Bulan Yang Terbelah

Bulan Yang Terbelah
Selamat Jalan Keren


__ADS_3

Keren dengan terhuyung-huyung berjalan mengeluarkan sampah dari rumahnya, dan meletakkannya d penampungan sampah di ujung jalan. Dia tak menyadari ada seseorang yang mengincarnya sejak tadi. Yuuko dan beberapa temannya yang mengetahui kepulangan Keren mengamatinya dari ujung jalan.


Dia tahu Keren sedang mabuk berat. Dengan sigap dia membekap mulut Keren dan membawanya kedalam rumah. Mereka mengikat tangan dan kaki Keren. Yuuko tertawa senang melihat Keren tak berdaya karena mabuk. Dia mencekoki Keren dengan obat perangsang dan alkohol. Hingga gadis itu makin tak berdaya dibuatnya.


"Sugoii ... A big party tonight" 1) sorak teman-teman Yuuko.


Keren mulai kehilangan kesadarannya. Obat perangsang itu mulai bereaksi. Dan seketika itu juga Yuuko dan lima orang kawannya melakukan aksi bejadnya. Melepaskan satu persatu pakaian Keren. Dan tak memberi ampun pada Keren yang sudah fly itu.


*****


Keren menangis sejadi-jadinya saat mendapati dirinya tanpa sebembar benang pun ditubuhnya. Rasa nyeri yang teramat sangat dia rasakan di antara selangkangannya. Dia sadar apa yang baru saja terjadi padanya.


Berjam-jam lamanya dia meratapi nasib buruk yang menimpanya itu. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi Imel. Dia menceritakan semua nya sambil menangis tersedu-sedu. Imel yang mendengar cerita itu pun turut menangis. Imel membesarkan hati sahabatnya itu.


"Aku akan kesana , Keren. Tunggu aku".


Imel memesan pesawat untuk perjalanannya ke Hokkaido namun semua tiket pesawat malam itu dari Bandung penuh. Baru ada untuk penerbangan besok pagi dari Jakarta. Dia terpaksa menuju Jakarta malam itu juga.


Keren benar-benar depresi berat. Dia meminum beberapa pil obat penenang. Lalu keluar mengambil kunci motornya dan pergi tanpa arah tujuan. Dia memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Sampai-sampai dia tak bisa menghindari sebuah mobil yang berada didepannya. Tak terelakkan lagi motonya menghantam sebuah mobil dan terpental ke sisi kanan jalan.


Keren dinyatakan meninggal ditempat dengan luka benturan dikepalanya.

__ADS_1


*****


Kirani dan Arzie langsung berangkat malam itu juga dengan pesawat penerbangan terakhir ke Hokkaido. Perjalanan kali ini seperti memakan waktu bertahun-tahun lamanya. Mereka ingin segera sampai di sana.


Pukul dua belas siang mereka sudah sampai di rumah sakit. Kira histeris melihat tubuh saudara kembarnya yang sudah kaku tak bernyawa. Tubuhnya berasa lemas tak bertulang. Arzie pun tak kalah shock nya melihat Keren terbujur kaku dikamar mayat.


Pihak kepilisian menyatakan itu murni kecelakaan tunggal. Namun tiba-tiba Imel datang dan meminta kepolisian untuk melakukan visum terhadap mayat Keren. Dia menceritakan apa yang Keren cetitakan sebelum dia kecelakaan. Arzie yang mengetahui kronologis yang terjadi pada adiknya itu murka, dan bertekad mencari dan menghukum sendiri Yuuko dan teman-temannya.


"Kak Arzie, jangan gegabah kak", cegah Imel


"Kamu siapa?", tanya Arzie.


"Aku Imel. Sahabat Keren sejak SD"


"Maaf, Kak. Lebih baik kita serahkan urusan hukum Yuuko dan teman-temannya pada kepolisian Jepang. Ini negara orang Kak, mereka punya aturan hukum sendiri. Kita hanya warga asing. Jadi lebih baik kita minta bantuan pada KBRI"


Arzie tersadar dari kekalutan dan emosinya. Dia membenarkan ucapan Imel. Tanpa diminta dua kali Arzie menemui teman dekatnya yang bekerja di KBRI. Kerenasih tercatat sebagai warga negara Jepang. Sehingga dia berhak atas perlindungan hukum dari negara itu.


Dalam waktu singkat, Yuuzo dan teman-temannya dapat diringkus dan mendapatkan hukuman sesuai dengan ketetapan hukum yang berlaku.


Arzie mengusahakan agar mayat Keren dapat dibawa le Indonesia dan dikuburkan disana. Karena Keren tercatat sebagai anggota keluarga Takahashi, dan ibu angkat yang mengadopsinya masih hidup, mereka membutuhkan izin dari beliau. Dan dengan senang hati mama angkat Keren mengizinkan mayat Keren dibawa pulang oleh keluarga kandungnya.

__ADS_1


*****


"Tidak ada apa-apa. Jangan khawatir. Ada urusan yang harus aku selesaikan di Jepang. Nanti aku pulang ke Indonesia lagi. Dan tidak akan kembali lagi ke Jepang. Aku akan pulang selamanya ke sini"


Kata-kata terakhir Keren dibandara terngiang-ngiang ditelinga Kira, dia tak menyangka harus mengantarkan saudari kembarnya keperistirahatannya yang terakhir.


"Kamu benar Keren. Kamu benar-benar pulang kesini selamanya. Tak kembali lagi ke Jepang, tapi kamu kembali pada Tuhan", ucap Kira lirih di hadapan makam Keren.


Arzie yang berada disampingnya pun tak kuasa menahan airmatanya. Dia baru saja bertemu dengan adik kandungnya setelah puluhan tahun terpisah. Namun hari ini dia harus terpisah lagi selamanya. Maut menjemput adik kesayangannya terlebih dahulu.


Dia merasa gagal menjadi seorang kakak. Dia merasa gagal melindungi adik perempuan nya. Arzie benar-benar merasa terpukul atas kejadian itu.


"Kak ... Keren pamit ya. Keren minta maaf kalau selama ini punya salah sama Kak Arzie. Keren selama ini menyusahkan Kak Arzie. Keren belum bisa jadi adik yang baik"


"Kamu adik yang baik, Keren. Kamu adik Kak Arzie yang terbaik, sayang..",ucapnya dalam hati.


Imel yang turut hadir dalam pemakaman itu pun hanyut dalam kesedihan yang mendalam. Dia dan Keren tumbuh bersama. Kemanapun bersama sejak kecil. Namun kali ini dia pun harus merelakan sahabatnya pergi untuk selamanya.


******


Terjemahan

__ADS_1


1). "Hebat...!!! Pesta besar malam ini"


__ADS_2