
Keren sampai hampir bersamaan dengan Kira dirumah. Mobil Arzie sudah terparkir di halaman. Sudah pukul delapan lewat.
"Keren, Kamu dari mana seharian tadi?"
"Aku jalan-jalan saja sama Imel. Kebetulan dia sedang di Jakarta. Kamu dari mana, Kira"
"Aku bosan dirumah. Aku cari kamu rupanya kamu tak ada. Jadi aku juga jalan sama teman"
"Kak, Arzie sudah pulang sepertinya. Dan kita terlambat. Sudah jam delapan lewat"
"Iya, Kak Arzie pasti marah deh"
"Ehmmm... ehm... Selamat malam, nona-nona.... Kalian dari mana saja pulang semalam ini? Dan tak seorang pun dari kalian yang menjawab telepon Kak Arzie!!"
Arzie muncul dari dalam rumah dengan wajah horor bagi kedua adiknya.
"Maaf, Kak... Kami tadi dari pergi nonton. Jadi tak sempat jawab telepon Kak Arzie", kata Keren berbohong.
Kira menoleh pada Keren. Dia tak menyangka kalau Keren akan mengatakan hal itu pada Kakak mereka.
"Benar kah??!"
__ADS_1
"Kak ... Kami bosan dirumah. Jadi kami keluar sebentar. Maaf ya kak sudah membuat Kak Arzie khawatir", bujuk Kira sambil merangkul kakaknya.
"Oke. Baiklah. Kali ini dimaafkan. Bersihkan diri kalian lalu cepat turun kebawah. Kak Arzie tunggu di meja makan"
"Baik, Kak", jawan Keren dan Kira bersamaan.
Keren dan Kira naik kekamarnya lalu segera turun setelah mandi dan berganti pakaian. Mereka makan malam bersama.
******
(Bandara) - Indonesia
Keren menarik tangan Kira. Membawanya kesudut ruang tunggu Bandara.
"Tidak ada apa-apa. Jangan khawatir. Ada urusan yang harus aku selesaikan di Jepang. Nanti aku pulang ke Indonesia lagi. Dan tidak akan kembali lagi ke Jepang. Aku akan pulang selamanya ke sini"
"Janji, ya ... Jaga diri baik-baik"
"Iya. Kamu harus nurut sama Kak Arzie, Ra. Dia kakak kita satu-satunya. Sampaikan padanya kalau aku juga sayang sama Kak Arzie. Aku ingin disini, dinegara ini, bersama kalian. Walaupun hanya melihat kamu dan Kak Arzie dari jauh aku sudah bahagia"
"Aku ini bukan saudara mu yang baik, Kira. Aku tidak seperti yang kalian lihat selama ini. Tapi aku ingin sekali menjadi yang terbaik untuk kalian. Aku sayang kamu, Ra. Aku ingin kamu bahagia. Jaga diri baik-baik ya"
__ADS_1
Kira dan Keren berpelukan dan menangis. Keren menghapus airmata Kira. Kira pun melakukan hal yang sama. Lalu mereka tertawa.
"Hati-hati ya, Dek. Jaga kesehatanmu. Jaga diri baik-baik"
Keren mengambil tangan kakaknya dan mencium punggung tangan kakaknya. Lalu memeluknya erat-erat seolah tak ingin melepaskan pelukkannya dari kakaknya.
"Kak ... Keren pamit ya. Keren minta maaf kalau selama ini punya salah sama Kak Arzie. Keren selama ini menyusahkan Kak Arzie. Keren belum bisa jadi adik yang baik"
"Kamu bicara apa, dek. Kamu itu adik Kak Arzie yang terbaik. Pokoknya kamu dan Kira adik-adik yang paling Kak Arzie sayangi"
Arzie mencium kedua pipi Keren. Mencium kepalanya lebih lama. Memberi kekuatan hati Keren.
******
(Rumah Keluarga Takahashi) - Hokkaido - Jepang
Beberapa hari ini Keren hanya mengurung diri dalam kamarnya. Dia tidak makan apapun. Diaelarikan diri ke Jepang karena tak sanggup menerima kenyataan yang terjadi. Alexi lebih memilih Kirani dari pada dirinya.
Dia menghabiskan banyak alkohol di kamarnya. Asap rokok pun penuh disetiap sudut kamar. Dia benar-benar merasa tak berguna. Dia merasa payah.
"Aku benci kamu, Alex... aku benci kamu .... kenapa kamu lebih memilih Kira. Kenapa bukan aki, Alex ... !!!!"
__ADS_1
Dia menangis sejadi-jadinya. Melepas segala emosi yang ada didadanya. Melampiaskan segala kemarahannya pada tiap tegukan alkohol dan rokok yang dihisapnya.
******