Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Menemukan Bayangan Yang Hilang


__ADS_3

"Pagi, Kak..."


"Pagi, Dek. Sudah bangun?! Ayo sarapan dulu"


Kirani yang sudah siap dengan seragamnya duduk disebelah kakak nya. Dia mengambilkan nasi dan lauk nya kepiring yang ada dihadapan kakaknya. Sarapan pagi ini adalah sarapan pertama mereka sebagai kakak beradik kandung. Pertama kalinya Kirani dengan senang hati mengurus kepeluan kakaknya, begitupun dengan Arzie.


"Ayo, Dek. Nanti kesiangan"


Kira menghabiskan minum nya, lalu mengikuti langkah kakaknya menuju mobil. Seperti biasanya Arzie selalu membukakan pintu mobil untuk Kira.


Arzie melajukan mobil nya menuju sekolah Kira terlebih dahulu. Mereka sampai sebelum bel sekolah berbunyi.


"Yang semangat belajarnya ya, Dek. Nanti pulang kamu dijemput supir. Biar Kak Arzie yakin kalau kamu tidak nyangkut lagi sama laki-laki itu"


Kira menoleh pada kakaknya. Dia tersenyum malu-malu. Ternyata dia selama ini diawasi. Kira mengambil tangan Arzie lalu mencium punggung tangannya. Ini baru pertama kalinya dia lakukan pada Arzie.


Ada rasa bangga sebagai kakak pada diri Arzie saat Kira mencium punggung tangannya. Arzie membalas mencium kepala adik nya yang cantik.


Untuk beberapa saat Arzie termenung didalam mobil setelah Kira masuk kedalam gerbang sekolah. Walaupun senang bertemu lagi dengan adik kandungnya, ada rasa sedih dan sakit diujung hatinya.


"Ini tidak boleh terjadi. Dia adalah adik kandungku. Aku tidak boleh seperti ini. Tidak boleh terjadi insest diatara kami berdua. Ini adalah perasaan terlarang. Aku harus membunuhnya. Aku tak boleh seperti ini"


Dia menghela napas panjang dan mengaturnya kembali perlahan agar tidak sasak yang dirasakannya. Menata lagi hatinya agar bisa berfikir jernih.


******


Kesibukan dikantor hari ini membuat Arzie hampir lupa untuk makan siang. Untung saja sebuah pesan WhatsApp dari adiknya datang mengingatkannya. Arzie tersenyum membaca pesan itu.


"Baiklah, terima kasih sudah mengingatkan, Kak Arzie, Dek"


Klik ... Dia menekan tombol kirim. Arzie mengambil kunci mobilnya. Dia pergi kesebuah restoran untuk makan siang. Satu jam kemudian dia sudah kembali lagi ke kantornya.


"Maaf, Pak. Ada tamu yang menunggu Bapak"


"Siapa?"


"Orang dari agency, Pak"

__ADS_1


"Suruh dia keruangan ku"


"Baik, Pak"


Tok ... Tok...


Cekreeeeekkk ...


"Selamat siang, Pak Arzie"


"Selamat siang, silakan duduk"


"Terima kasih, Pak"


"Bagaimana? Ada kabar terbaru?"


"Begini, Pak. Saya mendapatkan informasi bahwa ada pasangan asing yang mengajukan permohonan adopsi anak. Dan dikabulkan oleh peradilan. Anak perempuan dengan nama setelah di adopsi Keren Takahashi. Tahun ini dia berumur 17 tahun. Sama percis seperti anak yang kita cari, Pak"


"Keren Takahashi?!"


"Benar, orang tua yang mengadopsinya berasal dari Jepang. Ayah nya Tuan Takahashi seorang kontraktor sedangkan Ibu nya berasal dari Surabaya"


"Keren siswi kelas dua SMA Hokkaido Sapporo Minami Kootoo Gakkou. Sebuah SMA di Chuo-ku, Sapporo, Hokkaido, Jepang. SMA tersebut merupakan salah satu SMA favorit di Hokkaido. Ini foto anak tersebut, Pak"


Arzie mengambil foto itu. Dia benar-benar yakin kalau Keren adalah kembaran Kirani. Karena mereka benar-benar mirip. Kembar identik. Detektif itu juga memberikan alamat tempat tinggal Keren di Hokkaido. Arzie sangat puas dengan pekerjaan yang dilakukan detektif sewaannya itu.


******


Kirani menghampiri Pajero hitam yang terparkir di halaman tempat les nya itu. Arzie turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil.


"Tumben Kak Arzie, jemput Kira"


"Wah... begitu ya. jadi lebih seneng dijemput Alex dari pada Kak Arzie ya..."


"Apan sih, Kak Arzie ni ..."


Kira mencubit pinggang kakak nya. Arzie tertawa melihat adiknya yang manyun, walaupun begitu dia tetap terlihat cantik dimata Arzie.

__ADS_1


"Kak Arzie sudah menemukannya, kembaranmu yang di adopsi orang asing itu"


"Benarkah, Kak"


"Hmmm..."


"Dimana dia sekarang?"


"Hokkaido"


"Jepang?"


"Ya ..."


"Jauh sekali"


"Namanya Keren Takahashi. Dia siswi kelas dua SMA Hokkaido Sapporo Minami Kootoo Gakkou"


"Keren??!", ucap Kirani pelan.


Dia teringat peristiwa saat dia bertemu pwrtama kali dengan Alexi. Waktu itu Alexi manggilnya "Keren".


"Ada apa, Dek?"


"Waktu itu Kak Alex salah memanggilku dengan nama Keren"


"Ooo... Alex lagi"


"Kak...."


Hahahahaaa...


"Baiklah ... barangkali si Jelek itu tau dengan Keren"


"Alexi, Kak. Bukan Jelek. Kak Arzie jahat", Kirani memonyongkan bibirnya.


Arzie tak perduli siapapun nama laki-laki itu, baginya kalau sampai dia mempermainkan adiknya, Arzie siap membuat perhitungan dengan nya.

__ADS_1


******


__ADS_2