
Pagi hari nya setelah sarapan, mereka bertiga pergi kerumah sakit untuk melakukan tes DNA.
"2-Jikan de kekka o kakunin dekimasu. Omachikudasai" 1), ucap seorang perawat.
"2-Jikan desuka" 2)
"Hai, sou desuka. Omachikudasai" 3)
"Arigatou Gozaimashita" 4)
Keren membungkuk pada perawat itu sambil mengucapkan terima kasih. Dua jam lagi hasilnya akan keluar. Dan mereka harus menunggu dengan sabar.
"Bagaimana sekolah mu, Dek?', tanya Arzie pada Keren.
"Biasa saja, tidak ada yang istimewa"
"Hmmm..."
"Kak ... "
"Ya, Dek"
Kira bersandar pada pundak Arzie. Tangannya memegang lengan kakaknya itu.
"Kamu demam? Badanmu panas sekali?", ucap Arzie terkejut saat memegang kening Kira.
"Demam?", tanya Keren.
Arzie menganguk. Wajah Kira pias sekali. Suhu tubuh na tinggi.
"Mungkin kamu tidak terbiasa dengan cuaca disini. Tunggu sebentar aku ke apotik dulu belikan obat penurun panas", kata Keren.
Tak lama dia kembali membawa tumbler berisi air minum dan obat penurun panas. Lalu memberikannya pada Kira. Beberapa menit kemudian datang seorang perawat memanggil mereka bertiga menuju ruang laboratorium untuk melihat hasil tes DNA nya.
"Bisa jalan, Dek?"
"Iya, Kak. Aku tidak apa-apa. Jangan khawatir. Mungkin kecapean saja"
"Jangan terlalu memaksakan diri. Demam itu sumber dari segala penyakit, Ra", kata Keren.
Kira tersenyum. Dia berjalan menggandeng tangan kakaknya. Lalu Keren berada disisi sebelahnya.
Tok ... Tok...
Cekreeeeekkk ...
"Konnichiwa, sensei" 5), sapa Keren pada sang dokter.
"Konnichiwa, hai ... Douzo" 6)
"Arigatou" 7)
"Takahashi san, Arzie san to Kirani san no DNA tesuto no kekka o yomitai" 8)
__ADS_1
"Hai ..." 9)
"Tesuto kekka ni motodzuite, Takahashi tachi no DNA wa subete dou ichidesu." 10)
"Dakara, watashitachi wa kyoudai desuka" 11)
"Hai, zettai desu" 12)
Keren tersenyum mendengar pertanyaan dokter.
"Bagaimana, Dek?", tanya Arzie.
"Hasilnya cocok. Ketiganya identik"
"Alhamdulillah ... Jadi kalian berdua benar-benar adik kandungku"
Arzie memeluk kedua adiknya. Bahagia yang luar biasa dia rasakan saat ini. Bisa menemukan lagi adik-adiknya yang terpisah selama ini.
******
Setelah melakukan pemeriksaan mereka kembali ke hotel. Kira merebahkan tubuhnya diatas kasur. Arzie menemaninya disisinya. Keren mengambil handuk kecil lalu membasahinya dengan air dan mengompres kening Kira.
"Istirahatlah, biar demammu cepat turun", kata Keren.
Kira mengangukkan kepalanya. Dia memejamkan matanya. Mencoba untuk tidur. Sangat nyaman berada dekat dengan kakak dan saudari kembarnya.
"Kak, Arzie kembali saja kekamar. Beristirahatlah agar kalian bisa melanjutkan perjalanan. Biar aku yang menjaga Kira disini"
"Kamu tidak apa-apa sendirian menemani Kira?"
"Baiklah. Terima kasih ya, Dek. Kamu juga jangan memaksakan diri"
"Ya, Kak"
******
"Bagaimana demammu?"
Kira memegang kepalanya.
"Alhamdulillah ... sudah turun. Terima kasih sudah menjagaku, Keren"
"Tidak masalah"
"Aku senang akhirnya kita bisa berkumpul kembali"
"Hmmm..."
Tok ... tok ....
cekreeeeekkk ...
"Bagaimana demammu, Dek. Apa sudah baikan"
__ADS_1
"Sudah, Kak. Tidak demam lagi Kok"
Arzie memegang kening Kira. Dia memastikan bahwa adiknya tidak demam lagi. Dan benar saja suhu tubuhnya sudah kembali normal.
"Keren menjaga ku seharian, Kak"
"Terima kasih, ya ... Dek", Arzie mengusap kepala Keren.
"Bagaimana kamu selanjutnya, Dek. Apa kamu mau ikut Kak Arzie ke Jakarta. Kita bertiga bisa kumpul bersama disana. Kak Arzie pasti sangat senang melihat kalian bersama-sama"
"Benar Keren, kamu ikut kami ya kembali ke Indonesia?"
"Aku rasa tidak semudah itu dan lebih baik aku disini saja dulu. Kewarganegaraan ku masih warga negara Jepang. Sedangkan sekolahku belum selesai. Tanggung sekali kalau harus pindah di tengah jalan seperti ini"
"Keren ... "
"Kak Arzie khawatir kalau kamu sendirian disini, Dek. Kak Arzie pikir akan lebih baik dan aman kalau kamu bersama Kak Arzie. Tapi kamu pun ada benarnya. Mengurus kepindahan kewarganegaraan tidak semudah itu"
"Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa sendiri. Nanti saat libur sekolah aku bisa ke Indonesia untuk liburan, sambil menunggu dokumen kewarganegaraan ku selesai"
"Kak ... bagaimana ini?", kata Kira.
"Keren ada benar nya. Baiklah, apa perlu Kak Arzie tempatkan pengawal untuk menjagamu"
"Tidak perlu. Aku bukan anak kecil"
"Baiklah. Kak Arzie, percaya padamu, Dek. Jaga dirimu baik-baik disini, sayang ... "
Keren mengangukkan kepalanya. Dia mengerti kehawatiran kakaknya, hanya saja dia belum terbiasa dengan adanya orang lain dalam hidupnya. Walaupun itu adalah kakak dan saudara kandungnya sendiri. Butuh waktu bagi Keren untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang serba mendadak ini.
******
Terjemahan
1). "Kita dapat melihat hasilnya dalam dua jam lagi. Silakan menunggu"
2). "Dua jam lagi?"
3). "Benar. Silakan menunggu"
4). "Terima kasih"
5). "Selamat siang, dokter"
6). "Selamat siang, silakan ..."
7). "Terima kasih"
8). "Saya akan membacakan hasil tes DNA antara Nona Takahashi, Tuan Arzie dan Nona Kirani"
9). "Baik!"
10). "Berdasarkan hasil tes tadi, DNA kalian bertiga identik"
__ADS_1
11). "Itu artinya kami bertiga bersaudara"
12). "Pasti!!"