
Tok .. tok...
Cekreeeeekkk ...
"Dek ..."
Kira yang sedang bermalas-malasan di atas tempat tidurnya melihat kearah pintu. Disana ada kakaknya yang datang kekamarnya.
"Kak, Arzie ... "
"Kamu sakit, sayang?!"
Kira menggelengkan kepalanya. Arzie mendekati adiknya dan memegang keningnya. Tidak panas, pikir Arzie. Dia duduk diatas tempat tidur. Kira merebahkan kepala nya di pangkuan kakaknya. Arzie membelai rambut indah adik perempuannya.
"Dek ... "
"Ya, Kak... "
"Masa depan seseorang tak bisa kita tebak. Manusia hanya menjalani masa depan sesuai garisan tangan Tuhan. Jadi bukan salah mu atau Keren jika kalian jatuh cinta pada orang yang sama. Juga bukan salahmu jika Alex lebih memilihmu dari pada Keren"
"Keren pun pasti ingin melihat kamu bahagia. Dia tak ingin melihat kamu bersedih dengan rasa bersalah mu itu. Sayang ... Belajarlah menerima kenyataan. Jujurlah pada hatimu sendiri"
Kira bangun dari tidurnya, dia duduk bersisisan dengan kakaknya. Wajahnya tertunduk. Arzie memegang pundak adiknya, menggeser posisinya menjadi lebih dekat.
"Dek ..."
"Ya,Kak..."
"Kak Arzie minta kamu jawab dengan jujur. Katakan apa yang ada dihatmu sebenarnya. Jujurlah dengan perasaanmu sendiri"
"Sayang .... "
Kira menoleh pada kakaknya.
__ADS_1
"Apa kamu juga mencintai Alexi?"
Kira terkejut dengan pertanyaan kakaknya. Wajahnya kembali tertunduk. Airmatanya mengalir.
"Kamu sayang pada nya?"
Kira mengangukkan kepalanya perlahan. Arzie tersenyum. Dia menghela nafas panjang. Tangannya memegang wajah adiknya. Menyeka airmata Kira.
"Kalau kamu sayang padanya, menikahlah dengannya. Bukankah kemarin dia sudah melamarmu? Kak Arzie mengizinkan kalian berdua menikah"
Kira menatap kakak nya dalam-dalam, meyakinkan hatinya atas keputusannya ini.
"Menikahlah dengan Alexi. Kak Arzie yang akan jadi wali nikahmu. Kak Arzie yang akan menikahkan kalian"
"Kebahagiaanmu jauh lebih berharga dari apapun, jadi jangan lagi kamu menyakiti dirimu sendiri. Jemput lah kebahagianmu bersama orang yang kamu cintai"
Kirani tersenyum pada kakaknya. Dia memeluk kakaknya erat-erat menangis bahagia dalam pelukkan laki-laki yang selalu menjaga dan melindunginya itu. Kakak laki-laki satu-satunya yang dia miliki. Arzie membelai lembut rambut indah adiknya. Inilah saatnya mengantarkan perempuan yang sangat dia sayangi itu menuju gerbang kebahagian bersama laki-laki yang dicintainya.
******
Kirani berjalan mendekati kakaknya, lalu merangkul pinggang kakaknya.
"Kak ... "
"Hmmm...."
"Terima kasih ya, Kak ..."
"Untuk apa, Sayang ..."
"Untuk semua yang Kak Arzie lakukan untukku. Kak Arzie adalah kakak yang terbaik didunia ini. Aku sayang sama Kak Arzie"
"Itulah, masalahnya dek ... "
__ADS_1
"Eeh... "
"Kak Arzie juga sayang sama kamu. Adik kecil Kak Arzie yang manja. Kamu adalah tanggung jawab Kak Arzie sampai nanti ijab kabul. Setelah menikah kamu akan menjadi tanggung jawab suamimu"
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk ...
"Maaf, tuan ... Semua sudah siap. Acara akan dimulai"
"Baiklah, Bi..."
"Tunggulah disini sebentar sayang ... "
Bi Mar menemani calon pengantin perempuan dikamarnya. Dia kagum dengan keanggunan nona nya itu. Arzie turun ke bawah menemui calon pengantin laki-laki dan melakukan ijab kabul di ruang tengah rumah. Beberapa orang tamu yang hadir serta para saksi mengatakan ....
"Saaaahhh....."
Barulah penghulu memanggil pengantin perempuan turun. Semua mata yang melihatnya merasa kagum atas kecantikkan dan keanggunan pengantin perempuan itu.
******
"Ingat ucapanku baik-baik Alex ... Kalau sampai kamu menyakiti adikku atau sampai membuatnya menangis, akan kucari kau sampai ujung dunia mana pun"
Ucap Arzie sesaat sebelum raja dan ratu sehari itu disandingkan di pelaminan.
"Tenang saja , Kak. Sekarang Kirani adalah istriku. Mulai hari ini dia adalah tanggung jawabku. Hidupnya adalah tanggung jawabku"
"Bagus. Pegang janjimu itu!!"
Kirani tersenyum melihat kelakuan dua laki-laki yang sangat dia sayangi itu. Dia mendekati kakaknya. Mengambil tangan kakaknya dan mencium kedua punggung tangannya. Meminta restu dari laki-laki pengganti orang tuanya itu. Arzie mencium kepala adiknya lebih lama, memberikan keihklasan hatinya pada perempuan kesayangannya itu. Alex mengikuti apa yang dilakukan istrinya. Kedua laki-laki itu saling berpelukan. Menjadi satu keluarga satu hati.
******
__ADS_1
T. A. M. A. T.