Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Sangat Dimanja


__ADS_3

"Pagi Kak Arzie ..."


"Pagi, Dek ... Sudah bangun"


Kirani tersenyum. Dia duduk disebelah Arzie di taman belakang. Matahari baru akan terbit saat mereka sudah terjaga pagi itu.


"Bagaimana tidur mu semalam?"


"Alhamdulillah ... Nyenyak sekali. Kamar nya nyaman"


"Syukurlah, Kak Arzie senang mendengarnya"


Arzie mengusap-usap kepala perempuan berhijab itu. Rasa sayang dalam hatinya makin menggunung.


"Maaf tuan, apa sudah mau sarapan sekarang. Biar Bi Mar siapkan",tanya Bi Mar.


"Kamu sudah lapar, Dek?"


"Ya, Kak"


"Ya, sudah, Bi. Siapakan sekarang. Oya... Bi. Ini Kirani. Adikku"


"Saya Bi Mar, Non"


"Ya, Bi"


Bi Mar menyiapakan sarapan pagi mereka dengan cekatan. Dalam waktu singkat dia sudah kembali memanggil mereka berdua. Sarapan pagi yang berbeda dari biasanya bagi Arzie kali ini. Dia yang biasa sarapan pagi seorang diri, kini ada Kirani yang menemaninya.


******


Tok .... Tok ...


Kirani mengambil hijabnya. Lalu membukakan pintu.

__ADS_1


Cekreeeeekkk. . .


"Kak Arzie... "


"Jalan yuk... "


"Kemana, Kak?"


"Gantilah pakaianmu, kita keluar sebentar. Kak Arzie tunggu di bawah ya, Dek?"


Kirani segera berganti pakaian, lalu turun kebawah menemui Arzie yang sudah menunggu nya sejak tadi.


Mereka menuju mobil. Lalu menembus keramaian jalan kota menuju pusat perbelanjaan. Arzie membawa Kira ke sebuah butik hijab karya disigner ternama. Kira disuruh memilih pakaian apa saja yang dia sukai.


"Kak, kenapa kita kesini? Ini kan butik mahal?"


"Kamu pilih saja baju yang kamu sukai. Kamu tak usah khawatir Kak Arzie mau memberimu hadiah"


"Tidak apa-apa, sekali-sekali. Jangan menolak. Nanti Kak arzie marah, looh..."


Arzie sedikit "memaksa" Kira. Perempuan itu bingung memilih baju disana semua tampak indah dan mewah, serta pasti mahal. Dia memilih satu gamis sederhana berwarna marun kombinasi pink dengan ban pinggang pita didepannya. Satu set dengan hijabnya.


Dia mencobanya diruang ganti. Saat Arzie melihatnya, dia sangat takjub melihat keindahan yang ada dihadapannya itu.


"Cantik sekali", ucapnya dalam hati.


Mereka berkeliling pusat perbelanjaan. Arzie memanjakan sekali perempuan lembut itu. Lalu mereka makan siang disebuah kafe diarea food court.


"Kak, ini terlalu banyak buatku Kak"


"Tidak apa-apa, Dek. Ini hanya hadiah kecil untukmu"


"Kecil apanya. Ini banyak sekali loh, Kak"

__ADS_1


Hahahhaha. ..


Arzie hanya tertawa mendengar protes Kira.


******


Senin pagi waktunya berangkat kesekolah. Pagi sekali Kira sudah rapi dan siap dengan seragamnya. Lalu dia turun ke lantai bawah. Disana Arzie pun sudah rapi, dia sudah duduk di meja makan.


"Sudah siap, Dek"


"Iya, Kak. Ini hari Senin kalau tidak pagi-pagi bisa terjebak macet"


"Ya, sudah. Ayo sarapan dulu"


Bi Mar membuatkan nasi goreng dengan telor ceplok dan kerupuk udang. Mereka berdua makan dengan lahap nya. Arzie mengantarkan Kira sampai di depan gerbang sekolah nya.


"Aku masuk dulu ya, Kak"


"Tunggu sebentar, Dek"


Kira menoleh pada Arzie. Arzie mengeluarkan dompetnya lalu mengambil selembar uang seratus ribu dan memberikannya pada Kira.


"Buat apa ini, Kak"


"Uang jajanmu hari ini?"


"Uang jajan? Banyak sekali"


"Ambil saja. Nanti kalau pulang Kak Arzie tak bisa jemput, kamu telepon saja supir buat menjemputmu"


Arzie mengambil tangan Kira dan meletakkan uang itu ditelapak tangan Kira. Terpaksa Kira mengambil uang itu. Lalu dia menuju gerbang sekolahnya dan menghilang kedalam gedung sekolah. Arzie kembali memacu mobilnya ke kantornya.


******

__ADS_1


__ADS_2