
Saat Rea sudah sampai sekolah ia di cegat oleh harana and the geng.
“Bisa kah kakak kesayangan kau itu di sebut seorang istri?” Harana
“Maksud kau apa?” Timpal Rea yang mulai terbawa emosi
“Liat ini.” Sambil menunjukkan foto yang di upload model papan atas itu
“Itu hanya foto lama, kak Andrew juga sudah mengklarifikasi ke papa, mama, kak rhesa dan aku.” Jawab rea santai
“Bagai mana bisa ini foto lama, sedangkan model rambut model Donita sama yang di foto dan sekarang.” Harana
“Itu bukan urusan ku.” Timpal rea dan langsung pergi meninggalkan harana
Tidak terima dengan perlakuan rea, harana pun emosi dan menjambak rambut rea dengan meneriaki kalau kakaknya rea PHO(pengahancur hubungan orang), rea tidak terima dengan semua ejekan tentang kakaknya itu membalas jambakan harana
Pertengkaran meraka di liat seluruh murid tidak ada yang berani memisahkan sampai akhir pak jun sang guru olahraga datang melerai
“Kalian berua ikut bapak ke ruang BK.” Perintah pak jun
Saat keduanya sudah duduk berhadapan pak jun langsung menanyai titik permasalahannya
__ADS_1
“Rea kamu itu murid baru disini, sudah buat onar saja kaku.!” Tegas pak jun
“Maaf pak, tapi harana deluan yang mulai.” Bela rea
“Enak aja aku yang deluan, kamu itu yang deluan.” Elak harana
“Sudah sudah bapak panggil saja wali kalian.” Terang pak jun
“Jangan pak.” Serentak rea dan harana
“Kenapa kompak kali kalian berdua?” Tanya pak jun
“Gak apa apa pak.” Sambung harana
“Ada apa ya pak, kenapa saya di panggil anak saya berbuat kesalahan apa?” Tanya mama teri
“Apakah mereka berdua anak ibu?” Tanya pak jun heran
“Iya benar pak, saya ibu mereka berdua.” Jawab mama teri sambil melihat ke arah rea dan harana
“Begini bu, anak ibu ini berkelahi di Lapangan.” Terang pak jun
__ADS_1
“Rea kenapa sih kamu buat ulah mulu, enggak kamu enggak kakak kamu sama aja, bikin mama kesal.” Bentak mama teri ke rea
“Tapi harana deluan yang mulai ma.” Terang rea sejujurnya
“Sudah salah masih aja ngeles.” Timpal mama teri
“Maaa sebenarnya anak mama siapa sih? Kok mama lebih sayang ke harana?” Tanya rea yang mulai menangis karena mamanya tidak membela dia
“Cukup rea, sifat kamu sudah sama dengan kakak kamu dan papa kamu. Mama gak mau tau cepat minta maaf sama harana.” Bentak mama teri
“Rea gak salah, rea gak salah maaa.” Teriak rea sambil meninggalkan ruang BK
“Kenapa reee?” Tanya rhesa mendengar adiknya menangis dari dalam telepon
“Kakk bisa ke sekolah rea sekarang, rea berkelahi dengan harana.” Hiks…hiks..hikssss tangisan rea semangkin kencang
“Iya kakak kesana.” Jawab rhesa lalu mematikan sambungan teleponnya
“Maaa kita ke sekolah rea ya gak usah jadi ke Mall, rea berkelahi dengan harana.” Jelas rhesa
“Ya sudah ayok, toh urusan kita di kampus sudah selesai.” Tutur mama
__ADS_1
Mobil bermerek Alphard berwarna putih itu membawa Rhesa dan Mama ke sekolah rea, dengan kecepatan agak di atas rata rata supir pribadi mama Vivian membawa mobil. Tidak butuh lama sampai ke sekolah