Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Pertengkaran Hebat


__ADS_3

"Keren ... !!! Dengarkan Mama!!"


Keren dengan acuhnya masuk kedalam kamar saat mamanya datang menemuinya. Dia tak perduli dengan perempuan itu. Dia tak pernah merasa lagi menjadi anak dari mamanya. Dia sudah lama kehilangan kasih saya kedua orang tuanya itu.


Braaakk...


Keren membanting pintu kamarnya kuat-kuat. Dia menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur. Dia ingin sekali memejamkan mata lalu tertidur agar saat dia bangun dia berharap ini semua hanyalah mimpi.


Cekreeeeekkk ...


Pintu kamarnya di buka. Mamanya yang sudah begitu marah berdiri di ambang pintu.


"Okite ...!!!" 1)


"Kereeen.... Okite ... !!!!" 2)


"Nani ...??!",jawab Keren dengan nada tinggi.


Plaaaak...


Sebuah tamparan keras mendarat diwajah Keren. Dia memegang pipinya yang terasa sakit dan merah. Keren menahan tangisnya sebisanya, dia tak mau dilihat lemah dan cengeng.


Mamanya terdiam ada sedikit rasa penyesalan dihatinya setelah melihat pipi keren yang merah akibat tamparannya tadi.


"Sekarang apa yang mama inginkan?. Mama mau bunuh aku? Bunuhlah!! Lakukan apa yang mama suka padaku!!!",tantang Keren.


"Jangan bersikap kurang ajar terhadap mamamu Keren"


Keren diam saja. Matanya menunjukkan perlawanan dalam hatinya.


"Mama tahu kamu tidak suka dengan mama. Tapi ingat posisimu siapa. Kamu siapa?!"


"Keren tahu, Ma. Keren bukam siapa-siapa Mama dan Papa. Keren tahu kalau mama memang tak pernah menginginkan Keren. Kalian bawa aku jauh-jauh dari Indonesia hanya untuk disia-siakan seperti ini. Keren juga tahu, Ma"


"Keren .... "

__ADS_1


"Benar kan! Jangan lagi bersandiwara Mama! Keren bukan anak kecil yang bisa kalian bohongi lagi. Bertahun-tahun Keren menahan semua ini. Bertahun-tahun Keren menderita seorang diri. Tanpa pernah kalian perdulikan. Sekarang cukup ma. Keren sudah muak dengan kepalsuan ini"


"Ooo... Jadi kamu mau pergi dari mama?! Mau kembali kesana??! Baiklah!! Pergilah kamu sesuka hati mu, Keren. Tapi ingat, kamu tak akan dapat sepeserpun dari Mama. Ingat itu!!!"


"Terserah!!! Aku tak butuh uang mama. Aku tak butuh ancaman mama. Aku ingin kebebasanku sendiri. Aku ingin diriku sendiri"


Braaakkk...


Mamanya pergi meninggalkan Keren seorang diri dirumah. Dia melajukan kendaraannya dengan kencang. Tanpa memperdulikan apapun. Kedua perempuan itu saling emosi dan mendahulukan ego mereka masing-masing.


Keren terdiam dirumahnya yang gelap gulita. Kamarnya pun gelap tanpa cahaya. Dia mengurung diri dalam kesunyian. Berharap ada ketenangan jiwa dalam kesepian dan gelap.


******


Hari sudah pagi Keren terbangun dari tidurnya. Rasa sakit menyeruak dalam setiap sendi-sendi nya. Dia duduk dan menyandarkan kepalanya ke tembok.


"Doushitara ii no ka wakaranai" 3)


"Tatsukette ...!?" 4)


Drr.... Drrr...


Handphone nya berbunyi. Sekali dia diam kan. Dua kali dia diam kan. Dan saat berbunyi ke tiga kalinya dia bangun dari duduknya.


"Moshi...moshi ..." 5)


"Keren chan, genki ...? 6)


"Imel .... "


"Ada apa? Kamu habis menangis. Suaramu sengau sekali?"


Keren tidak menjawab. Airmatanya mengalir dari kedua pipinya. Dia berusaha menahan agar suara tangisnya tidak terdengar.


"Keren, daijoubu?" 7)

__ADS_1


Keren menghapus airmatanya. Dia menegak habis segelas air.


"Imel ..."


"Aku akan ke Indonesia. Aku akan mengurus paspor dan identitas ku dulu. Setelah semuanya beres aku akan ke Indonesia"


"Ke Indonesia? Ada perlu apa?"


"Nanti jika aku sudah sampai sana akan aku ceritakan semuanya?"


"Seserius itukan masalahnya?"


"Ya, begitulah"


"Baiklah. Aku tunggu kamu disini. Semoga saja tidak ada masalah yang menghambat"


"Aku harap begitu"


******


Terjemahan


1). "Bangun ... !!!"


2). "Keren ... Bangun ...!!!"


3). "Aku tak tahu apa yang sebaiknya aku lakukan sekarang"


4). "Tolong aku?!"


5). "Halo ..."


6). "Keren... Apa kabar?"


7). "Keren .. Kamu baik-baik saja?"

__ADS_1


__ADS_2