Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Tiga Hati


__ADS_3

Arzie tidak bisa memejamkan matanya malam itu, dia merasa bersalah pada adiknya atas kejadian tadi sore. Sungguh perbuatan diluar nalar, pikirnya.


"Ya, Tuhan ... Apa yang aku lakukan? Apa-apaan ini?"


"Kenapa aku merasa sangat marah dan tidak bisa menerima kedekatan Kirani dan Alexi. Persaan apa ini? Jangan sebut ini perasaan cemburu seorang laki-laki? Tidak!!! Aku tak mau ini terjadi. Ini tak boleh terjadi"


"Kirani adalah adik kandungku. Aku harus melupakan rasa sayangku padanya sebagai seorang laki-laki. Aku ini kakaknya. Kakak kandungnya. Yang kulakukan hanya melindungi adikku dari mahluk jelek menyebalkan itu"


"Salah sendiri dia berani-beraninya menggoda adikku tersayang. Awas saja kalau dia bersikap berlebihan apalagi sampai kurang ajar sama Kira. Ku habisi dia"


Walaupun sudah mencoba memejamkan mata, namun Arzie tetap tak bisa tidur. Dia bolak-balik bangun lalu duduk lagi. Dia takut sikapnya ini bukam sikap seorang kakak, namun rasa cemburunya terhadap Alexi yang mendekati Kirani. Arzie sadar posisinya saat ini siapa. Dia berusaha mati-matian membunuh rasa sayang nya sebagai seorang laki-laki terhadap Kira.


Sekarang dia harus memposisikan diri sebagai kakak yang baik bagi Kirani dan juga Keren. Sepasang adik perempuannya yang cantik. Menjaga adik perempuan tentunya harus ektra hati-hati, apalagi Keren terpisah jauh darinya.

__ADS_1


Sebenarnya dia sangat ingin Kirani dan Keren tinggal bersama nya dalam satu rumah. Namun dia tahu apa isi hati Keren. Keren belum terbiasa dengan orang asing. Dan dia juga dibesarkan dinegara yang berbeda, budaya yang berbeda. Wajar saja Keren masih bersikap hati-hati terhadapnya dan juga Kirani.


******


Seperti Arzie, Alexi kesal bukan main jika mengingat kejadian tadi. Sudah dua kali dia dan Arzie bersiteru mengenai Kira. Dan dia selalu lupa menanyakan ada hubungan apa antara Kira dan Arzie. Alex terlalu terpukau dengan pesona Kirani yang lemah lembut. Baru kali ini dia merasa benar-benar jatuh cinta pada seorang perempuan.


"Kalau aku bertemu lagi dengan si bos minyak bumi bereng6 itu, habis dia kubuatnya. Dia selalu menghalangiku bertemu dengan Kirani"


"Sejak saat itu Kirani tak pernah membalas pesan WhatsApp yang dikirimnya, teleponku juga tidak diangkatnya. Ada apa sebenarnya ini?"


Alexi tidak bisa memejamkan matanya beberapa hari ini. Dia masih tidak bisa melepaskan pikirannya dari Kirani. Dia berharap mendapat sedikit sela untuknya agar bisa bertemu dengan Kirani lagi.


*****

__ADS_1


Kira sendiri tak mau membantah perintah kakaknya, namun entah kenapa hatinya merasa sedih sekali kali ini. Apa yang diucapkan kakaknya ada benarnya. Ini semua demi kebaikannya.


"Jika memang berjodoh nantinya, kamu harus sabar menunggu ku, Kak Alex"


"Aku tidak ingin mengecewakan Kak Arzie. Dia satu-satunya kakak kandungku. Bagaimanapun dialah yang menjadi pengganti orang tua bagiku. Tak mungkin aku membantah perintahnya"


"Aku pasrahkan semuanya pada takdir Tuhan, walaupun aku juga sayang padamu Kak Alex. Aku yakin suatu saat ada jalan yang terbaik bagi kita nantinya"


"Lebih baik seperti ini dulu, kita saling menjaga perasaan kita masing-masing, sampai saatnya tiba"


Kirani memendangi semua pesan yang dikirimkan Alex padanya. Dengan berat hati dia menghapus semua pesan yang masuk dari Alexi. Klikk.... tombol delete di tekannya. Dia ingin menjalani hari-hari seperti biasanya. Pulang pergi seperti biasanya. Menjadi siswi SMA yang ceria dan penuh kegembiraan.


******

__ADS_1


__ADS_2