
Sebuah pesan Line masuk di handphone Kira. Dari sebuah ID yang tak dikenalnya. Kira membukanya.
"Ada apa kamu mencariku. Keren"
Kira nyaris melompat dari tempat tidurnya. Ini pesan dari Keren. Dia segera membalasnya.
"Keren, ini aku saudara kembarmu Kirani"
"Ya, aku tahu aku sudah melihat potomu"
"Aku ingin bertemu denganmu. Aku sedang berada di Hokkaido"
"Bagaimana kamu bisa mencariku sampai disini?"
"Kak Arzie yang mati-matian mencarimu, Keren. Dia adalah kakak laki-laki kita satu-satunya"
"Kakak laki-laki satu-satunya?"
"Jadi kamu bersamanya sekarang?"
"Ya, kami sedang berada di hotel. Nanti akan ku kirimkan alamatnya padamu"
"Baiklah, aku akan kesana"
Kira mengirimkan alamat hotel nya pada Keren.
Tok... Tok...
Cekreeeeekkk . ...
"Kak Arzie ... "
"Kak Arzie mau keluar sebentar ya, Dek. Ada janji dengan kawan. Nanti Kak Arzie kembali lagi"
"Kak ... Tadi Keren menghubungi ku. Dia akan datang kesini"
"Oiya, syukurlah kalau begitu. Tapi Kak Arzie sudah terlanjur janji. Gimana ya, Dek?"
"Ya, sudah. Biar aku saja menunggu dia dsini. Jika dia datang akan aku hubungi Kak Arzie"
"Oke. Hati-hatilah, sayang"
Kira mencium punggung tangan kakaknya. Lalu kembali masuk kedalam kamar hotelnya. Dia menunggu kedatangan saudara kembarnya dengan tidak sabar. Dia ingin cepat bertemu dan memeluk Keren.
__ADS_1
******
"Aku sudah didepan pintu kamar mu, buka pintunya"
Kira membaca pesan Line itu. Cepat-cepat dia mengambil hijabnya dan membuka pintunya.
Cekreeeeekkk ...
"Kamu yang nama nya Kirani"
Kira terkejut. Keren bersandar di tembok depan pintu.
"Keren"
Dia tak memperdulikan keterkejutan Kira. Dia terus saja masuk kedalam kamar. Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Hei, katakan bagaimana kamu bisa menemukan aku disini"
"Tunggu sebentar, aku ambilkan sesuatu"
Keren mengambil surat berkas adopsi dia dan kakaknya beserta foto-foto sebagai buktinya. Keren membaca surat-surat itu. Memperhatikan fotonya satu persatu.
"Kalian diadopsi oleh dua keluarga yang berbeda?"
"Lalu bagaimana kalian bisa saling bertemu?"
Kira menceritakan semuanya pada Keren, tentang pertemuannya dengan kakaknya, tentang nenek, tentang pencariannya ke rumah orang tua kandung mereka, juga tentang pencarian Arzie terhadap Keren.
"Sebegitu miskinnya kah keluarga kita sehingga harus menjual semua anak-anaknya?"
"Bukan begitu maksudnya Keren. Mungkin saat itu bagi Bapak dan Ibu lebih baik kita hidup bahagia dibesarkan oleh keluarga lain dari pada mereka tak sanggup membahagiakan kita"
"Terserah apa katamu hanya saja aku tak bisa percaya begitu saja. Aku butuh bukti kalau kalian benar-benar keluarga ku"
"Apakah bukti ini tidak cukup, Keren?"
"Tidak. Aku butuh sesuatu yang lebih meyakinkan ku"
"Maksudmu?"
"Maksudku ... "
Cekreeeeekkk ...
__ADS_1
Belum sempat Keren menjawab Arzie sudah berada didalam kamar dan menutup pintunya. Arzie melihat pada dua perempuan yang sedang duduk bersisian diatas tempat tidur. Sepasang kembar identik yang sangat cantik. Dia tak bisa mengatakan apa-apa saat menyaksikan itu, kedua adik kembarnya sudah berada di hadapannya.
"Kak Arzie ... "
"Hmmm..."
"Sudah kembali?!"
"Ya, Dek"
Kira bangun dari duduknya. Dia menarik tangan Keren untuk bangun. Lalu menggandeng tangan kembarannya.
"Ini Keren , Kak. Yang lama kita cari"
Arzie masih terbengong dihadapan dua bidadari cantik itu. Satu Kirani yang lemah lembut berambut panjang yang indah dan satu adalah Keren yang terlihat agak tomboi dengan rambut pendeknya, baju kaos dan celana jeans nya.
Berkali-kali Arzie melihat kedua nya, pada Kirani lalu pada Keren. Ya Tuhaaann... Aku tidak bermimpi kan, batin Arzie. Dia menghampiri keduanya. Dia membelai kepala Keren dengan lembut lalu memeluknya. Kirani mendekat pada mereka. Arzie pun memeluknya di lengan sebelahnya. Rasa haru menyelimuti mereka hari itu.
"Inikah yang disebut-sebut kak Arzie oleh perempuan yang mirip aku itu?",batin Keren.
"Dia tampan sekali. Tubuhnya tinggi tegap. Dadanya juga bidang. Beginikah rasanya dipeluk seorang kakak?"
"Tapi aku tak semudah itu percaya"
Keren masih terlihat canggung. Baru pertama kali dia dipeluk seorang laki-laki. Walaupun itu kakak kandungnya. Tapi mereka baru bertemu setelah tujuh belas tahun berpisah. Kira menjelaskan keraguan Keren pada Arzie. Arzie hanya tersenyum. Dia tak marah terhadap sikap adik perempuan yang baru ditemuinya itu.
"Baiklah, besok pagi kita pergi kedokter. Kita lakukan tes DNA"
"Tes DNA, Kak?"
"Hmm..."
"Disini?"
"Ya, disini. Kita tak perlu ke Indonesia. Kita akan lakukan tes DNA besok pagi. Bagaimana menurutmu, Keren"
"Deal!"
"Baiklah, besok pagi kita berangkat. Malam ini kalian beristirahatlah dulu. Tenangkan hati kalian. Semoga besok diberi kelancaran. Kak Arzie kembali kekamar dulu ya. Selamat malam, sayang"
Arzie mengecup kening adik nya satu persatu sebagai ucapan selamat malam. Lalu dia kembali kekamarnya untuk beristirahat.
******
__ADS_1