
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk ...
"Maaf, Pak. Ada yang ingin bertemu dengan Pak Arzie. Dia bilang orang dari agency"
"Agency?"
"Ya, Pak"
Arzie berfikir sejenak.
"Suruh dia masuk"
"Baik, Pak"
Arzie merapikan dokumen yang sedang dibacanya. Lalu menuju sofa. Menemui seorang laki-laki.
"Selamat siang, Pak Arzie"
"Selamat siang. Silakan duduk!"
"Terima kasih, Pak"
"Apakah ada kabar baik?"
"Maaf, Pak. Kami belum mengetahui keberadaan adik kandung anda. Tapi kami punya kabar tentang Nona Kirani"
"Kira?"
"Seperti yang anda katakan sebelumnya, Pak. Nona Kirani sepertinya memang sedang dekat dengan seorang laki-laki bernama Alexi Bagas Prayoga. Dia seorang Branch Manager di Maxima Indo Express. Beberapa kali Nona Kirani terlihat bersama laki-laki itu, makan siang atau sekedar berjalan dipusat perbelanjaan"
"Hmm... Begitu rupanya"
"Lalu masalah adik kandung anda. Salah satunya di adopsi oleh pasangan asing dan dibawa kenegara mereka. Sedangkan yang satunya masih berada di Indonesia. Saya sedang menyelidiki dimana tepatnya mereka berdua berada, Pak"
"Diadopsi orang asing? Bagaimana bisa?"
"Menurut informasi yang saya dapatkan, sejak dibawa dari rumah memang kedua bayi itu sengaja dipisahkan oleh bapak Dani"
"Kenapa Bapak memisahkan mereka? Ya, Tuhan ... Aku berharap kalian segera mencari tahu keberadaan adik-adik ku!"
"Baik, Pak. Saya permisi dulu"
******
__ADS_1
"Alexi ... Seperti dia mengincar Kira. Aku tak akan membiarkannya terjadi. Lihat saja nanti!"
Arzie kesal bukan main menerima informasi dari orang sewaanya itu. Dia tak ingin Kira dekat dengan laki-laki lain. Dia takut Kira jatuh hati pada Alex, laki-laki yang baru dikenalnya itu.
Drrr ... Drr...
"Dimana, Dek?", tanya Arzie
"Kira baru pulang sekolah, Kak. Oiya, hari ini ada tryout sepertinya Kira pulang terlambat hari ini Kak"
"Oiya, sudah. Hati-hati dijalan ya, Dek. Kak Arzie doakan semoga sukses tryout nya"
"Aamiin... Terima kasih, Kak"
******
Seperti biasa pukul lima sore Arzie sudah sampai dirumahnya.
"Kira belum pulang, Bi?"
"Belum, Tuan"
Arzie langsung naik kelantai dua, menuju kamarnya. Membersihkan diri lalu berganti pakaian. Dia merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur sambil menunggu Kira pulang. Namun hatinua tidak tenang. Dia bangkit dari tidurnya.
Cekreeeeekkk ...
Foto lama Kira saat berusia sekolah dasar bersama ayaj, bunda dan nenek nya. Arzie bangkit dari duduknya menunu meja belajar. Dia mengambil poto itu dan memandangnya.
"Kira mempunyai keluarga yang bahagia dan sangat menyayangi nya"
Diletakkannya poto itu kembali. Arzie tertarik melihat map hijau tua yang tergeletak disebelahnya. Dia mengambil dan membukanya. Wajah Arzie menjadi pias setelah membaca isi surat yang tertulis dalam map tua itu.
Tangannya gemetar hebat. Keringat dingin mengalir dari wajahnya. Degup jantungnya sangat tidak berirama, nafasnya turun naik dengan cepat.
"Ya, Tuhan ... Apa maksudnya semua ini?!"
Arzie turun kelantai bawah dan mencari Bi Mar.
"Bi .... Bi Mar ... !!!"
Bi Mar datang dari arah dapur dengan tergopoh-gopoh.
"Ada apa, Tuan?"
"Kira belum pulang?"
__ADS_1
"Belum, Tuan"
"Bi, saya mau tanya sesuatu dengan Bi Mar. Tolong dijawab dengan sejujurnya, Bi. Jangan ada yang ditutupi"
"Ada apa, Tuan"
"Apakah Kira pernah pergi meninggalkan rumah dalam waktu lama, maksud saya tidak pulang dalam beberapa hari tanpa sepengetahuan saya, Bi?"
Bi Mar berfikir sejenak.
"Pernah, Tuan. Non Kira bilang dia menginap beberapa hari di rumah temannya"
"Kapan itu, Bi?!"
"Waktu Tuan pergi keluar kota beberapa bulan yang lalu, Tuan. Tak lama Non Kira pergi dijemput dengan travel. Non Kira bilang dia sudah minta izin dengan, Tuan"
"Dia tidak bilang pergi kemana, Bi?"
"Tidak, Tuan"
"Berapa hari dia tidak dirumah, Bi?"
"Hmmm... Kurang lebih lima hari, Tuan. Non Kira kembali dua hari sebelum Tuan kembali"
"Baiklah, terima kasih, Bi. Nanti kalau dia pulang suruh dia menemuiku dikamarku, Bi"
"Baik, Tuan"
Wajah Arzie kali ini benar-benar kusut, perasaannya campur aduk. Dia bergegas menuju kamarnya. Lalu mengurung diri disana sampai Kira tiba dirumah.
"Non... Non Kira ... "
"Ya, Bi ... Ada apa?"
"Aduh, Non. Non Kira dari mana jam segini baru pulang?!"
"Ada tryout, Bi. Jadi aku pulang terlambat. Ada apa sih, Bi? Ko wajahnya serius begitu"
"Tadi Tuan Arzie berkali-kali menanyakan Non Kira. Tuan Arzie pesan kalau Non Kira pulang disuruh menemui dia dikamar. Sepetinya Tuan hatinya sedang tidak enak, Non"
"Ada apa dengan, Kak Arzie ya ... ??! Ya sudah, Bi. Aku akan menemuinya segera. Terima kasih, Bi"
Kira berjalan menuju lantai dua, dia meletakkan tas dan bukunya lalu pergi menuju kamar Arzie yang terletak persis disebelah kamarnya.
******
__ADS_1