Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Pertikaian Dua Lelaki


__ADS_3

Baru tiga bulan sejak kepergian Keren, Kira sudah merasakan separuh jiwanya yang hilang. Jika Keren masih hidup, mungkin mereka akan merasakan bangku kuliah bersama-sama. Bahkan mungkin berkuliah di Kampus yang sama. Kira belum bisa melupakan Keren. Walaupun baru bertemu dengan saudari kembarnya saat usia mereka tujuh belas tahun, Kira merasa bahwa mereka sangat dekat, seperti dibesarkam bersama-sama.


"Rumah ini sepi tanpamu, Keren. Aku sangat merindukanmu", Kira menangis memandang foto terakhirnya bersama Keren.


"Dek .."


Kira tak sadar saat Arzie masuk kedalam kamarnya.


"Kamu rindu sama Keren?"


Kira tak menjawab, hanya airmatanya saja yang semakin deras mengalir. Arzie memeluk adiknya itu.


"Kak Arzie juga rindu sama Keren, sangat rindu"


"Rumah ini sepi tanpa, Keren ya Kak? Aku rindu celotehannya. Rindu cerewetnya. Rindu sikap judes nya. Rindu dia ada disini, Kak"


"Ya, sayang .... Kak Arzie juga merasakan apa yang kamu rasakan. Merasakan kedukaan yang sama. Kita doakan saja semoga Keren tenang disana"


"Aamiin .."


******


Sepulang kuliah, Kira menyempatkan diri mengunjungi makam Keren. Disana dia bertemu dengan Imel, sahabat karib Keren.


"Kira ..."


"Imel..."


"Bagaimana kabarmu? Kamu pastinya sama seperti aku, masih merindukan Keren, bukan??"


Kira mengangukkan kepalanya.


"Melihatmu aku merasa Keren masih ada disini. Dia masih hidup dalam hati kita, orang-orang yang menyayangi nya"


"Iya, kamu benar Mel. Keren akan selalu hidup di hati kita, orang-orang yang menyayangi nya"


Imel dan Kira memanjatkan doa di hadapan pusara Keren. Lalu meletakkan bunga seruni atau krisantenum, bunga kesukaan Keren diatas pusaranya.

__ADS_1


Imel dan Kira berjalan menuju luar pemakaman. Imel mengajaknya kedalam mobilnya sebentar. Imel menceritakan apa yang terjadi sebelum Keren kembali ke Jepang. Tentang Keren yang mengetahui pilihan hati Alex. Tentang perasaan Kira pada Alex. Tentang janji Alex padanya untuk membahagiakan Kira. Juga tentang Keren yang mengikhlaskan Kira bersama laki-laki yang juga dia cintai.


"Aku yakin jauh didasar hati Keren, dia ingin melihat mu bahagia bersama Alexi", ucap Imel.


*****


Kira duduk melamun di kursi taman di taman kota. Dia merenungi apa yang sudah terjadi. Seandainya aku tak bertemu Alexi, mungkin saat ini Keren bisa berbahagia bersama laki-laki yang dia cintai itu, begitukah yang ada dipikiran Kira.


Sebuah mobil berhenti seberangnya. Alexi turun dari mobil dan menghampiri Kira. Kira yang sadar kalau itu Alexi segera bangun dari duduknya dan beranjak pergi.


"Kira ... Tunggu", tangan Alexi lebih cepat meraih tangannya.


Kira mencoba melepaskan pegangan tangan laki-laki itu.


"Lepaskan aku, Kak"


"Aku tak akan melepaskanmu. Kenapa kamu selalu menghindar dariku Kira?"


"Biarkan aku sendiri, Kak. Aku mohon"


"Dengarkan aku Kira. Sudah berkali-kali aku katakan padamu. Perempuan yang aku sayangi didunia ini adalah kamu. Tidak ada yang lain. Dan ini tak ada hubungannya dengan Keren. Walaupun kalian kembar tapi aku mencintaimu, Kira. Bukan Keren"


"Sudah kubilang .... "


"Keren sudah meninggal, Kak. Jangan sakiti lagi perasaannya. Biarkan dia tenang disana", Kira berteriak dan menarik tanggannya dari genggaman Alex.


"Apa kau bilang? Keren meninggal?"


"Iya, tiga bulan yang lalu"


"Bagaimana mungkin?!"


"Dia mengalami kecelakaan motor di Jepang"


"Ya, Tuhan .... Keren ...", Alex shock mendengar berita kematian Keren.


Dia terperangah, terdiam seribu bahasa. Tak menyangka ini semua terjadi.

__ADS_1


"Untuk itu, lupakanlah aku, Kak. Lupakanlah semua yang pernah terjadi antara kita. Aku merasa bersalah pada Keren. Aku tak ingin melukai hatinya lagi"


Alex menarik tangan Kira dan memeluk perempuan yang dicintainya itu. Kira mencoba melepaskan diri dari pelukan Alex.


Tiba-tiba ... Seseorang mendorong tubuh Alexi hingga teesungkur ketanah.


Kira terkejut melihat itu. Kakaknya sudah ada disisinya.


"Jauhkan tanganmu dari, Kira. Atau kalau tidak aku akan menghajarmu sampai babak belur"


Alex bangun dan melancarkan serangan balasan terhadap Arzie. Bak gayung bersambut, Arzie memang menunggu saat-saat ini. Begitu pun dengan Alexi. Dia sudah lama menunggu saat ini. Dia masih kesal atas kejadian dulu.


"Kamu jangan ikut campur dengan urusanku, Pak Arzie"


"Jika itu berhubungan dengan Kira, itu akan menjadi urusan ku. Kau dengar itu!!",, Arzie melayangkan tinjunya ke arah Alex. Alexi Menghindarinya dengan cepat.


"Apa hubunganmu dengan Kira?"


"Dia adikku"


"Adik? Kamu pikir aku percaya dengan leluconmu"


"Hentikan, Kak!!"


Kira berdiri di depan Arzie, seketika Alex menghentikan tinjunya yang sudah terarah pada Arzie.


"Menyingkir dari sini, Dek. Ini urusan laki-laki", ucap Arzie yang masih emosi.


Dia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Dia tak ingin lagi kehilangan adik satu-satunya itu. Dia merasa kesal melihat ada laki-laki yang memeluk adiknya sembarangan.


"Kak Arzie..Kira mohon"


Arzie yang melihat memohon padanya, jadi tak tega. Hatinya luluh.


"Baiklah, kali ini kamu selamat. Tidak lain kali. Jangan kamu ulangi kesalahan yang sama pada Keren. Aku tak akan terima kalau Kira kamu sakiti lagi seperti apa yang kamu lakukan pada Keren"


Kira mengikuti langkah kakaknya menuju mobil. Mereka pulang kerumah dan meninggalkan Alex dengan sejuta pertanyaan dikepalanya.

__ADS_1


*****


__ADS_2