
"Aku akan pulang sore ini, kamu pulang sekolah jam berapa Kira"
"Sekitar pukul empat"
"Ya, sudah aku tunggu di taman kota saja ya"
"Oke"
Pesan WhatsApp dari Keren siang itu. Masih ada waktu sebelum dia sampai di taman kota.
******
Pukul empat sore Kira menuju taman kota, setelah dijemput oleh supirnya. Sepertinya Keren datang terlambat. Kira menunggunya di dalam mobil. Tak lama tak jauh dari mobil nya berhenti, Kira melihat sebuah Expander abu-abu berhenti. Alexi turun dari bangku belakang kemudi, dia membukakan pintu mobil disebelah nya.
"Keren ...??!!", nyaris Kirani berteriak melihat Keren turun dari mobil Alexi.
"Terima kasih ya, Kak. Maaf aku sudah merepotkanmu beberapa hari ini"
"Kamu ini, jangan terlalu formal. Santai saja"
Keren tersenyum pada Alexi dan Kirani menyaksikan hal itu dari dalam mobil. Hancur perasaan ny seketika itu juga. Akhirnya dia faham, bahwa Keren dan dirinya jatuh cinta pada seorang laki-laki yang sama.
"Apa teman yang menjemput mu belum datang?"
"Sepertinya tadi dia bilang sudah disini. Mungkin disebelah sana. Biar nanti aku mencarinya"
"Tidak apa-apa kamu ditinggal sendiri disini?"
"Tenang saja. Jangan khawatir"
"Baiklah. Sampai jumpa"
Alexi mengusap kepala Keren dengan lembut. Kirani nyaris meneteskan airmata didalam mobil. Tapi dia berusaha mengendalikan dirinya. Dia tak ingin menyakiti perasaan saudari kembarnya itu.
Alexi masuk kedalam mobilnya dan pergi meninggalkan taman kota. Keren mengambil ponselnya dan menghubungi Kirani.
"Dimana kamu?"
"Aku di mobil putih tak jauh dari bangku taman. Dari sini aku bisa melihat mu Keren"
Keren memutar pandangannya seseluruh sudut taman. Dia menemukan mobil putih yang dimaksud. Lalu masuk kedalamnya. Mereka pulang menuju rumah Arzie.
******
Mobil Arzie sudah terparkir di halaman saat mereka sampai dirumah. Si kembar langsung menuju kamar masing-masing. Kira langsung membersihkan diri dan berganti pakaian. Lalu merebahkan diri di atas tempat tidur.
Tok ... Tok ...
Cekreeeeekkk ...
__ADS_1
"Sudah pulang, Dek?"
Kira mengangukkan kepala. Mengambil tangan kakaknya dan mencium punggung tangannya. Arzie membelai rambut indah adiknya itu.
"Keren mana ?"
"Dikamarnya, Kak?"
"Panggil dia kita makan malam sama-sama. Sebentar lagi Kak Arzie turun kebawah"
"Baik, Kak"
Kirani menuju kamar Keren yang ada di sisi lain lantai dua. Semoga aja anak itu tidak langsung molor, pikirnya dalam hati.
Tok ... Tok ..
Cekreeeeekkk ...
"Ada apa?"
"Kakak, memanggi kita untuk turun kebawah dan makan malam bersama"
"Tunggu sebentar, aku mandi dulu"
Kirani masuk kekamarnya dan duduk diatas tempat tidur Keren. Keren masuk kekamar mandi dan membersihkan diri. Tak lama dia sudah keluar dengan pakaian rapi.
"Hmmm... "
"Laki-laki tadi teman mu atau pacarmu?"
Keren sedikit terkejut mendengar pertanyaan kembarannya itu.
"Kamu melihatnya"
"Hmm..."
"Dia Kak Alexi. Pengusaha ekspedisi terbesar disini"
"Pacarmu ya ...??"
Kirani menggoda Keren sambil tersenyum manja. Keren jadi tersipu-sipu. Wajahnya memerah.
"Bukan atau mungkin belum"
"Eeehh.."
"Aku bertemu Kak Alexi pertama kali di Hokkaido. Dia menolongku saat itu. Lalu beberapa kali kami bertemu saat dia sedang bertugas ke Jepang. Orang nya tampan dan juga baik hati"
"Kamu .... Menyukai Kak Alexi?"
__ADS_1
Keren menoleh kearah Kirani yang duduk disampingnya.
"Iya, aku mencintainya. Aku sayang sama Kak Alex. Dia laki-laki pertama yang membuat aku merasakan cinta yang indah ini?!"
"Cinta pertama mu kah?!"
"Benar"
"Hmm...."
Kirani hanya tersenyum. Dia berusaha setengah mati menahan perasaannya. Menyembunyikan perasaannya pada Keren. Dia tak ingin menyakiti hati saudari kembarnya itu.
"Kamu sendiri, bagaimana Kira?!"
"Eeh. . aku?"
"Iya, kamu lah. Siapa lagi yang aku tanya?! Kamu sudah punya pacar atau seseorang yang kamu sukai?"
"Tidak ada?"
"Benarkah?"
"Iya"
"Kak Arzie melarangmu berpacaran?"
"Tidak, hanya saja aku ingin fokus pada sekolah dan pendidikan ku dulu. Baru aku memikirkan masalah itu"
"Waaahh.... Masih ada toh perempuan langka seperti kamu. Yang mementingkan masa depan dari pada cinta dan perasaannya. Di Jepang sudah jarang sekali atau mungkin sudah tidak ada wanita yang seperti kamu"
Hahahaha.... Kirani tertawa.
Cekreeeeekkk ....
Pintu kamar terbuka. Arzie muncul dari belakang pintu. Dia menyusul kedua adik nya yang tak kunjung turun ke bawah untuk makan malam.
"Ruapanya kalian disini, seru sekali sepertinya. Sedang membicarakan apa sih?!"
"Urusan perempuan Kak. Ini pembicaraan rahasia perempuan. Kak Arzie tak boleh tahu", sahut Kira.
"Oiyaaa...."
Keren mengangukkan kepala nya tanda setuju dengan ucapan Kirani.
"Baiklah, nona-nona cantik. Apakah kita sudah bisa makan malam? Perut Kak Arzie sudah menderita sekali nih"
Arzie memegang perutnya seperti orang yang benar-benar kelaparan. Kira dan Keren tertawa malihatnya. Lalu mereka bertiga turun ke lantai bawah untuk makan malam bersama.
******
__ADS_1