Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Koper Tua


__ADS_3

"Bi...",panggil Arzie


Bi Mar buru-buru menemui tuan mudanya itu diruang tengah.


"Iya, tuan. Ada apa?"


"Kalau nanti pekerjaan Bi Mar sudah selesai tolong bersama dengan Mang Je dan Mbak Rum bereskan gudang belakangnya. Sudah lama tidak dibersihkan. Barang yang tidak terpakai dibuang saja, Bi"


"Baik, tuan"


Arzie langsung menuju halaman depan, menaiki mobilnya dan menghilang dibalik pagar tinggi rumah itu.


"Bi, tadi tuan Arzie bilang apa?",tegur Mang Je.


"Kita disuruh membereskan gudang belakang. Kami dan Rum juga"


"Kita ... Bi Mar aja kali", ledek Mang Je.


Bi Mar menjewer kuping Mang Je. Sehingga tukang kebun itu menyeringai kesakitan. Bi Mar langsung ke dapur menyiapkan makanan dan membereskan dapur serta lantai bawah. Mbak Rum bagian lantai atas dan mencuci pakaian. Sedangkan Mang Je bagian halaman didepan dan dibelakang rumah.


Selain mereka ada dua orang security yang menjaga gerbang secara bergantian. Mereka semua tinggal dibagian belakang rumah. Paviliun khusus buat para pekerja dirumah itu.


Pukul sebelas mereka selesai bekerja. Bi Mar menyiapkan makan siang buat para pekerja, khusus buat security yang berjaga saat itu Bi Mar mengantarkannya ke pos jaga. Mereka makan dengan riang di ruang tengah paviliun.


******

__ADS_1


"Mang, tolong angkat ini keluar",pinta Mbak Rumi.


Mang Je dengan sigap mengangkat koper besar yang terletak diatas lemari dan meletakkannya di depan pintu gudang. Dia membersihkan debu yang menutupinya. Koper besar itu milih almarhum tuan besarnya. Papi Arzie.


"Bi, koper ini mau diapakan, Bi?"


"Itu koper kesayangan Tuan Besar. Apa masih ada isinya ya, Mang",ucap Mbak Rumi.


Mang Je mengangkat lalu mengguncangkan koper itu. Seperti nya isi didalamnya masih banyak.


"Ada isinya, Bi"


"Kalau begitu yang itu, simpan saja dulu di dalam. Siapa tau Tuan Arzie memerlukannya"


Mang Je membawa koper itu ke teras belakang dapur. Lalu dia kembali lagi membantu dua pembantu perempuan tadi membereskan gudang.


Bi Mar sudah menyiapkan menu kesukaan tuannya di meja makan. Arzie makan seorang diri ditemani handphone kesayangannya.


"Maaf tuan",kata Bi Mar setelah melihat tuannya selesai makan malam


"Ada apa, Bi?"


"Tadi kami sudah membereskan gudangnya, kami menemukan ini disana"


Bi Mar menyerahkan koper hitam berukuran lima puluh senci itu pada Arzie. Itu adalah koper kesayangan Papinya dulu. Biasanya Papinya meletakkan berkas-berkas pentingnya disana.

__ADS_1


Arzie mengambil koper itu,lalu mengguncangkannya. Seperti masih ada isinya, pikirnya.


"Ya, sudah, Bi. Tolong letakkan didalam kamarku ya"


"Baik, tuan"


*****


Arzie memandangi koper itu, dia berfikir dimana Papinya meletakkan kunci koper itu. Dia membolak balik koper itu, koper hitam berlapis kulit asli yang dibeli Papinya sewaktu Papinya masih bersekolah di Los Angles.


Umur koper ini lebih tua darinya. Tapi bentuknya masih bagus dan kokoh.


Bisa saja dia menghancurkan koper itu tanpa membuka koper itu. Namun dia meresa sayang untuk menghancurkan koper kesayangan Papinya itu. Terpaksa dia meletakknya lagi dalam lemari pakaiannya, dia hendak mencari dimana Papinya menyimpan kunci koper itu.


******


Arzie merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Bukan maksud hatinya untuk tidur. Lamunannya melayang kemana-mana, pergi kemasa lalunya. Masa lalu yang indah dan bahagia bersama Mami dan Papinya. Terlahir sebagai anak tunggal baru dirasakannya saat ini. Sepi, tak ada saudara yang menemaninya. Tempat dia berbagi.


"Mami, Papi, kalian pergi begitu cepat. Arzie merasa dirumah ini begitu sepi. Dulu sewaktu Opa dan Oma masih hidup dan kita berkumpul semua disini, rumah ini begitu ramai. Tapi Opa dan Oma pergi lebih dulu. Mebuktikan cinta sejati mereka. Kecelakaan itu membuat. Mami sangat terpukul"


"Arzie, tidak merasa kesepian saat itu. Karena Mami dan Papi masih ada bersama Arzie. Namun setelah sekian lama kepergian kalian, Arzie benar-benar kesepian. Benar-benar kehilangan kalian"


"Semoga, Tuhan menempatkan Mami, Papi, Opa dan Oma di surga Nya. Arzie rindu kalian"


Pikirannya kembali menembus lorong waktu, memutar kembali memori lamanya bersama orang-orang yang dia sayangi. Tak lama matanya merasa semakin mengantuk dan akhirnya diapun tertidur.

__ADS_1


******


__ADS_2