
"Keren... Astaga ... "
"Kenapa kamu bengong begitu?"
"Kenapa..."
"Kenapa aku bisa sampai disini? Tentu saja naik pesawat dari Sapporo ke Jakarta, masa iya aku mau jalan kaki"
"Bukan itu maksudku! Bagaimana bisa sampai kerumahku. Hebat! Baru pertama kali ke Indonesia sudah bisa sampai kerumahku tanpa tersesat"
"Kami salah besar kalau meremehkan aku. Keren adalah petualangan sejati"
"Masuklah. .. "
Imel baru saja sampai dari sekolahnya saat Keren tiba dirumahnya. Imel mengajaknya masuk kekamarnya.
"Ada apa sih? Penting sekali tanpaknya hingga kami harus bolos sekolah demi ke Indonesia"
"Maka dari itu, aku tak bisa lama-lama disini. Aku ingin meminta bantuanmu"
__ADS_1
"Bantuan apa?"
Keren menceritakan semua nya pada sahabatnya itu. Awal permasalahannya adalah saat dia mengetahui siapa dia sebenarnya. Itu terjadi saat dia kelas enam sekolah dasar. Dia mendengar percakapan Papa dan Mama nya tentang dia adalah anak adopsi. Sejak saat itu dia mencari tahu siapa orang tua kandungnya. Baru beberapa bulan sebelum Papa nya meninggal dunia dia menemukan surat keputusan pengadilan untuk mengadopsi anak WNI dari pengadilan Indonesia.
Saat itu juga Imel baru tahu kalau Keren sering mengalami kekerasan fisik dan pencabulan oleh Papa angkatnya. Sehingga membuat Keren sangat membenci Papa angkatnya itu. Dia merasa berada dalam keluarga yang salah. Dia tidak bahagia bersama keluarga angkatnya. Selain itu Mama nya juga tak begitu perduli padanya.
Mereka mengadopsi anak dari Indonesia karena Mamanya orang Indonesia. Papanya divonis tidak bisa punya keturunan. Untuk itu mereka tinggal sementara di Indonesia untuk mencari anak yang cocok untuk di adopsi.
"Jadi aku ini hanyalah anak yang tidak diinginkan mereka. Baik orang tua angkatku ataupun orang tua kandungku. Aku hanya penutup malu bagi kedua orang tua angkatku"
"Jadi ... Apa yang kamu inginkan sekarang?"
"Untuk apa?"
"Untuk apa, maksudmu?"
"Untuk apa kamu mencari mereka. Bukankah kamu beranggapan bahwa mereka tak menyayangimu!? Lalu untuk apa kamu mencari mereka lagi"
Keren terdiam. Dia tak bisa menjawab pertanyaan Imel.
__ADS_1
"Kamu merindukan keluarga yang utuh bukan?! Pelarian mu dari keluarga yang mengadopsimu itu sangat disayangkan Keren. Alkohol dan obat-obatan tak menyelesaikan segalanya. Kalau kamu mau mencari mereka. Perbaiki dulu niatmu"
"Aku yakin pasti ada alasan yang kuat dari kedua orang tua kandungmu sehingga mereka merelakan kamu diadopsi orang lain. Satu hal lagi, kamu ini kewarganegaraan Jepang. Mungkin akan sulit bagimu untuk mencari mereka disini tanpa bantuan pihak kedutaan. Negara ini juga punya aturan hukum sendiri Keren"
"Untuk itulah aku meminta bantuanmu, Imel"
"Baiklah, aku akan coba semampuku. Aku akan bicara dulu dengan kedua orang tuaku. Tapi ini butuh waktu. Apakah kamu ada petunjuk tentang mereka?"
"Tidak ada. Yang aku tahu mereka berasal dari Sumatra"
"Sumatra?"
"Ya, kenapa?"
"Keren ... Ini Bandung sayang. Ini ada di pulau Jawa. Dan Pulau Sumatra yang kamu maksud itu ada diseberang. Harus menyeberangi selat Sunda dulu. Dan Sumatra itu luas. Hampir 10 kali lipat Tokyo. Dan terdiri dari banyak provinsi. Apakah kamu tau alamat tepatnya kedua orang tua kandungmu?"
Keren menggelengkan kepalanya. Imel pun tak bisa berkata-kata lagi. Apa yang harus dia lakukan mencari seseorang dari ujung Aceh sampai Lampung, itu ide yang gila, pikirnya. Tapi dia tak mau membuat sahabatnya sedih. Dia berjanji akan membantunya semampunya.
Malam harinya Keren kembali ke Jakarta, langsung menuju bandara dengan penerbangan terakhir. Dia sangat berharap bisa menemukan titik terang dalam hidupnya.
__ADS_1
******