomor ponselku. Tolong hubungi aku jika kamu sudah sampai dirumah"


__ADS_2