CEO Mengejar Cinta Sang Istri

CEO Mengejar Cinta Sang Istri
Bab 21. Kalah telak


__ADS_3

Kembali lagi ke Rumah Sakit JC’Company


“Dulu kamu memang pacar anak saya Andrew Jack nona, saat ia belum sadar kalau ia sedang di selingkuhi dan di peralat oleh mu.!” Papa Dian


“Maaf om, maksud om gimana? Saya tidak pernah selingkuh dan memperalat Andrew om.” Elak Donita dengan pura pura tegas


“Masih saja kamu ngeles nona. Tio tunjukan sama dia apakah bukti yang kita punya ada lah kebohongan dan sebarkan ke awak kamera.” Perinta papa Dian


“Maaf tuan, bukanya lancang memotong pembicaraan tuan, apakah boleh saya melihat bukti yang tua maksud? Kalau emang benar saya dan nona Donita akan meninggal tempat ruangan ini.” Timpal Manager Donita


Baik. Tio kasih ke dia.” Perintah papa Dian


Kini sang Manager pun melihat semua isi dari map coklat yang di berikan Tio, alangkah terkejutnya sang Manager melihat dan membaca semua isi dari map coklat karena isinya sangat detail, mulai foto foto tak senononya Donita semua ada dan tertera tanggal dan waktunya. Bahkan di dalam ada Flashdisk yang isinya percakapan dan video yang tak habis pikir sang Manager yaitu percakapan Donita saat menyebarkan gosip kalau Andrew suka gonta ganti pasang dan memiliki penyakit menular itu pun ada. Nampak jelas wajah pucat sang Manager saat membaca isi dari map coklat itu.


Apa, bukti itu palsu nona?” Tanya papa Dian menyadarkan ke gundah an sang Manager

__ADS_1


Maaf tuan, ini sudah cukup tuan. Saya percaya dengan tuan. Mohon maaf atas ke tidak nyamanan tuan besar, saya dan nona saya undur diri.” Pamit sang Manager yang tak mau lama lama


Sang Manager pun menarik lengan Donita dengan sedikit kuat agar ia mau ikut keluar dengan sang Managernya.


Saat sudah di dalam van hitam milik perusahan sang Manager langsung melempar map coklat yang tadi ia baca.


Donita tidak percaya dengan semua yang ia lihat, dengan marah ia mencampakkan semua kertas kertas itu.


“Tidak ada yang boleh memiliki Andrew kalau aku tidak bisa memilikinya.” Ucap frustrasi Donita


Van hitam itu membawa pergi dua orang itu kembali ke apartemen sang artis. Selama di perjalan tidak ada percakapan yg terjadi sunyi seperti di kuburan.


Dua orang itu telah sampai di apartemen mewah yang di fasilitasi oleh perusahan, perusahan media terbesar di negara ini yang sampai sekarang tidak ada yang tau siapa pemilik perusahan media raksasa itu. Bahkan seluruh staf yang bekerja pun tidak tau siapa pemilik dari perusahan tempat mereka bekerja.


Di dalam apartemen Donita langsung melempar tas yang ia pake ke sembarang arah sampai.

__ADS_1


“Cukup Donita, jangan kek orang gila kamu.!” Bentak sang Manager


“Aku gak peduli, aku hanya mau Andrew jadi milik ku…..” teriak Donita


“Liat ini Donita karir yang kau bangun selama ini rusak seketika.!” Sang Manager mengingatkan kembali.


Donita kembali terdiam dan ia menangis sejadi jadinya dengan apa yang ia perbuat.


“Bagaimana kalau pimpinan tau?” Tanya Donita sambil menunduk


“Entahlah, kau terima saja konsekuensinya sendiri.” Sambung sang Manager sambil memberikan teh ke Donita


“Aku harus apa sekarang, aku takut jika pimpinan mengeluarkan aku dari agensi.” Saut Donita dengan berpura pura sedih. Iya karena sekarang dalam hati Donita hanya kebencian yang ada untuk Rhesa.


Gengssssssss jangan lupa dukung aku yaaaaa 😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2