
Mobil itu membawa pergi menjauh dari cafe menuju kantor cabang yang ada di negeri gingseng ini. Saat mobil yg bermerek Rolls-Royce Boat Tail tiba di depan loby perusahan Jack itu, semua pegawai langsung berbaris menyambut nyonya dari pemilik perusahan pencakar langit ini.
Saat istri bos keluar dari dalam mobil beberapa pegawai yang mencuri curi pandang melihat istri bos alangkah terkejutnya mereka kalau ibu bos mereka keluar dengan wanita cantik dan muda yang di kenal di kalangan pembisnis di Korea Selatan itu, siapa lagi kalau bukan Hailey Howard.
Wanita dengan parasnya yang cantik di tambah lagi memiliki power yang kuat di dunia bisnis.
Beberapa pegawai itu menebak kalau Hailey akan di jodohkan dengan sang anak bos siapa lagi kalau bukan Andrew Jack.
Dua orang itu terus berjalan bagaikan kakak adik, saat di depan resepsionis mereka di sapa oleh salah satu pegawai.
“Selamat siang bu dan nona.” Sapa pegawai itu
“Siang ly, bapak ada di ruangan.?” Tanya sang ibu bos
“Bapak lagi rapat dengan kalian Yundai bu.” Jawab singkat pegawai itu
“Ya sudah kamu, telepon bapak, bilang kalau saya sudah di ruangannya. Ingat jangan bilang saya kesini bawak teman ya.” Jelas Vivian
“Baik bu, pasti mau di jodohkan sama tuan muda Andrew kan bu.?” Timpal pegawai itu yang kepo
“Hussttt kamu jangan asal ngomong ly.” Lanjut mama
“Di aminin saja bu, biar punya mantu kek nona yang di belakang.” Lanjut pegawai itu sambil menunjuk Hailey dengan ibu jarinya
__ADS_1
Hailey pun hanya senyum senyum mendengar pembicaran itu.
“Kamu itu, gosip saja.! Sudah sana telepon bapak.” Perintah ibu bos
“Bu, ibu tau gak si nona yang di belakang ibu, keponakan dari pemilik Howard Group loh bu.” Lanjut pegawai itu.
“Sekali lagi kamu bicara kamu saya pecat ya ly.” Senggak sang ibu bos dan membuat pegawai itu terdiam seketika
Mama Vivian dan Hailey pun kembali melangkahkan kakinya untuk menuju lantai 20 tempat untuk pemilik gedung pencakar langit ini. Lantai yang hanya di tempati oleh bos dan orang orang ter percaya.
Mama Vivian dan Hailey telah sampai ke dalam ruangan itu, betapa kagetnya Hailey melihat foto wedding kakaknya dengan kakak iparnya terpajang di meja kerja Dian.
Hailey hanya diam ( ya Tuhan ternyata orang mama dan papa sangat sayang kak Kimberly ternyata ) batin Hailey
Para karyawan dan karyawati di perusahaan itu masih terus menggosipi kedatangan pemilik perusahaan itu bersama wanita cantik yang mereka tahu siapa wanita itu.
Banyak yang menebak kalau wanita itu akan di jadikan menantu oleh keluarga Jack itu, ada juga yang menebak kalau istri dari pemilik perusahaan itu hanya berteman dan ada yang mengira kalau sang ibu bos akan membuka bisnis bersama. Yaa sekarang keadaan kantor yang bergerak di bidang tekstil itu rame menebak nebak buah manggis ada apa gerangan yang membuat seorang Hailey Howard rela menunggu di dalam ruangan bersama ibu bos mereka.
Cukup lama Hailey dan mama Vivian menunggu seorang Dian Jack. Tiba tiba saja handphone mahal keluaran terbaru milik Hailey berbunyi dan terpampang tulis yang tertulis kak Kimberly Howard🌍.
“Ada apa kak.?” Tanya Hailey sambil
melouspekerkan sambungannya serta menyuruh mama Vivian untuk tidak berbicara
__ADS_1
“Kamu di mana Hailey.? Si Dareen mau ikut sama kamu setelah selesai sekolah.” Lanjut Kimberly
“Sebentar lagi aku akan jemput Dareen ke rumah kak, soalnya aku lagi di luar ada rapat sama Jack Group.” Lanjut Hailey
“Jack Group?” Tanya Kimberly kaget
“Hahahaaa… bercanda kak. Aku lagi sama kolega yang dari Hayuni Sakata yang dari Jepang kak.” Bohong Hailey
“Kamu itu ya bikin kakak spot jantung tau.” Lanjut Kimberly
“Come on kak, Dareen dan Daaron sudah besar, mereka harus tau papinya siapa dan mereka berhak mendapatkan kasih sayang dari papinya kak.” Jelas Hailey
“Aku tau Ley, tapi apa kamu yakin keluarga Jack akan menerima anak anak ku dan aku.?” Tanya Kimberly
“Kau gila kak Kim, kau lupa mama Vivian dan papa Dian memperlakukan kamu sangat baik mereka menjaga kita.” Lanjut hailey
“Iya aku tau, tapi aku belum siap.!” Kimberly
“Sampai kapan? Sampai anak anak mu menyalahkan mu karena tidak mempertemukan mereka ke papinya.? Gitu?” Hailey
“Nanti akan ku pikirkan Ley, sekarang jemputlah keponakan mu ini. Dia membuang mukanya karena kau meninggalkannya.” Kimberly mengalihkan pembicaranya
“Kau selalu saja begitu kak. Iya bentar lagi aku pulang.” Jawab Hailey dan mematikan sambungan telepon itu.
__ADS_1