CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 1. Rhesa Lois Cellia


__ADS_3

Langit gelap terlihat jelas dengan kawan kawannya membuat beberapa umat manusia enggan untuk melakukan aktivitasnya di luar ruangan tidak dengan gadis cantik Rhesa Lois Cellia karena saat ini dia kehilangan papanya untuk selama lamanya.


“Kenapa harus secepat ini paa?” Batin rhesa memandangi tubuh kaku di depannya


“Kakk, kita selanjutnya bagaimana? Papa sudah gak ada lagi?” Tanya rea yang nobatnya adik perempuan rhesa


“Sudah lah rea, ini sudah menjadi takdir kita dik.” Jawab rhesa menenangkan adiknya.


“Rhesaaa… reaaa… “ teriak ameera dan allura yang nobatnya sebagai sahabat rhesa


Hiks…hiksss… hikss isak tangis rhesa semangkin menjadi jadi karena kehadiran sahabat sahabatnya


Acara pemakaman pun berjalan dengan hikmat, setelah pemakaman itu kini tinggallah rhesa dan rea di rumah


“Kita harus gimana kak? Apa kita harus cari mama.” Tanya rea


“Entah lah dik, sudah tidur yok, besok kita pikirkan lagi.” Jawab rhesa


“Papa sedang apa ya kak di atas sana?” Timpal rea , seketika membuat rhesa dan rea menangis. Mereka menangis hingga sampai tertidur dengan terlelap


Matahari begitu cantik dan bersinar di langit biru yang cerah, suara ketukan pintu membuat rea terbangun dari tidur. Rea berjalan pelan sambil mengumpulkan nyawanya yang belum kembali. Saat pintu terbuka rea berusaha memfokuskan netra matanya melihat siapa yang ada di depannya, rea pun memeluk sosok perempuan setengah baya itu dengan sangat erat. Yupss perempuan itu mamanya rhesa dan rea


“Mama…. teriak rea memeluk mamanya


“Mana kakak kamu rea?” Mama


“Kakak lagi tidur maa, bentar biar rea banguni


“Gak usah sayang, kamu susun aja baju kamu dan kakak kamu, kalian akan tinggal sama mama


“Serius maaa?” Rea memastikan


“Iya sayang”

__ADS_1


30 menit berlalu rea sudah selesai dengan packing baju bajunya dan kakaknya, rhesa pun terbangun mendengar suara grasak grusuk dari dalam kamar


“Ngapain kau re?” Tanya rhesa


“Kak mama datang tu di depan, mama akan ngajak kita tinggal di rumah mama dan om Adi.” Tutur rea


Rhesa terdiam mendengar penuturan sang adik, rhesa juga masih tidak percaya kalau mama mereka akan menerima mereka masuk ke dunia bahagia versi mamanya itu. Suara lemah lembut itu tapi menyakitkan hati menyadarkan rhesa dari lamunannya


“Kau tidak berubah rhesa, masih aja pemalas.” Mama


“Ahk.. apa hak mu menceramahi ku?” Rhesa


“Bersih bersih sana biar kamu dan adik kamu ikut mama ke Jakarta.” Titah mama


“Jangan kira papa ku sudah mati, kau berhak atas aku.!” Timpal rhesa


“Anak kurang ajar, harusnya kau bersyukur karena aku datang memungut kalian.” Emosi mama


“Semoga saja yang kau katakan benar rea!” Jawab rhesa sambil melangkah meninggalkan adik dan mamanya


Rhesa dan Rea sudah selesai ngepacking baju yang akan mereka gunakan, tidak lupa juga rhesa berpamitan dengan Amerra dan Allura. Kini Rhesa dan Rea telah sampai di tempat tujuan meraka di Jakarta ibu kota Indonesia. Akhirnya mereka sampai di perumahan mewah itu.


Dirumah itu Rhesa dan Rea di sambut tidak baik dengan anaknya om Adi.


“Papa sudah pulang?” Tanya harana sambil memeluk papa kesayangannya itu


“Ana, mulai sekarang Rhesa dan Rea akan menjadi saudara kamu.” Papa


“Ana gak mau pa, mereka dari kampung ogah temanan sama orang kampung dan udik kek mereka.” Tunjuk Ana ke rhesa dan rea


“Mama ngapai sih bawak anak mama gak jelas kek gini masuk ke keluarga kita?” Tanya Ana ke mama


“Sayang nanti mama jelasin ya ke kamu, sekarang biarkan saudara saudara kamu istirahat ya nak.” Bujuk mama

__ADS_1


“Oke, tapi mama janji ya.” Ana mengulurkan jari kelingkingnya dan di sambut oleh sang mama


Rhesa Lois Cellia


17 tahun




Rea Alexandra


15 tahun




Allura Zany


17 tahun




Ameera Dakota


18 tahun



__ADS_1


__ADS_2