
Ini adalah musim semi ketiga Keren di SMP, artinya tahun terakhirnya disekolah itu. Murid-murid kelas satu dan dua sudah mempersiapkan acara perpisahan buat kakak-kakak kelasnya. Keren tak perduli tentang itu, dia hanya menyendiri di atap sekolah. Imel yang tahu pasti keberadaan teman dekatnya itu, menghampiri Keren disana.
"Sedang apa kamu, Keren?"
"Memikirkan cara bunuh diri yang baik", jawabnya asal.
Imel kesal mendengarnya. Dia melemparkan kaleng soda kearah Keren, dan Keren menangkapnya dengan baik. Dia membuka kaleng soda itu dan meminumnya.
"Kamu tak ikut ke aula?"
"Buat apa?"
"Persiapan acara perpisahan kita"
"Tidak penting"
"Beberapa adik kelas sedang membantu dekorasi buat acara besok. Kamu tidak berminat kesana?"
"Tidak"
Di Jepang musim semi adalah musim terbaik untuk berjalan-jalan di Jepang. Tetapi, selain itu, musim semi juga merupakan momen untuk merayakan kelulusan bagi siswa tingkat akhir.
Orang-orang awam biasanya berpikir bahwa musim semi di Jepang berkaitan dengan sesuatu yang baru, seperti dimulainya tahun ajaran baru. Namun sebenarnya, musim semi juga dapat dikatakan musim yang mengakhiri sesuatu. Hal ini dikarenakan pada saat awal musim semi di Jepang, terdapat upacara kelulusan bagi siswa tingkat akhir yang telah menempuh pendidikan di sekolahnya.
__ADS_1
Upacara kelulusan, yang dalam bahasa Jepang disebut sotsugyou shiki (卒業式), umumnya dilaksanakan pada minggu ketiga pada bulan Maret. Upacara ini juga memperbolehkan orang tua siswa dan juga siswa dari angkatan yang lebih muda untuk hadir. Namun, sebagian besar orang tua maupun keluarga memilih untuk tidak datang.
Mereka menganggap bahwa Upacara Kelulusan ini adalah momen perayaan siswa bersama teman dan guru-gurunya.
Bagi Keren pun tak ada bedanya hari-hari yang dia lalui selama ini. Lulus atau tidaknya Mama nya pun pasti tak akan perduli.
******
Semua siswa kelas tiga yang akan menerima sertifikat kelulusan berkumpul di Aula sekolah. Mulanya, semua murid berkumpul di aula. Kemudian, mereka akan naik ke panggung ketika nama mereka dipanggil oleh kepala sekolah. Mereka akan membungkuk sebagai tanda hormat kemudian menerima sertifikat dengan kedua tangan. Setelah itu mereka kemudian membungkuk lagi lalu duduk kembali. Tahapan ini adalah tahapan tradisional. Zaman sekarang, ada juga yang bersalaman bersama kepala sekolah atau rektor. Dalam upacara kelulusan, para murid juga sering bernyanyi menyanyikan lagu yang berkaitan dengan perpisahan.
"Sotsugyou omedetougozaimasu. Atode saikou no kookoo ni ukeire rareru koto o negatte imasu". 1)
Ucapan akhir kepala sekolah saat memberi sebutan pada acara perpisahan. Setelah pemberian sertifikat selesai. Para siswa berkumpul dikelasnya masing-masing untuk berfoto. Keren ogah-ogahan ketika ditarik tangannya oleh Imel kedalam kelas.
"Ore ga otonaninattara anata ni ai, anata to kekkon shimasu. Saido kyohi suru koto wa dekimasen". 2)
******
"Imel chan, Keren chan, Sotsugyou omedetougozaimasu", sapa seorang teman sekelas mereka. 3)
"Sotsugyou omedetougozaimasu" 4)
"Doko de kyōiku o tsudzukemasu ka? Imel chan, Keren chan 5)
__ADS_1
"Wakaranai" 6) , jawab Keren. Lagi-lagi sekenanya.
"Bandung no kookoo o tsudzukemasu. Chichi no Nihon de no kinmu kikan ga owattakaradesu". 7)
"Aaa... Souka?!". 8)
Imel tersenyum. Keren tetap saja bersikap dingin. Imel sudah menentukan pilihannya. Dia pulang ke tanah air mengikuti orang tuanya. Keren masih belum memutuskan apapun.
******
Terjemahan
1) "Selamat atas kelulusan kalian. Semoga kalian diterima di SMA yang terbaik"
2) "saat aku dewasa aku akan menemuimu dan akan menikahimu. kami tak akan bisa menolaknya lagi"
3) "Imel, Keren, selamat atas kelulusan kalian"
4) "Selamat atas kelulusannya"
5) "Kalian akan melanjutkan kemana setelah ini, Imel, Keren?"
6) "Aku tak tahu"
__ADS_1
7) "Aku akan melanjutkan SMA di Bandung. karena masa kerja papa ku dijepang sudah habis"
8) "Begitukah"