
Sudah tiga hari Keren tinggal bersama kakak dan saudara kembarnya. Namun dia masih saja merasa canggung bersama mereka. Keren tinggal sendiri dirumah saat Kira pergi kesekolah dan Arzie harus berangkat kekantornya.
"Hi, Keren ... Bagaimana kabar mu?"
"Oo... Kak Alex. Kabar baik, Kak"
"Sudah bertemu dengan kakakmu?"
"Sudah, aku sekarang tinggal dirumahnya selama liburan. Rencananya besok atau lusa aku akan ke Bandung, menemui seorang teman"
"Ke Bandung?"
"Ya"
"Wah, kebetulan sekali. Aku juga lusa ada urusan kerja di Bandung. Kalau kamu mau kita berangkat sama-sama saja. Kebetualan aku bawa mobil sendiri"
"Apa tidak merepotkan nantinya, Kak?"
"Tentu saja tidak"
"Baiklah, aku akan minta izin kakakku dulu kalau begitu"
"Oke. Aku tunggu kabarnya"
Keren menutup teleponnya. Wajahnya sumringah sekali. Dia senang akhirnya dia bisa pergi berdua dengan Alexi, laki-laki yang disayanginya.
******
__ADS_1
Lusa pagi Keren meminta izin kakaknya untuk pergi ke Bandung. Dia ingin menemui Imel dirumahnya. Dia ingin bercita semua hal yang sudah dia alami.
"Ke Bandung?"
"Iya, Kak. Aku ada janji dengan Imel. Temanku yang sekarang berada di Bandung"
"Ya, sudah. Nanti setelah mengantar Kira kesekolah, biar supir akan mengantarmu ke Bandung"
"Tidak usah, Kak. Aku bisa sendiri Kok. Lagi pula aku berangkat bersama teman-teman dari Jakarta. Kami janji bertemu pukul sepuluh nanti"
"Tapi, Dek ... "
"Kak Arzie tidak usah khawatir. Aku bisa melakukan nya sendiri. Jadi tenang saja, Kak"
"Benar ya, jika ada apa-apa kamu harus cepat hubungi Kak Arzie ya, Dek ..."
Arzie mengantar Kira kesekolahnya seperti biasa. Lalu pergi kekantornya. Tepat pukul sepuluh Keren bertemu dengan Alxei di taman kota. Mereka berangkat berdua menuju Bandung.
******
Hari ini lalu lintas lancar. Mereka menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung dalam waktu dua setengah jam perjalananan. Sampai di Bandung mereka langsung menuju sebuah restoran cepat saji untuk makan siang.
"Temanmu tinggal dimana?"
"Aku kurang paham nama daerahnya. Nanti supirnya akan menjemputku di sekolahnya"
"Jadi kami mau kesekolah temanmu itu?"
__ADS_1
"Iya, hari ini dia pulang sore. Ada pelajaran tambahan. Tapi dia sudah menyuruh supirnya menjemput ku disekolahnya"
"Ya, sudah aku antarkan sekalian kesana. Di SMA mana?"
"SMA Negeri 3 Bandung, Kak"
"Baiklah, habiskan dulu makanmu. Lalu kita berangkat"
Alexi mengantar Keren sampai dihalaman SMA Negeri 3 Bandung. Setelah berpamitan dia kembali menuju kantor cabang nya di Bandung. Tak menunggu lama, Imel keluar dari sekolahnya menemui Keren.
"Keren.... Aku rindu padamu ..."
"Aku tidak", jawab Keren singkat.
"Kami ini tidak lucu sama sekali ya. Jauh-jauh datang dari Jepang cuma mau bikin kesel aku"
Keren hanya nyengir. Dua sahabat ini saling berpelukan. Lalu tak lama supir Imel datang menjemput Keren.
"Kamu tunggu saja dirumah, aku sudah mengkondisikan para asisten rumah tangga, jadi jangan sungkan. Papa dan Mama sedang ada di Tasikmalaya, menengok nenekku yang sedang sakit. Jadi anggap saja rumah sendiri. Tunggu sampai aku pulang sekolah"
******
Keren menunggu di kamar Imel. Kamar yang cantik dan penuh ornaments khas perempuan, sama seperti kamar Kira, semua rapi dan berbau perempuan. Berbeda dengan kamarnya di Jepang sana. Mirip dengan kamar anak laki-laki.
"Benar-benar kamar perempuan sekali disini"
Dan dia tak begitu memperdulikan itu. Keren merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur. Tak lama dia pun tertidur pulas.
__ADS_1
******