
Drrr .... Drrr...
"Kamu dimana, Dek?!"
"Sedang ditaman kota, Kak. Ada apa Kak?"
"Tidak ada apa-apa. Sudah sore. Kamu belum pulang. Kak Arzie, khawatir"
"Ya, Kak. Sebentat lagi Kira pulang"
"Ya, sudah kamu tunggu saja disitu. Kita makan malam diluar saja"
Seperti biasa Arzie tak meminta persetujuan Kira, dia langsung meluncur ketaman kota. Hari minggu taman kota ramai dengan muda-mudi yang menikmati hari liburnya. Kira menunggu Arzie di bangku taman sebelah utara, disana suasananya agak rimbun dan sejuk.
"Hei.... "
Kira menoleh. Seorang memanggilnya. Kira beranjak dari duduknya. Tempat sepi dengan laki-laki asing membuatnya merinding.
"Hei ... Kamu ... Tunggu dulu... "
Orang tersebut memotong langkah Kira dihadapannya.
"Masih ingat aku kan? Kamu pulang ke Indonesia? Wah, penampilan mu berubah sekarang"
"Maaf, sepertinya anda salah orang"
"Tidak mungkin. Aku ingat betul wajah mu. Bukankah kita pernah mengobrol dikedai ramen di Hokkaido? Kamu lupa?!"
"Hokkaido? Maaf saya tidak pernah kesana"
Kira bergegas pergi meninggalkan Alexi. Namun tangan Alexi dengan cepat memegang tangan Kira.
"Masa iya aku , salah ... Tidak mungkin"
"Lepaskan aku!!"
__ADS_1
Tiba-tiba dari samping seseorang menarik tangan Alexi sehingga dia nyaris jatuh. Alexi membelalakan mata nya. Melihat ke arah orang tadi.
"Jauhkan tanganmu!"
"Kak Arzie..."
Kira mendekat ke arah Arzie. Arzie memeluknya.
"Arzie??", batin Alexi.
Alexi memandang Arzie lekat-lekat. Mengamati dengan seksama.
"Kamu ... Arzie Yudhana Kusuma?"
"Ya, aku Arzie. Dan kamu siapa? Berani sekali kamu mengganggu perempuan ini?!"
"Aku Alexi Bagas Prayoga. Maaf aku tak bermaksud jahat, hanya saja dia seperti orang yang aku kenal"
"Kamu kenal dia, Dek?"
"Kamu dengarkan. Dia tidak kenal. Jadi tolong jauhi dia!!"
Arzie membawa Kira pergi dari sana sesegera mungkin. Kalau laki-laki itu berani macam-macam, akan ku hajar dia habis-habisan, pikirnya.
Alexi hanya memandang keduanya sampai menghilang dijalan raya. Alexi yakin dia tidak salah orang.
"Arzie Prayudha Kusuma. Pengusaha kaya raya itu rupanya. Apa hubungannya dengan perempuan tadi?"
"Tapi kalau diperhatikan dengan seksama memang wajah mereka mirip. Namun cara bicara, gerak-geriknya, dan juga cara berpakaiannya sangat berbeda. Bagaikan bumi dan langit"
"Perempuan ini sangat lemah lembut. Dia sangat cantik dengan hijabnya. Perempuan seperti itu sangat langka didunia"
Pikiran Alexi tidak dapat berpaling dari Kirani. Dia benar-benar terpesona dengan perempuan cantik itu. Sepertinya dia jatuh cinta pada pandangan pertama.
******
__ADS_1
Seperti yang diyakini Alexi, dia percaya bahwa suatu hari dia akan bertemu lagi dengan Kirani. Perempuan cantik yang sudah memporak porandakan hatinya. Dan benar saja, beberapa waktu kemudian Alex melihat Kira dipusat pertokoan bersama beberapa orang temannya. Alexi menunggu sampai Kira terpisah dari teman-tamannya.
"Selamat siang, Nona!"
Kira menoleh. Dia terkejut melihat siapa yang menyapanya. Orang aneh yang beberapa hari lalu nyaris berkelahi dengan Arzie.
"Oooh... maaf. Aku tak bermaksud jahat. Namaku Alexi Bagas Prayoga. Aku bekerja didekat sini. Kalau boleh tahu siapa namamu?"
"Kira. Kirani"
"Kirani. Nama yang cantik. Secantik orang nya"
Kirani hendak menjauh mendengar perkataan Alex.
"Oo.. maaf bukan bermaksud tidak sopan. Aku mau minta maaf soal yang waktu itu. Sepertinya memang aku salah orang"
"Tidak apa-apa"
"Kamu baru pulang sekolah?"
"Ya"
"Kalau begitu boleh aku antar pulang?"
"Terima Kasih. Maaf sebentar lagi supirku datang"
"Kamu tinggal dimana"
Belum sempat Kira menjawab, sebuah Alphard putih berhenti didepannya. Dia cepat-cepat naik kedalam mobil, lalu meminta supirnya untuk segera melajukan kendaraannya.
"Dia diantar jemput mobil mewah dan dia sepertinya dekat sekali dengan Pak Arzie, CEO kaya raya itu. Apa dia adiknya ya? Tapi setahuku Pak Arzie adalah anak tunggal"
"Aah... perduli apa aku dengan perempuan itu. Saudara kek, Adik kek atau pacarnya sekalipun aku tak perduli. Dia hanya anak SMA biasa"
Anak SMA biasa yang usianya terpaut enam tahun lebih muda darinya. Mungkin itu sesumbar Alex, namun kenyataanya dia selalu memikirkan Kira. Sepertinya dia tak bisa lagi berpaling hati dari perempuan cantik itu.
__ADS_1
******